Aktivis NU GL Tegur Langsung Mendagri Tjahjo Kumolo

Shortlink:

NUGarisLurus.Com – Situs kristen kompas terus membuat opini atas peraturan soal penutupan warung disiang hari puasa Ramadhan. Kali ini giliran pejabat negara sekelas mendagri ikut memberikan intervensi. Ternyata setelah didesak Mendagri mengaku bila pernyataannya karena desakan pers.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menginstruksikan direktur Satpol PP untuk menegur dan mengingatkan jajaran Satpol PP Kabupaten Serang agar tidak berlebihan saat menjalankan instruksi kepala daerah.

Instruksi tersebut terkait dengan razia yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Serang pada Jumat (10/6/2016) terhadap puluhan warung makan di Kabupaten Serang.

Salah satu warga yang terkena razia adalah Saeni (53), warga Kabupaten Serang yang berjualan nasi di warung makan miliknya pada siang hari.

“Bahwa dalam melaksanakan instruksi kepala daerah atau melaksanakan peraturan daerah harus bersikap simpatik, mengedepankan penyuluhan, tidak over acting, dan menimbulkan tidak simpatiknya masyarakat kepada pemerintahan baik pusat maupun daerah,” tulis Tjahjo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/6/2016).

Dia menambahkan, Satpol PP di semua daerah harus melakukan introspeksi dari kejadian tersebut. Tjahjo menyarankan warung makan yang buka saat Ramadhan cukup diingatkan agar tidak terlalu mencolok aktivitasnya.

“Supaya tidak mencolok cukup ditutup tirai, tujuannya menjaga toleransi masyarakat yang beragam,” lanjut Tjahjo.

Tjahjo pun menyatakan, tugas Satpol PP memang melaksanakan perda. Namun, sejak tahun 2015, dirinya sebagai pembina Satpol PP mengatakan bahwa tugas Satpol PP harus mengutamakan penyuluhan.

“Jangan over acting dan sok kuasa, memang masyarakat di daerah harus ditertibkan, tetapi tetap harus manusiawi,” papar Tjahjo.

“Saya pribadi sebagai Mendagri memberikan dana sebagai modal kerja kepada penjual makanan yang makanannya disita Satpol PP,” lanjut dia.

Menanggapi pemberitaan diatas aktivis NU Garis Lurus Gus Adam Bin Ridlwan memberikan teguran tegas untuk mendagri Tjahjo Kumolo. Melalui no. Hp Whatssap pribadi Bapak Mendagri meresponnya dengan belepotan. Berikut ini dialog Gus Adam dengan Bapak Tjahjo Kumolo.

[12/6 21:00] Gus Adam Ibn Ridlwan: Kenapa Anda begitu reaktif dalam kasus Satpol PP di Serang namun Anda tanpa ada komentar di media ketika Satpol PP bentrok dengan pedagang kaki lima yang notabene nya keduanya sama -sama melanggar perda…?

image

image

image

Dimana Anda Ketika Ini Terjadi?

image

Apa lantaran ini moment ramadan dan umat Islam sedang berpuasa kemudian Anda tampil sebagai fungsi Penasehat Satpol PP …?

Mohon tanggapan Anda pak Menteri Dalam Negeri.

[12/6 21:08] Mendagri Tjahjo Kumolo: Sejak awal th 2015 dlm upacara HUT satpol PP) instruksi sy jelas bhw satpol PP dlm melaksanakan Tugas mengamankan kebijakan perda atau kepal daerah) mengedepankan langkah penyuluhan dan simpatik tdk over akting dll) dibawah saya di kemendagri ada direktur satpol PP yg selalu menegur kepala satpol PP disemua daerah yg terekam ada kegiatan2 yg kasar kpd masy didaerahnya)dmk sy sampaikan) setahun 2 kali ada diklat pimp satpol PP se IND di Jkt memberikan penyuluhan2 agar tdk arogan. Tp msh saja ada oknum2 satpol PP yg over akting-dmk

[12/6 21:12] Gus Adam Ibn Ridlwan: Kami percaya akan hal itu pak. Namun dalam kasus Serang ini Anda terkesan begitu reaktif. Sedangkan ketika terjadi aksi2 anarkis oleh Satpol PP sebelum kejadian di Serang kenapa Anda seolah menutup mata..?

Ini yang kami sesalkan.
Ayolah pak..kita dalam satu agama yang sama. Tuhan kita sama. Cobalah berbuat adil dan bijaksana.

Sekali lagi…kenapa hanya kasus ini kemudian Anda sebagai Menteri Dalam Negeri tampak begitu reaktif dan responsif.

[12/6 23:32] Mendagri Tjahjo Kumolo: Pers) yg mengejar saya – kalau tdk dikejar pers sy hanya kirim tim kecil ke serang-

image

Foto Menag ini dikirim oleh Mendagri

[13/6 06:10] Gus Adam Ibn Ridlwan: Kyai Ma’ruf: Hormati Yang Puasa, Jangan Dibalik http://www.nugarislurus.com/2016/06/kyai-maruf-hormati-yang-puasa-jangan-dibalik.html

Kepada redaksi NUGarisLurus.com, Gus Adam menceritakan dialog diatas semalam dan Mendagri tidak memberikan jawaban lagi

Wallahul Musta’an


Artikel Terkait