Tidak Sengaja Bertemu, KH. Luthfi Bashori Sampaikan Nasehat Berharga Untuk ROMI PPP

Shortlink:

NUGarisLurus.Com – Imam Besar NU Garis Lurus KH. Luthfi Bashori secara tidak sengaja berkesempatan bertemu pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzi. Berikut hasil perbincangan KH. Abbas Rahbini Mawardi dengan KH. Luthfi Bashori yang masuk ke redaksi NUGarisLurus.Com.
KH. LUTHFI BASHORI MENASEHATI ROMI PPP

Berikut isi bincang-bincang santai bersama tokoh NU kultural asal Malang Jawa Timur, KH. Luthfi Bashori.

KH. Abbas Rahbini Mawardi: Assalamualaikum Kiai Luthfi.Saya mendengar Kiai Luthfi sempat duduk bersama Romi PPP apa yang Kiai sampaikan???

[16/11 4:06] KH Luthfi Bashori: 

Saat ada satu acara, sangat kebetulan saya bertemu dan duduk satu ruang dengan Mas Romi, tapi tidak hanya berdua melainkan dengan beberapa kawan, ada habaib dan kyai dari Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mas Romi juga ditemani oleh beberapa aktifis PPP.

Maka saya sampaikan tentang kekecewaan umat Islam terhadap keputusan akrobatik PPP tatkala mendukung Ahok.

Saya mengatakan bahwa umat Islam saat ini sudah pandai membaca situasi politik. Begitu PPP menampakkan pro Ahok dan Pro kekuasaan Megawati, maka umat Islam pun mentalaq (cerai) dua PPP. 

Umat Islam tidak mudah dirayu dengan kebohongan-kebohongan politik yang dilakukan oleh para politikus PPP, sekalipun mereka tetap menggunakan label Islam seperti lambang Ka’bah dan AD/ART Islam, bahkan dengan seragam kebanggaan berwarna hijau. Namun kenyataannya mendukung kebijakan dan cagub PDIP yang jelas-jelas berbaju merah.

Saya sampaikan juga mayoritas umat Islam saat ini menilai, bahwa PPP adalah Partai Semangka. Kulitnya Hijau, tapi isinya Merah. Logonya bergambar Ka’bah namun kebijakannya Sekuler. Jargonnya Bela Islam, prakteknya Bela Musuh Islam.

Mas Romi sempat menjawab tapi terkesan nge-les, katanya, “Itu sih hanya sikap politik saja, tapi hati dan niatnya tetap bersama umat Islam”.

[17/11 08:16] KH. Abbas Rahbini Mawardi: 

Dimanakah tempat Kiai Luthfi bertemu dengan Mas Romi PPP?? 

Dan apa tanggapan Romi terkaitan kekecewaan Kiai Luthfi dan juga kekecewaan kaum muslimin umumnya terhadap partai PPP???

[17/11 08:37] KH. Luthfi Bashori: 

Saya ketemu Mas Romi di Sukabumi Jawa Barat. Sekitar jam 08.30 sampai jam 10.00 (sekitar 1,5 jam)

Saat itu sebenarnya, saya bertemu kawan-kawan saya dan bincang-bincang bersama terkait masalah keumatan. Namun ternyata dari kamar sebelah keluarlah Mas Romi dengan kawan-kawannya dan langsung ikut nimbrung duduk bersama kami.

Lantas saling memperkenalkan diri, dan rupanya ada beberapa kawan saya yang berasal dari Jakarta sudah saling kenal dengan Mas Romi.

Mas Romi berterima kasih diberi kesempatan dapat berbincang dengan beberapa tokoh Islam. Mas Romi dibantu kawannya memberikan alasan langkah politik PPP yang katanya ingin ikut benah-benah negara ini lewat dalam, artinya PPP memilih masuk dalam kumparan pemerintahan yang ada.

