KH. Hasyim Muzadi: Saya Sudah Tua, Ungkap Kebenaran Tanpa Kepentingan

Shortlink:

image

image

NUGarisLurus.Com – KH. Hasyim Muzadi menjadi pembicara pada Halaqah Kebangsaan di pendopo kabupaten Purworejo, Senin (23/5) sore. Halaqah Kebangsaan diselenggarakan oleh PCNU Purworejo dan dihadiri oleh Komandan Dandim, Kapolres, Bupati, MUI, FKUB dan segenap alim ulama NU.

Sedianya dalam dialog kebangsaan yang mengusung tema ‘Peta Ideologi & Gerakan Radikalisme Serta Ancamannya Terhadap NKRI’ ini KH As’ad Said Ali juga diundang sebagai pembicara namun tidak bisa datang karena ada acara lain.

Berikut ini pemaparan lengkap Kiai Hasyim tentang berbagai isu mulai dari penyimpangan, syiah, wahabi, liberal hingga PKI/Komunis sebagaimana yang masuk kepada redaksi NUGarisLurus.com

Kebangsaan Menurut NU

KH. Hasyim Muzadi menceritakan bahwa pada Tahun 1983 berkumpullah para ulama panutan NU di Situbondo. Ulama yang benar -benar ulama yang tidak pernah dikritik sana sini. Jika bilang A semua A. Mereka adalah KH. Mahrus Ali, KH. As’ad Syamsul Arifin, KH. Ahmad Watucongol, KH. Ahmad Shiddiq dan para ulama yang lainnya.

Hasil Munas 1983 dari pertemuan para ulama tersebut yang juga sampai terjadi saling menggebrak meja demi kemaslahatan bangsa adalah “kembali ke khittah NU 1926”.

KEPUTUSAN

1. Pemurnian ajaran NU dan pengembangan yang tidak tidak boleh melenceng dari manhaj NU.

Tidak boleh geser menjadi liberal, ekstrimis.

2. Penetapan Pancasila sebagai dasar NU. Tapi NU tetap berpegang kepada ajaran Aswaja An Nahdliyyah.

Alasannya karena piagam madinah tahun ke-2 hijriyah Nabi tidak menyebutnya Negara Islam tapi disebut Mitsaq Madinah (Ketetapan Madinah)

– Ukhuwah Antara Muslimin, bukan ukhuwwah Islamiyah karena sebenarnya yang rumit bukan Islamnya tapi orang muslimnya.

– Yang menyimpang harus ditegaskan keluar dari Islam seperti Nabi Palsu Lia Edan dan Mushoddiq.

Dulu NU dan Muhammadiyah ribut soal Qunut. Tapi NU sudah tidak ribut dengan Muhammadiyah tentang Qunut Subuh karena sekarang sudah banyak yang tidak sholat subuh.

Toleransi tidak boleh berlebihan seperti keluar masuk gereja itu bukan toleransi tapi kegilaan.

– NU tidak boleh berpolitik.

Dulu NU bersama dengan PPP.
Sekarang PKB mencoba menguasai NU. PKB butuh terhadap NU bukan NU yang harus butuh terhadap PKB. Jika dibolak balik PKB ingin menguasai NU maka ini adalah PENGHIANATAN TERHADAP NU (Kiai Hasyim minta ini ditulis).

Saya tidak membenci PKB karena saya termasuk pendiri PKB. Tapi ini harus ditegaskan.

Ancaman KOMUNISME

Sekarang terjadi perang ideologi. Pada tahun 1992 komunisme sudah kalah dengan barat setelah sempat menumpahkan darah dengan pembantaian diseluruh penjuru dunia.

Saya berharap musuh Islam yang tinggal satu yaitu Barat mati setelah kematian komunisme. Namun Ternyata diluar dugaan Barat dan Blok Timur justru bekerjasama menghancurkan barisan Ummat Muhammad Saw.

