Ini Liputan Pertemuan Kiai Sepuh & Habaib di Mojokerto, Rais Amm NU Sebut Resolusi Jihad

Shortlink:

image

image

NUGarisLurus.Com – Forum Peduli Bangsa (FPB) Pada hari ini, Sabtu 21-01-2017 mengadakan Silaturrahim bersama antar Kyai sepuh, Habaib dan cendikiawan Muslim tingkat nasional dengan agenda Sinergi Kedaulatan Bangsa. Acara ini bertempat di Pacet, Mojokerto Jatim, Rumah Sesepuh FPB KH. Makhfudz Syaubari. KH. Ma’ruf Amin Rois Amm PBNU sekaligus Ketua Umum MUI Pusat hadir dalam acara tersebut.

Hampir 60 ulama kiai sepuh NU, Habaib dan MUI hadir hadir pada kesempatan tersebut. Diantara Ulama yang hadir ialah; KH. Bashori Alwi pengasuh PIQ Singosari, KH. Sholahuddin Wahid atau Gus Solah dari Jombang; Habib Abdurrahman Assegaf Bahlega, KH Ali Akbar Marbun dari Medan; H. Ali Sam, pengusaha dari Jakarta; Habib Soleh Al-Jufri dari Solo; Sedangkan ulama lain yang terlihat hadir di antaranya KH Nurul Huda Jazuli dari Kediri; KHR. Azaim Ibrahimy dari Situbondo; KH. Jais Badri Situbondo, dan Habib Muhsin al-Hamid

Adapun para cendikiawan yang kelihatan hadir adalah; Prof. Dr. Imam Suprayogo, mantan Rektor UIN Malang; Prof. Dr. M Bisri dari Universitas Brawijaya Malang; serta mantan Mendikbud Muhammad Nuh dan mantan ketua DPR Marzuki Alie.

Pada kesempatan tersebut, para tokoh bersepakat untuk menguatkan ummat dalam menghadapi kelompok-kelompok yang ingin merorong disintegrasi bangsa. Terlebih fokus pada soal ekonomi.

Ada yang menarik dari pembahasan tersebut. Ialah pendapat Habib Muhsin al-Hamid. Beliau berpendapat akan pentingnya ummat Islam memiliki media, yang mana media ini khusus untuk ummat Islam dengan siaran yg Islami.   “kita saat ini sedang dihancurkan oleh media sekuler”, tandasnya.

Sedangkan Rais Amm NU, KH. Ma’ruf Amin menjelaskan tentang peran penting ulama membentengi ummat baik yang bersifat individu semisal menyiapkan generasi penerus para ulama’, yaitu mencetak santri-santri yg handal. Atau tanggung jawab secara bersama-sama semisal membentengi umat dari faham-faham menyesatkan yang bisa memecah belah ummat

“Tugas ulama dalam tanggung jawab bersama yaitu  tanggung jawab melindungi ummat dari gerakan penyesatan dan pemurtadan. Diantara aliran yg menyesatkan adalah Liberalisme, Aliran yg menyesatkan sahabat, dan serta harakah-harakah ekstrim”. Tegas beliau.

KH. Ma’ruf amin menambahi, bahwa kemerdekaan bangsa ini adalah jasa para ulama’. “Jika tidak ada resolusi jihad syaikh hasyim Asy’ari, belum tentu terjadi kemerdekaan Indonesia”, imbuhnya.

Acara ditutup pada kira-kira pukul 16.00. Wib.

Demikian laporan responden NU Garis Lurus dari Mojokerto.


Artikel Terkait