Klarifikasi, KH. Ahsan Qomaruzzaman: Hary Tanoe Memaksa Datang

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Salah satu pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong Kraksaan KH. Ahsan Qomaruzzaman memberikan klarifikasi atas kehadiran Hary Tanoesoedibjo ke pesantrennya di Kraksaan, Senin (9/5/2016).

Menurut Gus Aka begitu beliau sering disapa, pihak pesantren sudah menolak kedatangannya namun Hary Tonoe tetap memaksa datang

“Perlu diketahui, kunjungan Hary Tanoe ke pondok Genggong sudah ditolak, tapi dia nya memaksa ingin berkunjung, “ujar Kiai Ahsan melalui akunnya dikolom komentar NU Garis Lurus, Jum’at (13/5).

Kiai Ahsan menjelaskan bahwa karena pemimpin partai Perindo itu ‘memaksa’ datang, pihak pesantren tidak melakukan persiapan apapun untuk menyambutnya.

“Makanya disana tidak ada persiapan terop dan makan. Hanya aqua dan kue sebagai ikroman lid dloif (menghormati tamu), “terangnya.

Sebelumnya ramai diberitakan kunjungan Hary Tanoesoedibjo (HT) berbagai pesantren dan termasuk ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, asuhan KH. Moh. Hasan Saiful Islam.

Dalam akun twitter pribadinya, HT mengklaim telah memberikan bantuan dana pendidikan ke berbagai pesantren tersebut. Namun konfirmasi dari Gus Aka menyatakan bahwa bantuan simbolis hanyalah berupa kotak yang menyerupai Al Qur’an dan bukan mushaf Al Qur’an.

Adapun mengenai santri yang bersalaman dan mencium tangan, Gus Aka juga memberikan keterangan bahwa pihak pesantren sudah melarang untuk bersalaman, Namun santri yang masih kecil dan belum baligh banyak yang masih tidak tahu larangan tersebut.

Terakhir tentang berita dari website milik HT Okezone yang menyebut pengasuh mendoakan HT jika jadi pemimpin, Klarifikasi dari pengasuh menyatakan bahwa doa yang dibaca adalah doa qunut اللهم اهدنا فيمن هديت. Yaitu doa yang bertujuan agar HT sebagai non muslim mendapatkan hidayah.

Wallahu Alam


Artikel Terkait