Gagasan Gila Mantan Musisi Lesbumi NU Melarang Sorban Ulama

Shortlink:

image

image

image

image

NUGarisLurus.Com – Mantan ketua  Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Ahmad Dhani yang juga artis Indonesia mempunyai gagasan gila dan ekstrem dalam menyoroti kehidupan berbangsa dan bernegara pasca Amandemen UUD 1945.

Dhani ingin memberi perhatian pada aspek seni dan budaya bangsa. Termasuk membangkitkan lagi kebudayaan di Tanah Air seperti pakaian tradisional.

“Kalau saya jadi presiden, misalnya, mungkin baju-baju yang tradisional sudah harus mulai dibangkitkan lagi sebagai baju kebanggaan,” kata Dhani.

Bahkan, Dhani lebih ekstrem lagi. Dia akan melarang ulama menggunakan sorban. “Kalau saya jadi regulator, nggak usah jadi presiden, misalnya, para ulama pun harus (mengenakan, red) baju nasional, nggak boleh baju Arab. Nggak boleh pakai sorban, karena ini Indonesia,” kata Dhani.

Dhani mengaku ide tersebut memang sangat ekstrem. Namun, hal itu perlu agar pemimpin Indonesia memberikan nuansa Indonesia.

“Kalau saya punya kekuasaan, tidak ada ulama pakai sorban seperti di Arab karena ini Indonesia. Kita butuh pemimpin yang bisa memberikan nuansa Indonesia, Pancasila terutama,” ucap Ahmad Dhani. [jpnn]

Dhani sendiri pada tahun 2014 lalu pernah didaulat sebagai salah satu Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU).

“Bismillahirrohmannirrohim, malam ini saudara ustadz Ahmad Dhani resmi saya lantik menjadi salah satu Ketua Lesbumi NU,” kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, sambil menyematkan pin NU di kemeja Ahmad Dhani di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (16/5/2014) malam.

image

image

Sementara itu didaulatnya Ahmad Dhani menurut Said Aqil Siroj bertujuan mengembalikan kejayaan NU melalui seni.

“Dulu NU memiliki seniman seniman handal. Ada Asrul Sani, Djamaluddin Malik, Usmar Ismail, dan masih banyak lagi. Nah Mas Dhani ini seniman yang hebat, semoga keikutsertaannya dalam NU bisa mengembalikan kejayaan NU di bidang seni,” terang Kang Said.

Innalillahi Wa Innailaihi Rooji’uun

Wallahul Musta’an


Artikel Terkait