INI HARUS DISAMPAIKAN KARENA JARANG YANG BERANI MENYAMPAIKAN. KENAPA KOK SAYA BERANI? KARENA SAYA SUDAH TUA DAN TIDAK MEMPUNYAI KEPENTINGAN APAPUN LAGI KECUALI UNTUK MEMBONGKAR MENYAMPAIKAN KEBENARAN.

KRISIS SURIAH

Suriah/Siria adalah Negara Aswaja Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tapi sekarang porak poranda dan diserang semua blok baik barat maupun timur. Amerika, Inggris, Rusia, RRC China, Saudi, Hingga Iran ikut menyerbu.

Ratusan ribu hingga 250 ribu meninggal. Ratusan ribu mengungsi. Tidak ada krisis kemanusiaan yang paling menyedihkan dalam sepanjang sejarah Ummat Muhammad dibanding yang terjadi di Suriah/Siria.

Apa mungkin krisis Suriah akan merembet ke Indonesia?

Lawan kita dulu cuma Muhammadiyah. Sekarang syiah, wahabi, khilafah, ikhwanul muslim dan semua ideologi disekitar Nahdliyyin.

Jika ini tidak disampaikan Indonesia dalam ancaman. Syiah datang secara halus tapi jika sudah kuat dia pasti akan memberontak dan menindas Sunni seperti yang berlaku di Yaman Utara, Yaman Selatan dan negara teluk dan seperti yang sekarang disaksikan adalah yang terjadi Siria/Suriah.

Nasehat Untuk Hizbut Tahrir

Kemarin rombongan Hizbut Tahrir datang ketempat saya. Jadi mereka merasa sudah terdesak dengan gesekan dengan Banser, Ansor dll. Akhirnya mengadu kesaya. Jadi tempat saya ini menjadi tempat pengaduan.

Saya katakan kepada Bapak Ismail Yusanto sebagai pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia. Kalau berdakwah ke Indonesia berhentilah membawa isu ‘khilafah’ karena nanti pasti akan berbenturan ditengah jalan dengan negara.

Penutup

Komunisme sekarang bangkit karena itu termasuk ideologi Internasional bukan ideologi Nasional.

Dimana suara Pengurus PBNU? PP Muhammadiyah? Partai -partai Islam terhadap kepentingan kaum muslimin?
Apakah menunggu bentrokan?

Maka seruan kami kepada para kiai dan pesantren ‘alaikum anfusakum. Sebarkan dan ajaran Islam Rahmatan Lil Alamiin.

Jika ada potensi kerusuhan dan bentrokan jangan pernah main hakim sendiri. Sampaikan kepada aparat yang sudah berkewajiban dan tidak perlu terjun sendiri.

Wallahu Alam

PURWOREJO, Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi melontarkan kritik cukup keras kepada Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) yang terkesan menutup mata terhadap kondisi negara yang mulai dimasuki berbagai paham keagamaan yang berhaluan radikal. Pernyataan itu disampaikan Hasyim Muzadi di depan ratusan ulama dan kyai NU yang menghadiri Halaqah Kebangsaan di pendopo kabupaten Purworejo, Senin (23/5) sore. Halaqah Kebangsaan diselenggarakan oleh PC NU Purworejo.

Menurut Muzadi, paham radikalisme yang mulai berkembang di Indonesia berasal dari Islam dan luar Islam. Termasuk di dalamnya paham komunisme yang menurutnya merupakan radikalisme murni.

“Saya tegaskan di sini, komunis itu bukan korban, tapi adalah radikalisme murni,” tandas pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Malang itu.

Berkaitan dengan penanganan paham radikalisme termasuk komunis, Hasyim Muzadi meminta agar aparat kepolisian berani bertindak tegas.

“Polisi harus mencegah, jangan menunggu terjadi bentrok dulu baru turun tangan,” tegasnya.

Di bagian lain KH Hasyim Muzadi mengatakan, NU tidak boleh geser sedikit pun dari ahli sunnah wal jamaah.

“Kalau bergeser, NU bisa jadi liberal, atau ekstrem bahkan bisa jadi pemberontak,” katanya.


Artikel Terkait