Ketegasan Menhan Jend. Ryamizard Ryacudu Terhadap Isu PKI

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Ketegasan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu terhadap isu kebangkitan PKI patut diacungi jempol. Sudah sejak tahun 2015 beliau mendesak presiden untuk tidak perlu minta maaf terhadap PKI.

Akhir -akhir ini beliau kembali menegaskan sikapnya terhadap isu kebangkitan partai komunis tersebut.

“Saya ingatkan yang PKI-PKI ini ya, saya ini menteri pertahanan, saya tidak ingin terjadi keributan di negara ini,” ujar Ryamizard saat diwawancarai wartawan di sela pelepasan prajurit yang dilepas ke perbatasan RI-Papua Nugini di Pelabuhan Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (9/5/2016) sebagaimana dikutip detik.com.

Selain itu, Ryamizard juga meminta agar oknum yang masih memakai lambang serta simbol berlambang palu arit yang artinya adalah seorang komunis agar segera ditangkap karena melanggar undang-undang.

“Kalau kita patuh hukum ditangkap itu yang pakai baju PKI, melanggar Tap MPR UU yang sudah dibuat, itu sudah dilaksanakan, yang melanggar ditangkap,” tegasnya seperti dilansir okezone.com.

Dijelaskan Ryamizard, ancaman negara saat ini banyak sekali, termasuk paham radikalisme kiri dan kanan. Radikalisme kanan yang dimaksudnya adalah agama, sedangkan kiri komunis. Kedua paham itu jelas bertentangan dengan Pancasila.

“Negara kita ini negara Pancasila. Pancasila itu tidak ke kiri tidak ke kanan. Tidak ada paham apapun yang radikal. Kalo enggak mau Pancasila, ya keluar dari negara ini. Paham pancasila luar biasa. Itu bukan dibuat orang, kalo liberal, komunis, radikal, sosialis itu dibuat orang. Tapi kalau Pancasila siapa yang buat? Yang buat Tuhan,” jelasnya.

Ryamizard menegaskan agar jangan ada yang coba-coba membangkitkan PKI di tanah air. Dia meminta agar semua masyarakat tak menimbulkan polemik yang bisa mengganggu kepentingan nasional.

“Pancasila itu budaya kita. Enggak ada budaya kita musuh-musuhan, bunuh- bunuhan. Budaya kita itu gotong royong bersama-sama. kalo enggak mau gotong royong keluar saja dari negara ini. Kita mau negara ini makmur, tenteram. Jadi PKI udahlah, kenapa mau timbul-timbul lagi. Nanti marah loh rakyat. Yang sudah lalu sudah lah. Kita mau membangun, kasihan dong Bapak Presiden (Joko Widodo) tiap hari mengurus masalah ekonomi, kok mau diganggu masalah beginian. Ini kan mengganggu pembangunan,” tutupnya. [Diolah dari Detik dan Okezone]


Artikel Terkait