KH. Muhammad Subadar, Tokoh Lurus Yang Talaq 9 Atas Gus Dur

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Kaum Nahdliyyin sangat kehilangan atas wafatnya KH Muhammad Subadar Bin KH. Mas Subadar/Baqir. Beliau adalah salah seorang ulama kharismatik NU yang lurus dan sangat berpengaruh di kalangan jam’iyyah umat Islam terbesar di Indonesia ini.

Menantu almarhum yang juga Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, Sabtu malam kepada wartawan menyampaikan pesan terakhir sebelum beliau wafat.

Pria yang akrab disapa Gus Ipong ini menyampaikan pesan KH. Muhammad Subadar yang berkaitan dengan paham ahlussunnah wal jamaah yang dianut warga NU.

Almarhum berpesan supaya warga NU selalu menjaga paham tersebut. Almarhum juga meminta supaya gairah (ghiroh) warga NU kembali ke gairah NU pada saat kepemimpinan KH Hasyim Asyari.

“Beliau menginginkan bagaimana NU pada zaman Mbah Hasyim Asyari,” ujar Gus Ipong.

Adapun KH Muhammad Subadar menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (30/7/2016) sekitar pukul 19.43 WIB.

Rois Syuriah PBNU itu meninggal di kediamannya usai menjalani perawatan di Surabaya. Kyai kelahiran 1942 itu awalnya dirawat di Graha Amerta RSUD Dr Soetomo, lalu dipindah ke RS Darmo Surabaya.

Kemudian almarhum meminta dipulangkan, meskipun proses perawatan belum selesai. KH Muhammad Subadar kemudian meninggal setelah tiba di kediamannya.

Almarhum rencananya dimakamkan pada Ahad hari ini (31/7/2016) pukul 13.00 WIB di kompleks pemakaman keluarga.

TALAQ SEMBILAN ATAS GUS DUR

Berbincang tentang sosok KH. Mas Muhammad Subadar, Imam Besar NU Garis Lurus KH. Luthfi Bashori kepada redaksi NUGarisLurus.Com, menceritakan sekelumit tentang pribadi ulama lurus yang mengagumkan.

Kiai Luthfi menjelaskan bahwa Kiai Mas Subadar masih mempunyai kedekatan famili dengannya.

“Paman saya, atau adik kandung abah saya, namanya Abdullah Alwi Murtadla menikah dengan Ibu Atikah dari Pasuruan yang masih famili dengan KH. Subadar.  Jadi kedekatan keluarga saya dengan Almarhum itu karena masih ada faktor kekeluargaan atas dasar pernikahan, “cerita Pengasuh pesantren Ribath Al Murtadla Singosari, Malang ini Ahad, (31/7/2016).

Selanjutnya Kiai Luthfi bercerita bahwa KH. Mas Muhammad Subadar adalah ulama yang pernah mengucapkan talaq (cerai) atau putus hubungan terhadap tokoh liberal Gus Dur hingga talaq sembilan.

Kiai Subadar ternyata meneruskan jejak para ulama dulu yang juga pernah mufaroqoh terhadap Gus Dur seperti KH. As’ad Syamsul Arifin, KH. Abdullah Faqih Langitan, KH. Idris Marzuki Lirboyo, KH. Hamid Baidlowi Lasem, KH. Abdurrahman Chudlori Tegalrejo Magelang, dan para ulama sepuh yang telah wafat mendahului kita.

Berikut ini perbincangan talaq 9 KH. Mas Subadar dengan KH. Luthfi Bashori sebelum meninggalnya Gus Dur sebagaimana yang disampaikannya kepada redaksi.

Redaksi (R): Apakah boleh cerita panjenengan kami masukkan di website?

Kyai Luthfi (KL): Boleh, karena beliau sudah wafat. Beliau menyampaikan langsung kepada saya (KH. Luthfi Bashori) saat sama-sama menghadiri undangan pernikahan salah satu keluarga pesantren di Jawa Timur berapa bulan sebelum Gusdur meninggal dunia.

Beliau saat itu duduk bersebelahan dengan saya. Terus bertanya dengan bisik-bisik kepada saya, karena banyak tamu yang lainnya:

KH. SUBADAR: “Apa ada ya *Talaq Sembilan* itu ?

KH. LUTHFI BASHORI: “Ya nggak ada Kyai kalau *Talaq Sembilan*, yang ada kan maksimal *Talaq Tiga*, memang ada apa Kyai?

KH. SUBADAR: “Soalnya saya mau *TALAQ SEMBILAN* dengan Gusdur”

Maka saya pun tersenyum dan akhirnya sama-sama membahas kesalahan Gus Dur dalam tinjauan Syariat Islam, termasuk membahas pernyataan Gusdur: “Alquran adalah kitab suci paling porno se dunia”. Sekaligus membahas langkah KH. Hamid Baidhowi, Lasem yang ketika itu juga melaporkan Gus Dur ke Mabes POLRI karena pernyataannya itu dinilai telah melecehkan agama Islam.

Beliau juga cerita ke saya, setelah memutuskan talaq dengan Gus Dur, suatu saat beliau ada undangan bersama dengan Gus Dur di salah satu acara ke-NU-an.

Almarhum datang lebih dulu,  setelah duduk agak lama dan sempat ikut bermusyawarah, kemudian datanglah Gus Dur.

Demi menghindar agar tidak bersalaman dengan Gus Dur, maka seketika itu KH. Muhammad Subadar minta diantarkan ke toilet, dan akhirnya beliau tidak bersedia kembali ke tempat musyawarah bahkan memutuskan untuk pulang.

Anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) Muktamar Jombang

KH. Mas Muhammad Subadar termasuk 9 ulama kharismatik yang menjadi anggota AHWA pada muktamar NU Jombang yang digelar beberapa waktu yang lalu. Selain aktif sebagai syuriah PBNU, Kiai Subadar juga merupakan Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP, yang diketuai oleh  ulama’ sepuh kharismatik, KH. Maimoen Zubair.

image

Semoga segera muncul lagi 1000 Muhammad Subadar yang lain melalui generasi Nahdliyyin lurus yang siap meneruskan perjuangan beliau untuk Izzul Islam wal muslimin. Aamiin ya robbal ‘Alamiin.

Wallahu Alam

image


Artikel Terkait