​Sesepuh NU Kota Pahlawan Ini Beri Kesaksian Atas KETEGASAN Amar Makruf Nahi Munkar GP Ansor DULU Tahun 65

Shortlink:

NUGarisLurus.Com – Pengurus Syuriah NU Kota Pahlawan Surabaya KH. Ahmad Fauzi (Lahir tahun 1949) menceritakan tentang sepak terjang Gerakan Pemuda Ansor pada tahun 1965 sebagaimana pendapat Alm. KH. Achmad Hasyim Muzadi mantan ketum PBNU dua periode.

“GP Ansor dan Banser tahun 1965 yaa… seperti FPI sekarang ini. GHIROHNYA BESAR KEPADA AGAMA. AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR. wong yang merangi PKI, membasmi PKI yaa GP Ansor dan Banser NU. Tapi Itu DULU. (KH. Hasyim Muzadi).
Menurut KH. Ahmad Fauzi, beliau pada tahun 1965 masih berumur 16 tahun dan sudah bergabung dengan GP Ansor dan diajak latihan bela diri.

“Tahun 65 kulo pun aktif teng jam’iyatul qurro’ karena keadaan genting kaleh konco Ansor nggih dijak latihan bela diri” (Tahun 65 saya sudah aktif dengan Jam’iyatul Qurro’. Tapi karena keadaan genting (pemberontakan PKI, red) dengan teman Ansor diajak latihan bela diri, cerita ulama sepuh yang juga Pengurus MUI di wilayahnya ini (Ahad (5/11).

Setelah disodorkan tentang pernyataan almarhum KH. Hasyim Muzadi, Kiai Ahmad Fauzi membenarkan KENYATAAN BAHWA DULU GP ANSOR SANGAT TEGAS DALAM AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR.
“Leres nopo ingkang didawuhaken poro Masyayih tsb, kulo inget Tahun 65 an dst nya nek enten wong wedok gawe rok span (rok mini) ketahuan Pemuda Ansor maka langsung wanita tsb ditegur diperingatkan dengan keras agar tidak memakai span (rok mini) bukan seperti sekarang malah ada yang ikut jogedan Astagfirulloooh, (Benar apa yang dinyatakan para masyayikh tsb. Saya ingat pada tahun 1965 an dan seterusnya jika ada perempuan memakai rok pendek/rok mini dan ketahuan pemuda Ansor langsung ditegur dan diperingatkan dengan keras oleh pemuda Ansor agar jangan memakai rok mini. Bukan malah ikut jogedan seperti sekarang ini. Astagfirulloh, “tegas pengurus syuriah NU Surabaya ini sambil menampakkan keprihatinannya.

Riwayat Hidup

KH. Ahmad Fauzi menceritakan beliau lahir pada Tahun 1949. Beliau lahir dari keluarga Pesantren Kyai Umar Zahid Semelo Perak Jombang yang juga masih famili dengan 4 pesantren besar di Jombang. Beliau Hijrah ke Surabaya pada tahun 1982 dan menjadi pengurus MWC NU Kec Tambaksari sebagai Rois Syuriyah. lalu pada tahun 1987 di PCNU sebagai A’wan Syuriyah yang Rois Syuriyahnya KH. Tohir Syamsuddin Abahnya Dr Muhammad pengurus yayasan RSI Sby lalu Th 1995 sebagai Wk Rois Syuriyah dan Roisnya KH. Mas Nur Branjangan Abahnya KH. Mas Sulaiman Rois Syuriyah PCNU sekarang th 1995 KH Miftahul Ahyar juga Wk Rois dan sekarang wakil Rais Amm di PBNU.
Kiai Fauzi bercerita bahwa Pesantren Kyai Umar Zahid dulunya didirikan sekitar th 1860 an oleh Mbah Yai Sulaiman Kurdi adapun Kyai Umar Zahid adalah putra ke 5 memimpin mulai th 1925 dan ketika itu menurut keterangan kakek beliau, Kyai Abdulloh bin Sulaiman : Kyai Hasyim Asy’ari sering bertemu kakeknya karena rumahnya tidak jauh dari rumah beliau.
Dalam pertemuan itu sering membahas strategi perjuangan dan juga rencana membentuk jam’iyyah yang namanya belum dibahas menunggu pertemuan dengan para ulama lainnya.

Di Surabaya kota Pahlawan sendiri, Kiai Fauzi awalnya mengajar di madrasah NU rintisan Kyai Haji Wahab Chasbulloh dan Kyai Haji Abdul Halim Abahnya KH. Asep Saifuddin Halim Pengasuh PP Amanatul ummah. Pada th 1995 Kiai Asep merupakan ketua Tanfidziyah PCNU dan Kiai Fauzi menjadi Wk Rois Suriyah.
Menurut penuturannya, Pada masa pemberontakan PKI 1965 yang menjadi tukang gembleng (pelatih, red) GP Ansor adalah Kyai Badrus Purwoasri Kediri Kyai Muhsin Semelo Kyai Masykur kelutan Nganjuk semuanya adalah saudara ibu dari Kiai Ahmad Fauzi yaitu Ibu Nyai Umi Chadlirotul Qudsiyah dari Bani Hasan Alwy yang dzurriyahnya banyak jadi kyai. 

TENTANG NU GARIS LURUS

Menanggapi fenomena NU Garis Lurus KH. Ahmad Fauzi menyatakan dukungannya.
“Wah nggih pancen kedah lurus istiqomah fiddini wajibun ‘ala kulli muslimin Wamuslimaatin lebih -lebih Nahdliyiin. Nek mboten tegak mboten lurus sanes Nadliyiyin Bangkitnya Ulama -ulama dalam menegakkan kebenaran. Izzul Islam wal muslimin niku kedah bangkit dengan kuwat, “Tegasnya.
Kiai Fauzi meminta bila GP Ansor ada yang menyimpang supaya kembali kepada khittahnya.

“Jadi kalau sekarang GP Ansor ada yang kurang pas ya dikembalikan ke khittohnya, “tutupnya.


Artikel Terkait