Mas Romi juga berargumentasi dengan kondisi dunia ekonomi negara yang harus diselamatkan. Katanya dengan masuk dalam sistem pemerintahan maka akan lebih mudah untuk ikut mengatur negara.

[17/11 10:32] KH. Abbas Rahbini Mawardi: 

Apa ada masukan dari Kiai Luthfi kepada Mas Romi terkait pemilu yg akan datang, mengingat partai PPP dimata masyarakat sekarang telah tercemar dan citranya semakin buruk, dikarenakan langkah-langkah politiknya tidak menguntungkan Umat Islam bahkan malah menyakiti hati kaum muslimin Indonesai karena partai berlambang Ka’bah ini justeru bertolak belakang dengan hati nurani kaum muslimin dengan membela si penista agama (Ahok) ???

[17/11 14:44] KH. Luthfi Bashori: 

Saya mengatakan kepada Mas Romi, saya ingin ikut sumbangsih pemikiran, itupun jika diterima, yaitu saya mengajak kepada para pengurus harian PPP agar BERTOBAT POLITIK & SIKAP KEAGAMAAN.

Saya mengajak agar PPP secara gentle dan terang-terangan hingga diketahui oleh publik, antara lain:

– Bertobat dari berkoalisi dengan partai-partai nasionalis sekuler.

– Mencabut dukungan terhadap  Ahok, sekalipun agak terlambat, bahkan hendaklah PPP pasang badan membela aktifis muslim yang sedang dikriminalisasi akibat menentang Ahok. Jadi hendaklah PPP berusaha ikut membebaskan para aktifis muslim yang terdhalimi serta memberikan perlindungan secara politik terhadap para aktifis dakwah.

– Mencabut dukungan terhadap pemberlakuan UU Ormas hingga PPP dapat berjalan seirama dengan partai dan ormas lain yang sudah mengumumkan penolakannya terhadap UU Ormas secara resmi demi membela kepentingan umat Islam.

Saya juga mengatakan, pada saat PPP menyatakan dukungannya terhadap Ahok di Pilgub DKI, maka itu ibarat sebuah rumah milik umat Islam yang hampir semua atap gentengnya telah bocor berat, alias semi rusak. Sayangnya sang tuan rumah masih tidak peduli dengan kondisi semacam itu. Bahkan justru ikut melemparkan batu ke atas atap genteng.

Kemudian, pada saat PPP mendukung Perpu Ormas menjadi UU, maka rumah umat Islam itu sejatinya tengah diterjang badai dan angin kencang, hingga rumah tersebut sudah tidak beratap lagi, dan kondisi dalamnya pun sudah porak poranda, jadi sudah tidak bermanfaat lagi bagi umat Islam untuk bernaung di dalamnya.

Karena itu sudah sangat tepat jika umat Islam telah menjatuhkan TALAQ DUA terhadap PPP.

Tentu kesempatan PPP untuk rujuk dan kembali ke pangkuan umat Islam masih sedikit terbuka, namun tinggal satu kesempatan saja, yang jika tidak dimanfaatkan dengan baik, maka umat Islam tidak segan-segan akan menjatuhkan TALAQ TIGA yang berarti SELAMAT TINGGAL PPP untuk selama-lamanya.

Sedangkan, terkait sikap keagamaan, hendaklah para pengurus PPP bertobat kepada Allah dari dukungannya terhadap Si Ahok Penista Alquran dan mengutuk tindakannya, sekalipun pernyataan ini terlambat, tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Serta hendaklah PPP mencabut kerjasama dan dukungannya terhadap PDIP, yaitu partai yang selama ini anti terhadap kepentingan umat Islam semisal pelaksanaan Syariat Islam secara legal formal dalam aturan undang-undang negara.

Jika PPP tidak bertobat, maka jangan salahkan jika umat Islam akan terus menggembosi PPP di setiap perkumpulan mereka, karena menilai PPP sebagai partai pengkhianat umat Islam.

Wallahul Musta’an


Artikel Terkait