NU Garis Lurus Bersama AUMA & Aliansi Ulama Tapal Kuda

Shortlink:

image

image

image

image

NUGarisLurus.Com – Sabtu, (13/8) Pengukuhan pengurus Aliansi Ulama Tapal Kuda (AUTADA) atau wilayah jawa timur ujung timur yang meliputi Probolinggo, Banyuwangi, Jember, Pasuruan dan Bondowoso di Pondok Pesantren Nurul Qodim, Paiton, Probolinggo. AUTADA sendiri merupakan forum aliansi para ulama yang bisa disebut adik kandung Aliansi Ulama Madura (AUMA) yang telah lebih dulu berdiri.

Hadir dalam kesempatan tersebut dari pengurus mabes NU Garis Lurus, KH. Luthfi Bashori, KH. Muhammad Idrus Ramli, Ketua AUMA KH. Ali Karrar Shinhaji, Kiai Pasuruan yg diundang, Ketua Jam’iyyah Aswaja Bangil KH. Nurkholis Musytari dan diwakili Sekjend Ustadz Munir, Ketua AUTADA KH. Hasan Abdul Jalal, pengasuh Pesantren Nurul Qadim Paiton, KH. Muhammad Jaiz Badri dan puluhan ulama senior serta sesepuh para kiai wilayah Madura dan Tapal Kuda.

Berikut ini pesan yang disampaikan KH. Luthfi Bashori atas pencapaian pembentukan pengurus Aliansi Ulama Tapal Kuda dan Aliansi Ulama Madura serta untuk langkah perjuangan kedepan nantinya.

Yang terhormat para ulama yang tergabung dalam AUMA (Aliansi Ulama Madura) dan AUTADA (Aliansi Ulama Tapal Kuda) yang dirahmati oleh Allah.

Para ulama Aswaja yang beraqidah lurus, sebenarnya hanya butuh keberanian saja untuk menyampaikan yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil.

Itulah perjuangan saat ini yang sangat berat, karena akan dapat mengundang ‘musuh’ dari kalangan intern umat Islam sendiri.

Banyak dari para ulama Aswaja saat ini, jika ditinjau dari segi keilmuan agamanya maka tidak perlu diragukan.

Namun barangkali, yang sangat dibutuhkan untuk benah-benah di intern umat Islam, baik dari segi aqidah maupun moralitas, adalah ulama yang benar & istiqamah, tidak takut dimusuhi oleh kalangan awam, tidak takut dihasudi oleh teman sejawat, tidak takut diturunkan dari jabatannya, baik dari jabatan di ormas maupun jabatan di pemerintahan (jika ada).

Saat ini, umat sedang membutuhkan ulama yang mandiri, berani menyampaikan kebenaran, berani melawan kebohongan publik, serta berani menolak upaya pendangkalan aqidah dan moralitas.

Semoga akan bermunculan satu demi satu para Ulama Pejuang Aswaja dalam melawan kemunkaran yang berkembang di kalangan masyarakat…!!!

Wallahu Alam


Artikel Terkait