Ditemukan Foto Asli KH. Hasyim Asy’ari Rais Akbar NU Berjenggot, Berjubah Putih Dan Imamah

Shortlink:

NUGarisLurus.Com – Baru -baru ini ditemukan foto asli Rais Akbar pendiri NU yang asli berjubah putih, berjenggot, dan menggunakan imamah. Foto ini sudah diakui keasliannya oleh keluarga pondok pesantren Tebuireng Jombang.

FOTO ASLI HADRATUSY SYEKH HASYIM ASYARI 

Dua hari ini. Alumni Tebuireng tengah asyik mendiskusikan perihal keaslian foto hadratusy syekh (foto no 1 dari kiri). Saya sudah minta tolong pemred majalah Tebuireng saudara Ahmad Faozan agar dimintakan pendapat dzuriyah. Khabarnya, Gus Zaki (cucu hadratusy syekh) mengamini. Bahkan Gus Irfan (cucu hadratusy syekh–mendasar pada pendapat ayahandanya, KH Yusuf Hasyim–meyakini bahwa benar foto itu adalah hadratusy syekh. “Gambar paling sesuai dengan aslinya menjelang beliau wafat”, tambah Gus Irfan.

Sumber :
Dari status Gus Cholidy Ibhar (Alumni Tebuireng) https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1382411868507272&id=100002154161101

KH. LUTHFI BASHORI: BERJENGGOT ITU  SYI’AR ISLAM



Nabi Muhammad SAW berpesan kepada kaum muslimin agar memelihara jenggot.
Di saat kaum musyrikin memotong jenggotnya, maka Nabi Muhammad SAW bersabda:
خالفوا المشركين احفوا الشوارب واوفوا اللحى
Berselisihlah dengan orang-orang musyrik, pendekkanlah kumis dan peliharalah jenggot. (HR. Muslim, 625)
Perintah Nabi Muhammad SAW ini tetap berlaku hingga kapanpun, maka bagi para lelaki muslim yang berbakat memiliki jenggot, hendaklah tetap memeliharanya, agar mendapat kesunnahan dari perintah Nabi Muhammad SAW.
Bagi kaum muslimin yang tidak memiliki bakat memelihara jenggot, karena faktor gen keluarga, maka masih banyak ibadah sunnah lainnya yang dapat diamalkan, namun tetap wajib menghormati umat Islam yang memelihara jenggot sebagai sunnah Rasul SAW.
Jangan sekali-kali mengikuti perilaku kaum musyrikin yang sengaja memusuhi umat Islam, bahkan sering menghina, melecehkan dan memojokkan kaum muslimin dengan berbagai stigma buruk dan negatif, hanya karena memelihara jenggot. Karena perbuatan yang semacam ini sama halnya menentang perintah Nabi Muhammad SAW.
Padahal orang yang sengaja menentang perintah Nabi Muhammad SAW itu dapat menyebabkan kemurtadan.
Rasulullah SAW sendiri termasuk yang berjenggot, karena itu sebab itu pula berjenggot termasuk salah satu syiar Islam.
Di zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup, termasuk orang-orang yang sering mencukur jenggotnya itu umumnya dari kalangan Majusi penyembah api.
Agar kaum muslimin tidak serupa dengan kaum Majusi, maka Nabi Muhammad SAW berpesan:
جزوا الشوارب وارخوا اللحى وخالفوا المجوس
Pendekkanlah kumis, peliharalah jenggot dan berselisihlah dengan orang Majusi. (HR. Muslim, 626).
Saat ini masih ada saja dari kalangan orang kafir dan munafiq yang menghina dan mendiskreditkan umat Islam yang berjenggot, padahal urusan pelihara jenggot ini termasuk Hak Asasi Manusia yang seharusnya mereka hormati, di samping tergolong syiar Islam.
Demikian juga dari kalangan orang fasiq, ada juga orang yang sengaja menghembuskan api kebencian terhadap kaum muslimin yang berjenggot, padahal mereka yang berjenggot itu hanya ingin mengamalkan perintah Nabi Muhammad SAW.
Wallahu Alam


Artikel Terkait