Soal Tudingan miring Pak Hasyim, Ini Jawaban Kiai Luthfi & Sindiran Kiai Idrus

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Beredar berita cuplikan wawancara KH. Hasyim muzadi dengan  bangsa online yang tendensius menanggapi NU Garis Lurus. Bahkan di website berita pimpinan mas’ud adnan yang pengikut sekte gusdurian itu, Kiai Hasyim menganggap bahwa KH. Muhammad Idrus Ramli dan KH. Luthfi Bashori hanya tahu fiqh belaka yang tidak tahu ilmu kebangsaan.

Berikut ini status Kiai Idrus Ramli yang menurut komentar para netizen adalah sindiran untuk Pak Hasyim Muzadi yang seakan meremehkan sekali ilmu fiqh. Sebuah ilmu agung yang menjadi pokok Agama Islam. Sesuai hasil tabayun redaksi NUGarisLurus.Com, Pak Hasyim ternyata memang tidak menguasai atau kurang paham soal ilmu fiqh.

KEUTAMAAN ILMU FIQIH

Ilmu fiqih adalah ilmu terpenting dalam agama. Penyebaran Islam sampai ke Indonesia, tidak terlepas dari ilmu fiqih. Pesantren-pesantren didirikan oleh para masyayekh, untuk melestarikan ilmu fiqih. Kehidupan seseorang dalam setiap waktu, baik kehidupan individu, dalam keluarga, dalam berbangsa dan bernegara, dalam berorganisasi, maupun dalam berpolitik, tidak boleh dilepaskan dari hukum fiqih. Keutamaan ilmu fiqih sungguh luar biasa.

عَنْ مُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” مَنْ يُرِدْ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ ” رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.

Sahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka akan diberi pengertian dalam ilmu agama.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله عليه وَسَلَّمَ قَالَ فَقِيهٌ وَاحِدٌ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ

Dari Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Satu orang ahli fiqih lebih berat bagi syetan untuk digoda dibandingkan seribu orang ahli ibadah.” (HR al-Tirmidzi).

عَنْ أَبِي هريرة مثله وزاد لكل شئ عِمَادٌ وَعِمَادُ هَذَا الدِّينِ الْفِقْهُ وَمَا عُبِدَ اللَّهُ بِأَفْضَلَ مِنْ فِقْهٍ فِي الدِّينِ

Hadits di di atas juga diriwayatkan dari Abu Hurairah dengan tambahan redaksi: “Setiap sesuatu memiliki tiang. Tiang agama ini adalah fiqih. Allah tidak pernah disembah dengan ibadah yang lebih utama dari pada ilmu fiqih dalam agama.”

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَجْلِسُ فِقْهٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ سِتِّينَ سَنَةً

Dari sahabat Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Majlis fiqih lebih baik dari pada beribadah enam puluh tahun.”

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَسِيرُ الْفِقْهِ خَيْرٌ مِنْ كَثِيرِ الْعِبَادَةِ

Dari sahabat Abdurrahman bin Auf radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sedikit ilmu fiqih lebih baik daripada banyak ibadah.”

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فقيه أَفْضَلُ عِنْدَ اللهِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ

Sahabat Anas radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang ahli fiqih lebih utama menurut Allah dibandingkan seribu ahli ibadah.”

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَفْضَلُ الْعِبَادَةِ الْفِقْهُ

Dari sahabat Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ibadah yang paling utama adalah ilmu fiqih (belajar atau mengajar).”

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قال: الْعَالِمُ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْغَازِي فِي سَبِيلِ اللهِ

Sahabat Ali radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Orang yang alim lebih agung pahalanya daripada seorang yang berpuasa, yang menunaikan shalat malam lagi yang berperang di jalan Allah.”

عَنْ أَبِي ذَرٍّ وَأَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالا بَابٌ مِنْ الْعِلْمِ نَتَعَلَّمُهُ أَحَبُّ إلَيْنَا مِنْ أَلْفِ رَكْعَةِ تَطَوُّعٍ. وَبَابٌ مِنْ الْعِلْمِ نَعْلَمُهُ عُمِلَ بِهِ أَوْ لَمْ يُعْمَلْ أَحَبُّ إلَيْنَا مِنْ مِائَةِ رَكْعَةٍ تَطَوُّعًا

Sahabat Abu Dzar dan Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhuma berkata: “Satu bab ilmu yang kami pelajari, lebih kami cintai daripada seribu rakaat shalat sunnah. Satu bab dari ilmu yang kami ketahui, diamalkan atau tidak diamalkan, lebih kami cintai daripada seratus rakaat shalat sunnah.”
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قال: لأَنْ أَعْلَمَ بَابًا مِنْ الْعِلْمِ فِي أَمْرٍ وَنَهْيٍ أَحَبُّ إلَيَّ مِنْ سَبْعِينَ غَزْوَةٍ فِي سَبِيلِ اللهِ

Sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Sungguh seandainya aku mengetahui satu bab dari ilmu tentang perintah dan larangan (agama), lebih aku cintai daripada tujuh puluh peperangan di jalan Allah.”

