Kiai Luthfi: Tidak Pahami Ajaran Agamanya, Muslim Serahkan KTP Untuk Ahok

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Ramai pemberitaan tentang hiruk pikuk menjelang pilgub DKI. Salah satu calon gubernur non muslim Basuki alias Ahok berupaya maju kembali memimpin DKI Jakarta yang mayoritas kaum muslimin.

Ahok akan maju kembali melalui jalur independen dengan cara mengumpulkan KTP rakyat DKI Jakarta. Ternyata banyak orang yang ber- KTP Islam namun sangat semangat mendukung dengan memberikan KTP nya untul mendukung penuh pencalonan gubernur non muslim yang sangat arogan dan hobi minum bir tersebut.

image

image

ISTIQAMAH BERPEGANG TEGUH AJARAN ISLAM  

Oleh KH. Luthfi Bashori

Dari Abu ‘Amr Sufyan bin Abdillah beliau mengatakan, “Aku berkata: ’Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu ucapan dalam Islam yang aku tidak bertanya lagi tentangnya kepada seorang pun selainmu.’ Beliau SAW bersabda, Katakanlah, aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqmahlah.” (HR. Muslim)

Sy. Abu Hurairah RA mengatakan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Biasakanlah kalian mendekatkan diri kepada Allah, dan berpegang teguhlah pada keyakinan kalian. Ketahuilah tidak seorang di antara manusia yang selamat karena amal kebaikannya.”
“Tidak juga engkau, ya Rasulullah?” tanya para sahabat.
“Tidak juga aku, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.” jawab beliau S.AW. (HR. Muslim)

Hadits ini sangat sesuai diterapkan pada akhir-akhir zaman semacam sekarang ini, terutama karena sudah banyak di kalangan umat Islam yang tidak konsisten dalam menjaga aqidahnya. Betapa banyak kejadian nyata, bahwa mereka yang secara dhahir beragama Islam, namun sama sekali tidak ada kepedulian terhadap urusan agama yang dianutnya.

Contoh kongkrit, sebut saja di saat ada pilkada, yang kebetulan dalam pemilihan itu ada calon muslim dan calon non muslim, ternyata masih banyak mereka yang ber- KTP Islam, justru berbondong-bondong memberikan suaranya kepada calon non muslim dengan berbagai alasan, bahkan terkesan dibuat-buat seperti berslogan: “Pemimpin kafir jujur lebih baik daripada pemimpin muslim korupsi”. Padahal yang benar itu: “Carilah pemimpin muslim yang jujur, karena stok masih banyak jika dipercaya dan diberi kesempatan”

Seperti kasus Ahok di ibu kota DKI Jakarta, masih banyaknya warga muslim yang tidak memahami ajaran agamanya, misalnya tidak mengetahui atau sengaja menabrak batasan hukum Islam, tentang mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dalam memilih pemimpin umat, maka sebagian umat Islam secara serampangan memberikan KTP-nya untuk kepentingan pencalonan Ahok sebagai gubernur 2017. 

Yang jelas perbuatan semacam ini menandakan ketidakkonsistenan terhadap aturan agamanya, bahwa Allah melarang umat Islam berwala’ (menyerahkan kepemimpinannya) kepada pihak kafir, atau kepada siapa saja yang mengingkari ajaran agama Islam yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW demi kemaslahatan hidup umat Islam.

Upaya selalu istiqamah berpegang teguh melaksanakan aturan syariat Islam sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya, yaitu berusaha tidak mengamalkan sesuatu perbuatan pun kecuali diukur oleh aturan yang telah dibakukan oleh para ulama Salaf, tentunya akan memudahkan seseorang untuk mendapatkan jati diri keislaman dan keimanannya, baik untuk kepentingan hidup di dunia apalagi di akhirat kelak.

Sumber: http://pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=1184#sthash.tt5vzFS5.dpuf


Artikel Terkait