KHM. Luthfi Rochman: Tidak Berlaku Khusnuzdhon Untuk Kafir Penista Agama

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Para pendukung penista agama gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki alias Ahok sering berlagak baik di berbagai media sosial melalui buzzer pasukan bayarannya. Ada yang berlagak baik dengan berkomentar jangan suuzdhon dan ada yang berperan sadis dengan membully para pejuang Islam.

Pasukan pembela Ahok di medsos ini (sering disebut pasukan nasi bungkus -red) mampu berpura -pura dengan berbagai peran. Mirip kelakuan Ahok yang bisa arogan sombong menantang dan bisa nangis cengeng mewek mirip perempuan didepan pengadilan.

Beberapa simpati yang mereka cari adalah memamerkan pembangunan di Jakarta dengan beberapa keberhasilan seperti pembangunan Masjid yang menggunakan uang rakyat tapi mereka klaim kesuksesan Ahok Namun tragisnya disisi lain mereka menutupi kasus banyak penggusuran Masjid dan rumah penduduk miskin.

Jika para pejuang Islam menuduh bahwa perbuatan baik yang jika pernah dilakukan orang kafir seperti Ahok dan Hary Tanoesoedibjo dengan dana sumbangannya adalah mempunyai maksud tertentu untuk pencitraan dan mencari suara, Mereka langsung keluarkan jurus jangan suudzhon, jangan berprasangka buruk dst.

Menanggapi komentar berlagak baik dengan membawa senjata jangan suuzdhon, jangan berprasangka buruk dan sejenisnya, berikut tanggapan komandan Nasional NU Garis Lurus yang juga pengasuh PP Al Anshory, KHM. Luthfi Rochman melalui akun pribadinya.

TIDAK ADA KHUSNUZDDHON (PRASANGKA BAIK) UNTUK MUSUH ISLAM

Ini 5 Musuh Islam dan Mukmin, Tidak Berlaku Khusnuzdhon (Prasangka Baik) Untuk Mereka

Khusnuzdhon (prasangka baik) adalah sifat baik seorang mukmin muslim yang sangat baik untuk sesama mukmin dan muslim lain yang baik dan sholih. Tapi untuk musuh -musuh mukmin yang berusaha menggelincirkannya ada manfaatnya suuzddhon (prasangka buruk).

ﺍﺣْﺘَﺮِﺳُﻮﺍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑِﺴُﻮﺀِ ﺍﻟﻈَّﻦِّ (رواه ﺃﺣﻤﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﺰﻫﺪ ، ﻭﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ)

“Jagalah dirimu dari keburukan manusia dengan suuzddhon)

Tidak semua suuzddhon itu haram namun orang yang khusnuzddhon memang tidak akan pernah merugi.

Allah berfirman:
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﻛَﺜِﻴﺮﺍً ﻣِﻦَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ (الحجرات:12)

“Wahai orang -orang beriman jauhilah banyak dari prasangka. Karena sebagian prasangka itu dosa. (Al Khujurot: 12)

Lihat Allah menggunakan kata بعض tidak kata كل artinya tidak semua prasangka buruk itu dosa.

‏ ﻟﻠﻤﺆﻣﻦ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﻋﺪﺍﺀ : ﻣﺆﻣﻦ ﻳﺤﺴﺪﻩ ، ﻭﻣﻨﺎﻓﻖ ﻳﺒﻐﻀﻪ , ﻭﺷﻴﻄﺎﻥ ﻳﻀﻠﻪ , ﻭﻛﺎﻓﺮ ﻳﻘﺎﺗﻠﻪ ‏(اخرجها الديلمي)

Seorang mukmin punya 5 musuh: Mukmin lain tapi hasud, Munafiq yang membencinya, Syaithan yang memperdayainya, Dan orang kafir yang memeranginya (HR. Ad dailami).

Kepada musuh Islam tentu prasangka dilakukan untuk waspada. Apabila Syetan datang mengganggu tidak mungkin kita berprasangka baik kepada syaithan? Begitu pula untuk musuh -musuh Islam dan orang kafir.

Yang lebih penting adalah jangan sampai kita berprasangka baik terhadap hawa nafsu kita. dalam riwayat lain dikatakan:

‏ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺑﻴﻦ ﺧﻤﺴﺔ ﺷﺪﺍﺋﺪ : ﻣﺆﻣﻦ ﻳﺤﺴﺪﻩ , ﻭﻣﻨﺎﻓﻖ ﻳﺒﻐﻀﻪ , ﻭﻛﺎﻓﺮ ﻳﻘﺎﺗﻠﻪ , ﻭﺷﻴﻄﺎﻥ ﻳﻀﻠﻪ , ﻭﻧﻔﺲ ﺗﻨﺎﺯﻋﻪ (ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﺮﺍﻗﻲ : ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺑﻦ ﻵﻝ )

“Seorang mukmin diantara 5 bahaya:

1. Mukmin lain yang hasud kepadanya.
2. Munafik yang membencinya.
3. Kafir yang membencinya.
4. Syetan yang menyesatkannya.
5. Hawa Nafsu yang menentangnya.

Semoga kita tetap waspada dengan kelima musuh ini dan berprasasangka buruk dari mereka. Namun kita harus berprasangka baik kepada orang -orang mukmin lain terutama yang sholih. Wallahu Alam.

Oleh M. Luthfi Rochman

image

Wallahu Alam


Artikel Terkait