Pengaruh Iblis Liberal: Laskar Swasta Yang Bangga Menjaga Gereja

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Tulisan baru Imam Besar NU Garis Lurus KH. Luthfi Bashori mengkritik pengaruh Iblis liberal yang menjadikan orang awam bergabung dengan laskar swasta berlabel Islam tapi bangga menjadi penjaga gereja.

SEMANGAT IBLIS TAK PERNAH PADAM

Oleh LH. Luthfi Bashori

Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa iblis yang terkutuk datang kepada Nabi Musa AS yang sedang bermunajat kepada Tuhannya. Iblis mendekati Nabi Musa agar dapat mendengarkan doa-doa dari munajat Nabi Musa AS. 

Kata seorang malaikat kepada Iblis, “Wahai makhluk yang terkutuk apa yang engkau inginkan dari Musa ketika ia sedang bermunajat kepada Tuhannya?” 

Iblis menjawab, “Aku harap mendapatkan sesuatu dari Musa seperti aku berharap dari ayahnya (Nabi Adam) saat ia dalam surga di sisi Tuhannya, sampai ia aku goda dan aku berhasil mengeluarkannya dari surga.” 

Iblis ingin menggoda Nabi Musa AS seperti saat menggoda Nabi Adam AS, jadi tak henti-hentinya semangat iblis ini dalam menjerumuskan anak cucu Nabi Adam AS.

Saat ini banyak sekali di kalangan umat Islam yang sudah terpengaruh godaan si kafir Iblis ini, misalnya telah bermunculan para pemikir muslim yang lebih percaya terhadap pemikiran kaum kafir orientalis barat, hingga ikut menjadi pemikir liberal, dan akibatnya ia menjadi alergi untuk mengikuti ijtihad para ulama salaf. 

Adapun pengaruh pemikiran iblis liberal semacam ini nyata terjadi di kalangan awwamnya, adalah adanya sekelompok ‘laskar swasta’ yang berlogo Islam, namun lebih bangga saat menjaga gereja atau mengamankan kegiatan kaum kafir, daripada hadir dalam majelis ta’lim yang dibina oleh para ulama, dengan alasan jika menjaga gereja itu bisa mendapat honor yang cukup memadai, sedang jika hadir majelis ta’lim itu tidak mendapatkan bayaran sedikitpun. Gambaran sebuah pemikiran yang sudah terkontaminasi oleh ajaran iblis.

Dalam kitab Siyar A’lam Nubala: 15/396) tersebutlah seorang ulama yang bernama Imam Ahmad bin Nazzar (wafat tahun 338 H).

Beliau masyhur dipanggil Abu Maisarah, Al-Qoiruwani. Salah seorang ulama bermadzhab Maliki. Beliau juga dikenal sebagai Faqihul Maghrib (ahli fikih daerah Maroko). 

Seorang ulama yang seimbang antara ilmu dan amalnya. Sosok yang dikenal doanya sangat mustajab. Hampir setiap malam beliau mengkhatamkan Al-Quran dalam shalat tahajud di masjidnya.

Beliau pernah diminta oleh Gubernur Al-Manshur bin Ismail untuk menjabat sebagai qadhi untuk daerah Qoiruwan, namun beliau tidak bersedia menerimanya. 

Suatu saat di tengah beliau sedang shalat tahajud, tiba-tiba muncul cahaya sangat terang dari tembok masjid. Cahaya itu mengatakan dengan lantang:

            تملا من وجهي فأنا ربك
(Engkau telah memenuhi wajahku, akulah tuhanmu)

Umumnya, masyarakat kalangan awwam jika mendapati kejadian semacam ini, tentu akan menjadi bangga karena merasa sudah bertemu dengan tuhannya, bahkan tak jarang seseorang yang mengalami peristiwa seperti ini, lantas dengan serta merta menhaku sebagai nabi atau wali, lantas mendirikan aliran sesat. 

Namun di kalangan ulama yang memiliki bashirah (indra ke enam), serta mendapat petunjuk dari Allah melalui ilmu agama yang dikuasainya, serta diamalkan secara baik dan benar, seperti Imam Ahmad bin Nazzar ini, justru beliau meludahi cahaya yang menampakkan wajah ini, seraya mengatakan:

                اذهب يا ملعون
(Pergilah wahai makhluk terlaknat)

Tiba-tiba cahaya itu padam. Beliau sangat memahami bahwa kejadian ini hanyalah tipuan iblis, agar beliau menjadi ujub dalam beribadah, hingga mengaku telah mencapai puncak ibadah, derajat makrifat atau derajat hakekat, bahkan akan meninggalkan ibadah sama sekali.

Sumber: http://pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=1183#.dpuf


Artikel Terkait