Imam Besar NU Garis Lurus: Ulama Akhirat Tidak Butuh Sertifikasi

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Ramai isu sertifikasi para ulama yang dimulai dari statement menteri agama. Berikut ini tanggapan Imam Besar NU Garis Lurus, KH. Luthfi Bashori.

ULAMA AKHIRAT, TIDAK MEMBUTUHKAN SERTIFIKAT

Oleh KH. Luthfi Bashori

Barang siapa ingin menjadi pewaris para Nabi dan ingin menanam kebaikan di ladang-ladang mereka, hendaklah ia belajar dan mendalami ilmu agama Islam. Disebutkan dalam hadits, “Para ulama itu adalah pewaris para Nabi.

Orang-orang yang mendalami ilmu agama Islam, lantas mengamalkan ilmunya karena takut kepada Allah, kemudian mengajarkannya kepada masyarakat, maka mereka itulah yang dinamakan ulama.

Menjadi ulama itu tidak membutuhkan surat ijazah tertentu, karena surat ijazah itu hanyalah sekedar pelengkap dalam kehidupan modern. Menjadi ulama juga tidak membutuhkan setifikat dari menteri, apalagi menteri yang bukan dari kalangan ulama itu sendiri. Namun yang sangat dibutuhkan oleh para ulama itu adalah pengakuan langsung dari Allah SWT, bahwa kelak dirinya akan digolongkan sebagai bagian dari pewaris para Nabi.

Barangsiapa di kalangan ulama yang ingin amalnya tidak terputus sesudah kematiannya, hendaklah ia menyiarkan ilmu agamanya dengan cara menulis kitab/artikel keislaman, atau dengan cara mengajar/berceramah di tengah-tengah masyarakat.

Tentu anjuran ini juga untuk memotivasi agar banyak orang yang semakin giat belajar ilmu agama, lantas mengamalkannya sesuai aturan syariat, kemudian mengajarkanya kepada masyarakat hingga diangkat oleh Allah menjadi ulama. 

Dalam hadits disebutkan, “Apabila manusia mati, amalnya terputus kecuali tiga perkara, yaitu sedekah yang pahalanya terus mengalir, atau ilmu agama yang bermanfaat (bagi masyarakat), atau anak shaleh yang mendoakan dirinya.”

Dalam hadits lain disebutkan, “Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, maka akan dijadikan orang itu pandai tentang ilmu agama.”

Sedangkan bagi umat Islam kalangan awwam, jika ingin mendapatkan keberkahan hidup di dunia maupun di akhirat, maka hendaklah rajin menghadiri majelis-majelis ta’lim para ulama, karena majelis mereka itu merupakan taman-taman sorga.

Barangsiapa yang ingin mengetahui seberapa besar bagiannya untuk mendapat perhatian dari Allah, hendaklah ia melihat seberapa banyak pengetahuan tentang ilmu agama Allah yang dimiliki dan diamalkannya.

Dalam hadits disebutkan, “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”

Jadi sinergi antar para ulama dan umat Islam yang berjiwa shaleh dan shalihah itu adalah satu kesatuan yang tidak mungkin dipisah-pisahkan.

Tentunya hanya orang-orang yang kafir kepada Allah, atau kalangan kaum munafiq yang hatinya sudah mati, dan orang-orang fasiq yang jahat perilakunya saja yang membenci eksistensi dan keberadaan para ulama, hingga merasa gerah terhadap maraknya majelis-majelis ta’lim yang giat memperjuangkan agama Islam dan simbul-simbulnya di tengah masyarakat.

Wallahu Alam


Artikel Terkait