Tanggapi Polemik Pendapat Hb Ahmad/Hb Jindan, Muzakarah Da’i Tentukan Sikap Sepakat

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Berbagai Da’i Alumni perguruan Al Maliki Makkah, Darul Mustafa Yaman, Rubat Tarim Yaman, Al Ahgaf Yaman, Al Azhar Mesir dan yang lainnya bertemu menentukan sikap atas polemik pendapat Habib Jindan dan Habib Ahmad Jindan yang viral di media sosial atas polemik kasus penistaan agama di Jakarta dan imbasnya. Berikut ini sikap resmi yang masuk ke redaksi NUGarisLurus.com.

KESEPAKATAN PARA DA’I

بسم االله الرحمن الرحیم

1. Berkumpulnya para da’i yang terdiri dari alumni perguruan Almaliky (Makkah), Darul Mustafa (Tarim), Rubat (Tarim), Ma’had Hb Zein bin Sumaith (Madinah), Universitas Al-Ahgaf (Tarim), Universitas Al’Azhar, Universitas Madinah, didasari atas keprihatinan terjadinya perbedaan pendapat/fatwa di kalangan para da’i habaib yang muncul akhir-akhir ini di mimbar-mimbar, maupun di media sosial, sehingga perbedaan ini menimbulkan perpecahan dan kegaduhan dikalangan umat Islam.

2. Kejadian ini tidak boleh terus berlangsung dan harus segera dihentikan atas kesadaran masing-masing.

3. Sebagaimana diketahui bahwa umat Islam saat ini masih berjuang untuk memenangkan calon pemimpin muslim dinegara yang rakyatnya mayoritas beragama Islam seperti Indonesia.

4. Sebagai da’i yang harus mengawal perjuangan umat Islam, wajib mendukung dan menyarankan untuk memilih calon muslim dan mensepakati strategi untuk mencapai tujuan tsb.

5. Para da’i atau tokoh yang mempunyai pengaruh di kalangan umat, hendaknya tidak mengeluarkan pendapat/fatwa yang justru membuat pelemahan semangat juang umat, dan justru berlawanan arus dengan mayoritas masyarakat muslim.

6. Pendapat yang berlawanan arus, kini di media sosial digunakan oleh non muslim maupun liberal untuk memperkuat strategi mereka dan melemahkan perjuangan umat Islam.

7. Adanya pendapat dari Hb Jindan dan Hb Ahmad Jindan baru-baru ini yang ramai di media sosial, adalah pendapat pribadi berdasarkan pemahaman beliau, bukan merupakan pendapat resmi alumni Darul Musthafa.

8. Para da’i dari kalangan Alawiyin/Habaib sepakat tidak mengeluarkan pernyataan apapun di media sosial, yang bisa melemahkan perjuangan umat dan membuat kegaduhan, khususnya menjelang pemilihan kepala daerah DKI.

9. Para da’i menyadari bahwa adanya perbedaan pemahaman keilmuan di kalangan ulama (ikhtilaf), tidak harus menimbulkan perpecahan umat Islam, sebagaimana terjadi akhir-akhir ini.

10. Untuk meredakan polemik yang terjadi karena adanya pendapat Hb. Jindan/Hb. Ahmad, diusulkan untuk adanya pertemuan antara beliau dengan Hb. Muhammad Rizieq Shihab, yang saat ini merupakan pemimpin umat dalam memperjuangkan calon pemimpin muslim, walaupun diketahui bahwa di antara beliau berdua, tidak ada masalah apapun, dan hasil pertemuan itu diviralkan, agar kegaduhan dan perpecahan masyarakat menjadi reda.

11. Jika terjadi adanya perbedaan pendapat, hendaknya masing-masing saling menghargai dan dibahas dalam kajian keilmuan yang terbatas pada lingkup ulama, serta tidak keluar pada masyarakat umum.

12. Sebagai penutup para da’i sepakat untuk menjaga persatuan dalam da’wah dan selalu mengetengahkan kedewasaan berpikir, dan mempertimbangkan kemaslahatan umat.

Jakarta 24 Jumadil akhir/23 Maret 2017.


Artikel Terkait