SAS Larang Demo Bela Al Quran, Kiai Luthfi: Ucapannya Tidak Boleh Ditaati

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Ketua Umum PBNU Prof. Dr. Said Agil Siroj (SAS) sebagaimana dilansir banyak media melarang warga Nahdliyyin mengikuti demo dalam aksi pembelaan Al Quran. Padahal jajaran pengurus syuriah PWNU DKI Jakarta yang juga sesepuh PBNU seperti KH. Maulana Kamal Yusuf selalu turun bersama ribuan massa kaum muslimin menolak arogansi gubernur Jakarta Basuki/Ahok.

Menyindir larangan SAS, Imam Besar NU Garis Lurus yang juga pengurus syuriah MWC NU Singosari, Malang KH. Luthfi Bashori menyerukan kaum muslimin untuk tidak mengikuti larangan dari ketum PBNU tersebut. Berikut sindiran Kiai Luthfi yang kami kutip dari akun pribadinya.

@ TOKOH PARANOID ITU

“MENJELANG KEMATIAN, AKAL PIKIRANNYA BERUBAH”

Oleh KH. Luthfi Bashori

لقد تغير عقله قبل موته

(Sebelum meninggal dunia, akal sehatnya menjadi berubah).

Kondisi seperti ini, tidak jarang terjadi pada seorang tokoh yang terkenal di tengah masyarakat.

Terkadang ada orang yang di masa mudanya, atau di saat usia produktif, ia mempunyai pemikiran yang terkenal cukup baik, hingga dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Namun di saat ajalnya sudah dekat, ternyata Allah merobah akal pikirannya, menjadi seseorang paranoid yang selalu kontroversial di tengah masyarakat.

Maka yang tampak pada setiap ucapan dan perbuatannya, sering kali bertolak belakang dengan pemahaman kebanyakan masyarakat yang berakal sehat.

Misalnya ada tokoh Islam, namun sebelum ajal menjemput, tiba-tiba ia melarang umat Islam untuk berjihad di jalan Allah dalam melawan ‘Kekafiran’ atau melarang Demo Terhadap ‘Penista Alquran’.

Kira-kira seperti inilah kondisi seseorang yang pada akhir hayat, telah berubah akal pikirannya, maka segala ucapan dan perbuatannya di saat seperti itu, tidak boleh diikuti dan dijadikan pedoman oleh umat Islam dalam segala kondisi.

Wallahu Alam


Artikel Terkait