Mengaku Anggota NU Biasa, Apresiasi Muhammadiyah Otopsi Siyono

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Mantan ketua umum pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selama dua periode KH. A. Hasyim Muzadi memberikan release resmi kepada para wartawan tentang apresiasi terhadap bantuan PP Muhammadiyah dalam mengungkap kasus pembunuhan aktivis anti kristenisasi dan pemurtadan Siyono.

Sebagaimana ramai diberitakan, Pimpinan Pusat ormas Muhammadiyah secara resmi turun untuk membantu mengungkap kematian Siyono, aktivis anti pemurtadan dan kristenisasi yang meninggal tidak wajar setelah ditangkap Densus 88 Mabes Polri usai menjalankan sholat di Masjid.

Autopsi sendiri berlangsung tertutup bagi wartawan dan mendapat pengawalan yang sangat ketat dari aparat kepolisian, TNI dan 1.200 anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Jateng.

Diawali dengan pembongkaran makam Siyono di Pemakaman Sasana Laya Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah Autopsi berjalan dengan lancar.

Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jateng, Zaenudin Ahpandi mengatakan pihaknya sengaja mengerahkan ribuan KOKAM untuk mengamankan jalannya autopsi.

“Ada 1.200 pasukan KOKAM Jateng untuk menjaga kelancaran autopsi di makam Siyono. Proses autopsi kemungkinan membutuhkan waktu selama 6 jam. Semoga ikhtiar mencari keadilan dan kebenaran segera terwujud dan berjalan lancar,” ujar Zaenudin Ahpandi di lokasi autopsi, Minggu (3/4).

image

Berikut ini release resmi KH. Hasyim Muzadi yang dikirimkan kepada para wartawan Senin (4/4). Selain memberikan apresiasi yang tinggi kepada PP Muhammadiyah, Kiai Hasyim juga menyindir bahwa PBNU sulit diharapkan melakukan hal yang sama karena sedang menghadapi lilitan liberalisasi dan parpolisasi.

Release :

Tentang perjuangan muhamadiyah meminta/mengawal utopsi Siyono .

Saya hormat kepada perjuangan muhammadiyah yang meminta/ mengawal utopsi siyono . Berkali kali saya meminta kepada yg berwewenang melakukan kekerasan ( hard ware ) agar bertindak indonesiawi . Pola pemberantasan terorisme di indonesia haruslah untuk kepentingan semata mata keselamatan Indonesia . Jangan menggunakan pola Americani atau weternisasi dalam pemberantasan teroris di Indonesia . Karena perang terhadap terorisme oleh fihak barat sebenarnya tidak semata mata masalah teroris, tapi punya kepentingan lebih luas dan komprehensif . Maka dalam hal ini Muhammadiyah perlu diapresiasi agar tetap ada unsur keadilan dalam masalah Siyono , dan untuk itu memang perlu utopsi guna mengukur apakah ada overacting dari densus 88 atau tidak.

Langkah Muhammadiyah bisa disebut sebagai mewakili umat Islam dan rasa keadilan Indonesiawi , sesuatu yang sudah sulit diharapkan dari PBNU (Yang sekarang) karena lilitan liberalisasi dan parpolisasi ………………..

A. Hasyim muzadi, Anggota NU biasa.

Wallahu Alam


Artikel Terkait