Kasus Hina Al Quran, Ratusan Santri PIQ Kirim Surat Untuk Presiden

Shortlink:

image

image

image

image

image

image

NUGarisLurus.Com – Menyikapi penghinaan terhadap Al Quran oleh Gubernur Jakarta, Ratusan santri Perguruan Ilmu Al Quran (PIQ) Singosari, Malang, Jawa Timur mengirim surat terbuka untuk Presiden Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo. Surat ini dibacakan langsung ketua umum PIQ KH. Luthfi Bashori sebagaimana kami kutip dari halaman Aswaja Garis Lurus.

SURAT TERBUKA  “PESANTREN ILMU AL QUR’AN SINGOSARI MALANG” KEPADA PRESIDEN, IR JOKO WIDODO TERKAIT PENISTAAN AGAMA OLEH GUBERNUR DKI
__________________________

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Salam Kepada Bapak Presiden, Ir. Joko Widodo.

Mohon maaf sebelumnya, jika kami menyita sedikit waktu Bapak.

Bapak Presiden.
Setelah kami mendengar secara lengkap video Dialog Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan warga Kepulauan Seribu, 27 September, 2016, maka kami menilai bahwa apa yang disampaikan oleh Sdr. Basuki Tjahaja Purnama itu sangat melukai hati seluruh umat Islam, karena ucapannya itu mengandung Penistaan dan Pelecehan terhadap Al Qur’an, kitab suci umat Islam.

Khususnya kami para pengasuh, guru dan pengurus Pesantren Ilmu Al Qur’an Singosari Malang yang setiap hari mengajarkan Al Qur’an beserta nilai-nilai kebaikan yang tersurat maupun yang tersirat di dalamnya, kepada seluruh anak didik serta masyarakat luas, kami sangat keberatan atas pernyataan Sdr. Basuki Tjahaja Purnama terhadap Surat Al-Maidah 51.

Untuk itu, kami mohon kepada Bapak Presiden, Ir. Joko Widodo agar bersedia memecat secara tidak terhormat Sdr. Basuki Tjahaja Purnama dari jabatan Gubernur DKI, dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia, atas dugaan adanya penistaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

Menurut kami, sangat tidak pantas dan tidak baik bagi pendidikan generasi penerus bangsa, jika mendapati seorang pelaku Penista Agama, dipertahankan menjadi pejabat publik sekelas Gubernur DKI Jakarta yang merupakan Ibu Kota Indonesia, serta jabatan publik manapun, karena dikhawatirkan berpengaruh negatif bagi akhak anak didik kami, terlebih jika mengakibatkan disintegrasi bangsa di tengah masyarakat.

Demikian dan atas perhatian serta kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

TTD

PENGASUH
(KH. M. Basori Alwi)

KETUA UMUM
(KH. Luthfi Bashori)

KEPALA MADRASAH
(H. Yasin Wasiat)

SEKRETARIS UMUM
(Achmad Afandi)


Artikel Terkait