Seseorang karena kebodohannya, terkadang meremehkan ilmu fiqih. Al-Imam al-Nawawi mengutip syair berikut ini:

مَا الْفَخْرُ إلاَّ لأَهْلِ العلم اِنَّهُمُوْا
* عَلَى الْهُدَى لِمَنْ اسْتَهْدَى أَدِلاَّءُ

Tiada kebanggaan yang hakiki kecuali bagi ahli ilmu agama
Mereka para penunjuk kebaikan kepada orang-orang yang meminta petunjuk

وَقَدْرُ كُلِّ امرئ ما كان يحسنه
* والجاهلون لأَهْلِ الْعِلْمِ أَعْدَاءُ

Derajat seseorang adalah apa yang menjadi kepandaiannya
Sedangkan orang-orang bodoh akan menjadi musuh kepada ahli ilmu

Dikutip dari kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, karya al-Imam al-Nawawi radhiyalaahu ‘anhu.

Sementara itu di lain tempat, penilaian miring dan buruk Pak Hasyim Muzadi itu, ditanggapi santai saja oleh Kiai Luthfi Bashori

Redaksi mencoba menghubungi KH. Luthfi Bashori untuk melakukan wawancara tandingan atas beberapa penilaian buruk Pak Hasyim Muzadi terhadap Ketua Umum Pesantren Ilmu Al Quran, pesantren yang pernah menjadi tempat mengaji KH. Azaim Ibrahimy itu. Kiai Azaim sendiri dalam wawancara dengan Pak Hasyim adalah sosok yang sangat dipuji -puji Pak Hasyim Muzadi. Berikut wawancara selengkapnya.

Ada kabar KH. Hasyim Muzadi wawancara dengan website bangsatonline.com dan mencoba mengadu domba KH. Hasyim Muzadi dengan NU Garis Lurus. Bagaimana tanggapan Kiai?

Mohon maaf, infonya nama saya dan Kyai Idrus Ramli disebut juga di Website tersebut.

Kalau menghadapi fitnah semacam itu, saya kira setiap Pejuang Islam yang mengambil bagian Nahi Munkar, sudah lumrah kalau mendapat serangan fitnah semacam itu.

Fitnah seperti itu kan pernah juga diterima oleh Rasulullah SAW, seperti saat beliau dituduh sebagai tukang sihir dan sebagainya oleh kaum kafir Quraisy.

Menurut Kiai Hasyim di berita tersebut, Antum dan Kiai Idrus hanya tahu fiqh tapi bukan aktivis NU?

Itu terserah penilaian beliau dan siapa saja boleh menilai perjuangan orang lain, baik positif maupun negatif.

Saya pernah dialog SMS dengan beliau, saat itu belum ada WA (WhatsApp), bertema tentang kepemimpinan wanita, yang saat itu Pak Hasyim mencalonkan diri jadi Wapres-nya Megawati, dan ringkas isi dialognya, beliau bilang bahwa Putri Rasulullah SAW saja pernah memimpin perang.

Tentu saja pernyataan itu saya sanggah dan saya jawab, Putri Rasulullh SAW yaitu St. Fathimah, saya pastikan tidak pernah memimpin perang apapun, kalau Pak Hasyim bisa mendatangkan kitab sejarah dari ulama mana saja yang berbeda dengan kitab sejarah yang saya punya, dipersilahkan, bisa juga diskusi di depan publik.

Kemudian Pak Hasyim menjawab, “Maaf kalau saya salah”.

Dari sini saya bisa mengerti, bahwa Pak Hasyim sedang memerankan politik dengan melewati pintu sejarah, sayang sejarah yang salah dipahami oleh beliau.

Trik-trik politik yang sedikit keluar dari rel syar’i semacam ini memang cukup ampuh untuk menarik warga NU kelas awwam.

Nah, karena saat ini musimnya umat Islam menuntut Ahok agar dipenjara karena kasus penistaan agama, di saat akan ada Pilkada DKI, maka bermunculanlah trik-trik politik yg sedikit melenceng dari syariat itu untuk mempengaruhi kalangan Nahdliyyin awwam, agar pro Ahok.

Mungkin juga Website bangsa online sedang memainkan peran itu.

Wallahu Alam


Artikel Terkait