Pemkot Bekasi Tidak Becus Menjaga Aqidah Umat

Shortlink:

image

image

NUGarisLurus.Com – Pemkot Bekasi melakukan rapat persiapan Apel Akbar Kerukunan Umat Beragama, Rabu (16/3/16) pukul 14.00 di Balai Patriot Pemkot Bekasi, Jln. Ahmad Yani, No. 1, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Apel kerukunan Umat Beragama tersebut akan di laksanakan pada :
Hari SABTU
16 April 2016
Jam 7.00
Di Stadion Patriot
Jl Jendral Ahmad Yani Bekasi
( Depan Kantor Walikota Bekasi )

Dalam rapat yang melibatkan sekitar lima puluh elemen masyarakat tersebut tampak hadir beberapa pejabat , aparat dan para tokoh diantaranya:

– Asisten Pembangunan dan Kemasyarakatan, Edi Rosadi
– Staf Ahli, Ahmad Zarkasih
– Kasat Pol PP Kota Bekasi, Cecep Suherlan
– Kaban Kesbangpol, H . Momon Sulaiman
– Kabag Ops Polresta Bekasi Kota, Kompol Sianthoni
–  Pasiops Kodim 0507/Bekasi, Kapten Arm Erwin
– Kasat Intelkam Polresta Bekasi Kota, Kompol H. Saimin
– Kabinda Bekasi, Mayor Inf. Kawan
– Para Kepala SKPD Kota Bekasi
– Bansus Intel Kodim 0507/Bks, Pelda Pardi
– Camat se Kota Bekasi
– Lurah se Kota Bekasi
– Ketua FKUB Kota Bekasi, H. Abdul Manan
– Ketua MUI Kota Bekasi, KH. Sukandar Gozali
– Kepala Kemenag Kota Bekasi, KH. Maman Sulaiman dan beberapa elemen lainnya.

Staf Ahli, I, H. Edi Rosadi  yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa  rapat kali ini merupakan  lanjutan sekaligus membahas tindak lanjut hasil rapat persiapan Apel Akbar Kerukunan Umat Beragama yang telah dilaksanakan sebelumnya. Jumat (11/3/16) .

Walikota dan Wakil Walikota Bekasi selaku penggagas sekaligus pengarah aksi Apel Akbar Kerukunan Umat Beragama menunjuk  beberapa unsur sebagai pengerah massa diantaranya :

– BKD
– Kepala Dinas Pendidikan
– Para Kepala SKPD
– Kepala Kemenag
– Kabag Pemerintahaan
– Camat se Kota Bekasi
– Lurah se Kota Bekasi
– Ketua FKUB
– Ketua MUI
– Ketua NU
– Ketua Muhamadiyah
– Ketua Persis dan Ketua DDII kota Bekasi.

Dengan mentargetkan estimasi peserta sebanyak 50,000 orang.

Pengerahan massa Non Muslim seperti PGPI, FKK, API, Advent, ASIPENT, Hindu, Budha, Kristen Katolik sepakat estimasi 5000 orang.

Selain melibatkan umat dari semua agama, Apel Akbar ini juga akan dibumbui  pentas seni  seperti  marawis, ogoh-ogoh, tari kecak Bali, agar terlihat simbol keagamaan.

Kaban Kesbangpol, H. Momon Sulaiman, menyampaikan bahwa Apel tersebut nantinya akan menghadirkan sejumlah  tokoh dan ummat dari semua agama. 

“Grand design acara ini adalah Apel Akbar Kebhinekaan dan semua harus dihadirkan dari seluruh peserta dan masing-masing agama.” Kata H. Momon.

Rupa-rupanya keinginan Walikota Bekasi untuk mengadakan aksi besar-besaran ini dilatar belakangi oleh pernyataan sejumlah media komprador asing yang menuding bahwa Bekasi sudah di cap Intoleransi.

Dokko , salah seorang pendeta menyambut baik atas gagasan Walikota Bekasi yang tengah berambisi untuk melegalkan gereja yang berdiri di tengah pemukiman muslim Bekasi. Dia menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan massa untuk meramaikan acara tersebut.

“Kami sangat siap untuk massa dan meminta tolong untuk publikasinya, saya tawarkan cetak brosur untuk diberi kewenangan.” Kata Dokko.

Entah kerukunan beragama yang seperti apa yang diinginkan Walikota Bekasi Rahmat Efendi, mengingat Bekasi ini sejak dahulu  merupakan kota yang banyak dihuni oleh  berbagai macam suku, agama, ras dan golongan tidak hanya dari dalam negeri namum para investor dan wisatawan mancanegara.

Artinya kerukunan antar umat beragama sudah terjalin jauh sebelum Rahmat Efendi menjabat sebagai walikota.

Adapun maraknya konflik berlatar belakang agama yang marak terjadi adalah karena ulah segelintir oknum/kelompok yang sengaja mendirikan tempat-tempat ibadah dengan cara licik tanpa mengindahkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Ulah sejumlah  kelompok mengatas namakan agama dan melakukan upaya pemurtadan dengan berbagai macam kedok juga disinyalir menjadi pemicu konflik berbasis agama.

Seharusnya Untuk menjaga kerugunan antar umat beragama, Walikota Bekasi tidak perlu menghambur-hamburkan untuk mengadakan pawai yang sangat tidak efektif untuk kedepannya.

Cukup menggunakan wewenangnya sebagai kepala pemerintahan untuk menegakkan aturan terkait tata tertib kehidupan beragama , seperti SKB 2 mentri.

Jika menengok sejarah para pejuang di Bekasi, kota Bekasi merupakan kota yang diperjuangkam oleh Ulama dan Umat Islam, bahkan pahlawan Nasional yang dikenal dari Bekasi adalah Ulama, yakni KH. Noer Ali.

Maka seyogyanya  Pemerintah lebih  menghargai para Ulama dan umat Islam Kota Bekasi bukan malah bersatu padu bersama kaum kafir untuk menentang Ulama.

إنكم لا تغلبون عدوكم بعدد ولا عدة ولكن تغلبونهم بهذا الدين فإذا استويتم أنتم وعدوكم في الذنوب كانت الغلبة للأقوى

★ عمر بن الخطاب ★

Sungguh, kalian tidaklah mengalahkan musuh kalian karena banyaknya jumlah, bukan pula karena kesiapan senjata, namun karena ketaatan kalian terhadap agama ini. Jika kalian dan musuh kalian sudah sama-sama penuh dosa, maka kemenangan adalah milik yang lebih kuat. (Umar bin Khatthab RA)

Sebagai seorang muslim kita wajib mentaati pemerintah, namun demikian tidak lah diperoleh bahkan Haram mendukung peraturan yang menentang peraturan Allah.

لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق.

Tidak boleh taat pada makhluk utk bermasiat pada sang Pencipta(Allah).

Dan konflik yang bertele -tele di kota Bekasi ini hanya karena penguasa yang tidak tegas dan inkonsisten dalam mengatur perda yang mereka buat sendiri. Wallahu Alam


Artikel Terkait