Pesantren Sidogiri Sorot Kunjungan Hary Tanoe Ke Pesantren

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Beberapa pesantren yang keterlaluan menghormati tokoh non muslim telah melanggar Syariat Allah. Berikut ini kami kutip dari website resmi pesantren Sidogiri atas hasil keputusan pembahasan masalah isu tersebut.

Deskripsi Masalah

Dalam beberapa hari ini media masa diramaikan dengan berita kunjungan Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo ke Pesantren Al-Falah Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dalam kunjungan tersebut, tokoh politikus pemilik MNC Grup yang biasa disebut dengan HT tersebut, ia mengenakan baju seragam Perindo berwarna putih dan memakai peci nasional, bahkan dalam sebagian posenya, pria beragama Kristen kelahiran tahun 1965 tersebut, HT mengenakan surban layaknya seorang ustad.

Dalam kesempatan tersebut HT sempat berbagi pengalaman membangun usaha dan wawasan kebangsaan terhadap ribuan santri Pesantren tersebut. Tak ayal kunjungan HT tersebut disambut langsung oleh pengasuh dan para santri, mereka yang notabenenya adalah pemangku lembaga keislaman memberi penghormatan yang sangat special kepada non muslim. Bahkan bisa dikatakan melampai batas, para santri menyambut kedatangan HT dengan diiringi tabuhan rebana dan salawat layaknya menyambut seorang ulama besar dan mulya, para santripun berdiri berjejer rapi Menyambut kedatangan HT seraya bersalaman dengan mencium tangan nya.

Pertanyaan

1. Bagaimana hukum menyambut kedatangan orang non muslim dengan cara diiringi rebana dan salawat sambil berdiri berjejer?

2. Bagaimana pandangan syariat mengenai bersalaman kepada non muslim dengan cara mencium tangannya?

Jawaban

1. Menyambut kedatangan non muslim dengan cara :

1) berdiri berjejer menyambut kedatangan non muslim yang seperti layaknya penyambutan kepada seorang ulama’ atau orang soleh,

2) diiringi tabuhan rebana sambil bersalawat seolah menghormat kedatangan Nabi Muhammad SAW pada waktu ke Madinah,

3) bersalaman dengan mencium tangan non muslim,

semua itu bentuk penghormatan kepada non muslim yang dilarang oleh Syariat Allah.

Dalam kitab Fatawa al-Fiqhiyah al- Kubro karya imam ibnu hajar al- Haitamy menjelaskan “orang islam tidak boleh (haram) mengagungkan atau menghormat orang kafir dengan berbagai bentuk penghormatan, dan barangsiapa menghormat orang kafir karena menginginkan hartanya maka orang tersebut berdosa dan bodoh”

Nabi Muhammad SAW berkata:
“ barang siapa rendahdiri (tawadu’) kepada orang islam kaya dikarenakan kekayaannya maka hilanglah dua pertiga agamanya” , hal ini tawadu’ kepada orang islam
semata-mata karena kekayaannya sudah dapat menghilangkan dua pertiga agamanya apalagi tawadu’ kepada orang kafir.

ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﻔﻘﻬﻴﺔ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ ‏( /4 223 )
ﻭﺳﺌﻞ ﻧﻔﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻌﻠﻮﻣﻪ ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻘﺒﻞ ﻳﺪ ﺍﻟﺤﺮﺑﻲ ﺍﻟﻤﺸﺮﻙ ﻭﺃﻥ ﻳﻘﻮﻡ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺃﻥ ﻳﺼﺎﻓﺤﻪ ﻭﺃﻥ ﻳﺘﺨﻀﻊ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻛﻞ ﺫﻟﻚ ﻟﻴﻨﺎﻟﻪ ﻣﻨﻪ ﻣﺎﻟﻴﺔ ﻭﺇﺫﺍ ﻗﻠﺘﻢ ﺑﻌﺪﻡ ﺍﻟﺠﻮﺍﺯ ﻓﻤﺎ ﻳﺘﺮﺗﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻣﺎﺫﺍ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﻓﺄﺟﺎﺏ ﺑﻘﻮﻟﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻌﻈﻢ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ ﺑﻨﻮﻉ ﻣﻦ ﺃﻧﻮﺍﻉ ﺍﻟﺘﻌﻈﻴﻢ ﺳﻮﺍﺀ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺍﺕ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻭﻣﻦ ﻓﻌﻞ ﺫﻟﻚ ﻃﻤﻌﺎ ﻓﻲ ﻣﺎﻝ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ ﻓﻬﻮ ﺁﺛﻢ ﺟﺎﻫﻞ ﻛﻴﻒ ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺗﻮﺍﺿﻊ ﻟﻐﻨﻲ ﻷﺟﻞ ﻏﻨﺎﻩ ﺫﻫﺐ ﺛﻠﺜﺎ
ﺩﻳﻨﻪ ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺘﻮﺍﺿﻊ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﺍﻟﻐﻨﻲ ﻳﺬﻫﺐ ﺛﻠﺜﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻓﻤﺎ ﺑﺎﻟﻚ ﺑﺎﻟﺘﻮﺍﺿﻊ ﻟﻠﻜﺎﻓﺮ. ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ.

Lajnah Tashih Sidogiri


Artikel Terkait