Mabes NU Garis Lurus: Usut Pelanggaran Hukum Ahok Menyadap Pembicaraan KH. Makruf Amin

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Selain menistakan agama, Basuki Cahaya Purnama alias ahok kembali melakukan pelanggaran hukum dan sangat berani mengancam KH. Makruf Amin yang datang di pengadilan ahok sebagai saksi. Berikut sikap resmi Mabes NU Garis Lurus.

Mabes NU Garis Lurus Protes Keras Kelakuan Ahok “MENYADAP PERCAKAPAN RAIS ‘AAM PBNU”

PERNYATAAN SIKAP:

1. Pengurus Pusat Markas Besar (MABES) NU Garis Lurus dengan ini mengecam keras penyadapan telepon dan juga ancaman yang dilakukan oleh Ahok dan tim pengacaranya terhadap orang tua dan sesepuh kami, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Rais ‘Aam PBNU, KH. Makruf Amin.

2. Pengurus pusat Mabes NU Garis Lurus mendesak kasus penyadapan ilegal ini diproses tuntas sesuai hukum yang berlaku karena jelas -jelas melanggar Undang Undang (UU) ITE pasal 31 dan tindak pidananya diatur dalam UU Telekomunikasi pasal 56, dengan ancaman 10 tahun penjara, Dikarenakan Ahok dan tim pengacaranya melakukan penyadapan di luar kewenangan negara.

3. Menyerukan kaum muslimin khususnya warga Nahdliyyin untuk tetap fokus mengawal kasus Penistaan Agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama alias Ahok agar tuntas dan tidak terhenti di tengah jalan hingga hukum benar-benar ditegakkan sesuai dengan asas keadilan.

Ttd

Imam Besar
KH. Luthfi Bashori

Mustasyar
Habib Muhammad Bin Ahmad Vad’aq

KHR. Muqtafi Abdullah Schal

Ketua Umum
KH. Muhammad Idrus Ramli

Komandan Nasional
KHM. Luthfi Rochman

BERIKUT PENDAPAT PARA TOKOH NU Garis Lurus:

IMAM BESAR:

– KH. Luthfi Bashori,
“Ahok itu sifat aslinya orang yg tidak beradab, jadi tidak mungkin dipaksa menjadi orang yang santun. Menyadap pembicaraan Rais Aam PBNU adalah sebuah kebiadaban yang keji, apa mau warga NU pilih dia?”.

MUSTASYAR:

1. Habib Muhammad Bin Ahmad Vad’aq,
“Mengingat kebiasaan buruk Ahok berkata kasar dengan siapapun termasuk pada sesepuh kami, maka permintaan maaf tidak cukup, karena kejadian seperti ini sudah berulang kali, kami mengharap proses hukum tetap ditegakkan, agar tidak terulang kejahatan terhadap tokoh agama kami.”

2.  KH. Muqtafi Abdullah Schal,
“Saya tidak tahu persis suasana batin ummat Islam saat ini, satu orang Ahok bisa bikin kacau balau, aneh…!

Ini negara mayoritas penduduknya muslim, inikah negara yang menginginkan mendapat berkah dari Allah?
Beginikah cara memajukan Islam?

Ayo… proses Ahok secara hukum, sampai tuntas !”

KETUA UMUM:

KH. Muhammad Idrus Ramli,
“Habib Rizieq Syihab dan KH. Ma’ruf Amin, dua ulama ini harus kita bela. Semoga Allah selalu melindungi mereka dan kita, amin.”

KOMANDAN NASIONAL:

KHM. Luthfi Rahman,
“Ahok dengan semua sifat karakternya yang buruk itu, andaikan saja dia seorang muslim saja tidak pantas menjadi sosok pemimpin.

“Kalau kasus Ahok ini tidak final dan tidak selesai, maka sudah selayaknya hukum dan keadilannya di negeri ini sudah tidak bisa di percaya lagi meski cuma 1% saja”.

Wallahul Musta’an


Artikel Terkait