KH. Mustain: Ikut Muktamar, Pertanyaan Malaikat Maut Jawab Islam Nusantara

Shortlink:

image

NUGarisLurus.com – Saat ngaji dalam peringatan tujuh hari meninggalnya Mursyid Thariqoh sekaligus Pengasuh Pesantren Darul Ulum Rejoso, KH Dimyati Romli, Senin (23/6/2016), Dr KH. Achmad Mustain Syafiie M,ag. mengatakan bahwa maut tak bisa ditolak.

’’Tidak diundang pun, kematian pasti datang,’’ kata pakar tafsir Quran Pesantren Tebuireng ini.

Hal itu berbeda dengan yang lain. ’’Kalau selain kematian, masio dipasangi spanduk gurung mesti teko. Masio kuntul dibarisno sak Jawa Timur yo gurung mesti teko,’’ ucap mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat ini disambut tawa ribuan jamaah yang hadir.
 
Di Cina, kata Kiai Mustain, ada terapi kematian. Orang hidup, dipacaki seperti orang mati. Lalu dimasukkan peti mati. Kemudian diuneni dengan bahasa-bahasa psikologi. ’’Terapi mati seperti ini berhasil membuat orang-orang yang brengsek jadi baik. Orang yang brengsek seperti apapun, ikut terapi ini akhirnya berubah jadi baik. Tingkat keberhasilannya mencapai 90 persen,’’ jelasnya.

Hal itu   mempraktekkan dawuh Nabi Muhammad SAW, kafa bil mauti waidon. Cukuplah kematian sebagai nasehat. ’’Kita orang Islam hapal itu, tapi tidak di elmuni. Justru yang ngelmuni adanya di Cina. Saya kira toriqah mampu membuat kurikulum seperti itu,’’ paparnya.

’’Apalagi pertanyaan malaikat Munkar Nakir sudah lama bocor,’’ tambahnya kembali disambut ger-geran.

Pertanyaan di kubur yang pertama, siapa tuhanmu.  Kedua, siapa nabimu. Ketiga, apa agamamu. ’’Kiro-kiro pertanyaan ini yang nanti bikin masalah. Sebab ketika ditanya apa agamamu, ada yang jawab, agama saya Islam Nusantara,’’ ucapnya kembali disambut ger-geran. ’’Jawabe malaikat, koen melok Mukmatar nang Jombang yo kok jawab Islam Nusantara,’’ lanjut Kiai Mustain yang kembali disambut ger-geran.

Profesor Eimer di Amerika, kata Kiai Mustain, pernah meneliti 500 orang yang mati suri.

’’Orang yang mati suri itu disuruh menceritakan apa yang dialami selama mati. Ternyata ada tiga jawaban yang disampaikan oleh hampir seluruhnya,’’ kata Kiai Mustain.

Pertama, orang yang mati suri itu merasa dibawa oleh makhluk cahaya memasuki lorong. ’’Makhluk cahaya. Mungkin ini istilah mereka untuk mendefinisikan malaikat. Sebab malaikat diciptakan dari nur/cahaya,’’ jelasnya.

Kedua, mereka ditunjukkan rekaman perbuatan mereka selama hidup di dunia. ’’Mereka melihat tayangan semua hal yang dilakukan. Ini sudah disebutkan dalam QS An Naziat. Yauma yatazakkarul insanu ma sa’a. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya (QS An Naziat 35),’’ jelasnya.

Ketiga, orang-orang yang mati suri itu ternyata semuanya ingin kembali ke dunia. Alquran juga telah mengingatkan hal ini. ’’ Ya laitana nuroddu wala nukazzibu biayati robbina wanakuna minal mukminin (Kiranya kami dikembalikan ke dunia  dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman (QS Al-An’am 27),’’ ucap Kiai Mustain.

’’Mumpung kita belum memasuki lorong, mari kita persiapkan diri kita,’’ pungkas Kiai Mustain.

Sumber: Blog Ansor Kota Jombang


Artikel Terkait