Imam NU Garis Lurus: KH. Ma’ruf Amin Dan Habib Rizieq, Dua Ulama Fenomenal

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Imam Besar NU Garis Lurus, KH. Luthfi Bashori memberikan sanjungan untuk dua ulama fenomenal Indonesia yaitu KH. Ma’ruf Amin yang saat ini menjadi Rais Amm NU sekaligus Ketua Umum MUI dan untuk Habib Rizieq Bin Husein Syihab yang merupakan Imam Besar FPI sekaligus Ketua Dewan Pembina GNPF MUI. Berikut tulisan Kiai Luthfi yang kami kutip dari akun facebook pribadinya.

KH. MA’RUF AMIN & HABIB RIZIEQ SYIHAB DUA TOKOH FENOMENAL

(Mengenang majelis dzikir dan ta’lim serta shalat Jumat terbesar dalam sejarah Indonesia yang dikemas dengan kegiatan Aksi Super Damai 212 oleh GNPF-MUI)

Oleh KH. Luthfi Bashori

Seorang ahli hikmah berkata, “Allah tidak menjadikan seorang pimimpin dalam kebaikan, melainkan Allah menjadikan pula orang jahat sebagai lawannya. Allah menjadikan Nabi Adam AS sebagai orang baik dan menjadikan Iblis yang buruk sebagai lawannya, Allah menjadikan Nabi Ibrahim AS sebagai orang baik dan menjadikan Namrud sebagai lawannya, Allah menjadikan Nabi Musa AS sebagai seorang yang baik dan menjadikan Fir’aun sebagai lawannya. Demikian pula Allah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai orang baik dan menjadikan Abu Jahal sebagai lawannya, demikianlah seterusnya.”

Akhir-akhir ini, banyak tokoh-tokoh Islam Indonesia yang oleh Allah ditampakkan keulamaan dan kepemimpinannya di depan publik, khususnya sejak Ahok menghina Almaidah, 51 maka tidak sedikit bermunculan para pejuang pembela Alquran dalam melawan Ahok, yang dilakukan dengan berbagai macam cara.

Ada tokoh yang menyampaikan sikapnya lewat sebuah pernyataan tertulis, atau lewat mimbar pengajian, atau melaporkan Ahok kepada aparat yang berwajib, atau ikut berangkat Aksi Super Damai di Jakarta, maupun para tokoh Islam yang memimpin demo damai di daerah masing-masing menuntut agar Ahok ditangkap dan dipenjara.

Namun secara jujur harus dikatakan, bahwa tokoh Islam yang paling fenomenal dalam menentang si Ahok penista Alquran, adalah KH. Ma’ruf Amin dan Habib Rizieq Syihab. Maka, karena ketokohan keduanya itu hingga beliau berdua mampu memimpin Aksi-aksi Damai ke I, II & III, bahkan mampu menggerakkan 7 juta umat dalam Aksi Super Damai 212 yang dikemas dengan majelis dzikir dan ta’lim serta shalat Jumat di halaman Monas dan beberapa titik lainnya di Jakarta.

Sedangkan kepemimpinan Hb, Rizieq Syihab, salah satu pendiri GNPF-MUI, telah ditampakkan oleh Allah secara dominan dalam peristiwa yang sebelumnya tidak pernah terjadi di Indonesia, yaitu keberhasilan GNPF-MUI mengadakan majelis dzikir dan ta’lim serta shalat Jumat terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Tentunya dengan terlaksananya kegiatan yang sangat positif dan super mulia ini, maka tidak sedikit dari kalangan musuh Islam yang merasa kegerahan dan sinis terhadap prestasi beliau berdua serta melihat kekompakan umat Islam.

Karena keberhasilan gerakan umat Islam bersatu ini, maka Allah menjadikan musuh bagi umat, khususnya yang ikut membela Alquran dari penistaan Ahok terhadap Almaidah, 51 itu dengan cara memunculkan pihak-pihak yang berseberangan dengan para peserta Aksi Damai ke I, II & III maupun berseberangan dengan para tokoh penggerak Aksi Damai tersebut.

Contoh kongkrit adalah banyaknya bermuncul pihak-pihak yang memusuhi KH. Ma’fur Amin dengan fatwa MUI-nya atau memusuhi Hb. Rizieq Syihab dengan keberhasilannya memimpin Aksi Super Damai 212 terutama ketegasannya dalam melawan Ahok, atau munculnya pihak-pihak yang memusuhi tokoh-tokoh GNPF-MUI lainnya, karena mereka melihat bahwa gerakan Aksi Damai ke I, II & III itu ternyata berdampak sangat luas bagi timbulnya jiwa perjuangan dalam diri umat Islam dalam melawan kemunkaran.   

Wallahu Alam


Artikel Terkait