Maulana Habib Muhammad Vad’aq: Salaf Anjurkan Tidak Sholati Jenazah Fasik

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Polemik larangan menyolati jenazah para pendukung dan pemilih calon pemimpin penista Agama mendapatkan dukungan dari Pengasuh PP Al Khairat Bekasi yang juga Mustasyar Mabes NU Garis Lurus, Maulana Habib Muhammad Bin Ahmad Vad’aq. Berikut tulisan beliau yang dikirim ke redaksi NUGarisLurus.Com, Jum’at (24/3).

TEGAS BERSIKAP DAN TIDAK MENSHOLATI MAYIT FASIQ ADALAH ANJURAN SALAF

Oleh Maulana Habib Muhammad Bin Ahmad Vad’aq

Dari Sayyidina Umar bin Khaththab dan anaknya; Abdullah…
Lafal hadits keduanya serupa;
“Andaikan seorang hamba meluruskan kedua kakinya di dekat rukun dan maqam, beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla sepanjang hidupnya, berpuasa setiap hari, dan shalat malam sepanjang malam, kemudian ia bertemu Allah pada hari kiamat sementara di dalam hatinya tidak ada rasa cinta ataupun pembelaan terhadap wali-wali Allah, juga tidak ada kebencian dan permusuhan terhadap musuh-musuh Allah, tentu (ibadah sepanjang hidupnya) tidak membawa guna sedikit pun baginya.”

Ada hadits semakna yang diriwayatkan dengan sanad. Diriwayatkan dari Sayyidina Umar ra dan lainnya;
“Sungguh, seseorang di antara kalian beruban di dalam Islam, namun ia tidak membela seorang wali pun karena Allah ‘Azza wa Jalla, dan tidak membenci seorang musuh pun karena-Nya. Ini adalah kekurangan besar.”

Demikian penuturan Abu Thalib dalam Al-Quut. Kata-katanya ini sangat bernilai yang patut ditulis dengan indah di hitamnya mata.

Nabi saw bertanya kepada Abu Dzar,
“Wahai Abu Dzar! Apakah tali iman yang paling kuat?’
Ia menjawab,
‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’
Beliau bersabda,
“Membela karena Allah, cinta karena Allah, dan memusuhi karena Allah”

Disebutkan dalam
Al-‘Uhud Al-Muhammadiyyah;
perjanjian umum diambil dari kami melalui Rasulullah saw…agar kami mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, bahkan terhadap istri, anak-anak, harta benda, dan pekerjaan kami, sehingga kami tidak memiliki alasan keinginan jiwa sedikit pun dalam semua itu. Perjanjian ini adalah hal paling mulia yang ada.

Dengan demikian diketahui bahwa orang fasik harus dibenci karena Allah karena ia tidak memiliki sifat-sifat baik yang dianjurkan Allah untuk dicintai karenanya.
Ketika kita mencintai orang fasik karena kefasikannya, saat itu kita telah melenceng dari syariat!!
Siapapun yang ingin mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, ia harus mengecek dirinya sebelum mencintai dan membenci atas dorongan watak, seperti yang dialami banyak orang.

Selama seseorang sejalan dan selaras dengan banyak orang dalam menggapai tujuan-tujuan jiwa, berarti mereka mencintai dan berterimakasih kepadanya, meski ia fasik.
Dan ketika mereka menjadi kotor karenanya, kiamat menimpanya meski ia memiliki amalan seperti amalan golongan manusia dan jin.
(Dinukil dari kitab Ad-Dawahi karya Imam al-Kattani.)

Banyak para Imam ahlusunnah melarang para ulama yang terpandang untuk mensholati jenazah kaum fasiqin sebagai bentuk peringatan pada yang lain
(Syarah Muslim karya Imam Nawawi)

Bahkan dalam kitab Bughyah al-Mustarsyidin, seharusnya bagi  almutadayyin (orang yang mengerti agama dan mengamalkan), tidak duduk, tidak hadir jamuan, tidak pula jenazah dan tidak mensholati secara terang2an agar menjadi pelajaran bagi fasik yang lain.

al-Quthub as-Sayyid Ahmad bin Sumaith menganjurkan untuk para kaum fasik (yang terang2an menampakan kefasikannya) agar dikuburkan di peguburun khusus dan diberikan nama kuburan fussaq.

Tidak diragukan lagi para pendukung penista agama adalah fasik yang berani menampakkan kefasikannya terang2an.
Untuk mengetahui kefasikan seorang para ulama telah memberi definisi yang jelas. Sehingga kita tidak perlu merasa menjadi tuhan karena menghukumi orang fasik.

Menghujat muslim karena tegas bersikap, lalu mengklaim hanya dirinya adalah pengikut salaf yang penuh kasih sayang, adalah lelucon yang menggelikan.
Karena SALAF kita adalah pendakwah bukan pendakwa!!

Mereka bukan tukang klaim yang ego

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Wallahu Alam


Artikel Terkait