Karnaval Paskah Bawa Simbol Isr*el, Seragam Banser Ikut Jaga

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Ada yang luput dari sorotan. Pada Jumat (8/4) kemarin, di Kota Semarang berlangsung Karnaval Paskah. Di Karnaval yang berlangsung pada Jumat sore itu, ada kejadian yang membuat geram warga.

Pasalnya, dalam karnaval itu nampak budaya dan simbol Zionis Yahudi ikut memeriahkan acara tersebut. Padahal Zionisme tidak mendapat tempat di negara ini karena kekejamannya pada rakyat Palestina.

Nampak dalam barisan karnaval ada sesuatu yang tidak biasa. Sekelompok orang membawa simbol-simbol Yahudi. puluhan pria dan wanita berjalan berbaris sambil meniupkan nafiri (terompet Yahudi). Mereka berpakaian khas ritual Yahudi.

Perlu diketahui, terompet Sangkakala (nafiri) orang Yahudi dipakai untuk memberi isyarat atau tanda. Terompet ini biasanya dibuat dari tanduk domba jantan. Kata ‘nafiri’ lebih banyak terbaca dalam Alkitab daripada ‘terompet’. Pada kelompok barisan belakangnya terlihat rombongan wanita membawa menorah bercabang tujuh. Selanjutnya puluhan peserta juga membawa kertas dengan logo bintang David.

image

image

Seorang warga menyatakan kegeramannya saat melihat karnaval itu. Kejadian ini, menurutnya, sangat menyakiti umat Islam Semarang.

“Jelas-jelas itu sangat menyakiti hati umat Islam, khususnya di semarang. Karena kita semua tahu bagaimana Yahudi ‘Israel’ menzalimi saudara-saudara kita di Palestina. Dan sikap penentangan negara Indonesia terhadap Yahudi ‘Israel’ juga sudah jelas dengan tidak adanya kantor dubes ‘Israel’ di Indonesia,” ungkap Setiadi, seorang warga.

Ia minta Umat Islam Semarang agar waspada. Dengan adanya bukti tersebut, ia mensinyalir antek Yahudi telah bercokol, khususnya di semarang dan umumnya di Indonesia.

“Umat Islam agar mewaspadai antek- antek tersebut. Mewaspadai antek-antek Yahudi ini sebagai bentuk kepedulian umat Islam terhadap saudara Muslimnya di bumi Palestina. Di seberang sana, Zionis Yahudi telah membunuh ratusan ribu umat Islam Palestina,” ujarnya mengingatkan.

Karnaval itu berlangsung di bawah pengawalan, di antaranya tampak petugas dengan seragam bertuliskan Banser, seperti tampak dalam gambar (kanan bawah) ini.

image

Sumber: Salam Online

10 Ribu Peserta

Sekitar 10 ribu peserta meramaikan Karnaval Paskah Semarang 2016 yang digelar mulai dari halaman Balai Kota Semarang hingga Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang Semarang. Rombongan peserta karnaval dilepas oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Jumat, diiringi dengan pembunyian sirene, serta pelepasan balon dan burung merpati dari replika telur paskah raksasa.

Berbagai kostum unik ditampilkan oleh peserta yang berasal dari sekolah-sekolah Katolik dan Kristen, baik negeri maupun swasta, perguruan tinggi, dan sejumlah komunitas yang ada di Kota Semarang.

Pendeta kristen Romo Aloysius Budi dari Paroki Ungaran, Kabupaten Semarang, juga diberikan kesempatan menampilkan kemahirannya bermain saksophone dan menyanyikan tembang di hadapan para hadirin dan masyarakat.

Menurut Ketua Panitia Karnaval Paskah 2016, Rukma Setyabudi, pergelaran karnaval memeriahkan Paskah itu menunjukkan tidak adanya ekseklusivitas dalam kehidupan beragama di Kota Semarang.

“(Karnaval, red.) Ini untuk semua warga Kota Semarang, apapun agamanya. Hanya saja, penyelenggaranya dari kelompok agama tertentu karena untuk memeriahkan Paskah. Namun, tidak apa- apa,” katanya sebagaimana dikutip dari Antara.

Ia mengatakan pergelaran karnaval semacam itu menunjukkan adanya keterbukaan dalam kehidupan bersama antarwarga dan memperlihatkan bagaimana toleransi di tengah keberagaman di masyarakat.

“Semua kelompok dan unsur membantu. Dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) membantu. Ini betul-betul rakyat yang nduwe gawe,” kata Rukma yang juga Ketua DPRD Jawa Tengah itu.

Pada kesempatan lain, kata dia, tentunya teman-teman dari Kristiani yang akan bergantian membantu teman-teman dari agama lain, termasuk muslim yang ingin memeriahkan perayaan hari besar agamanya.

Dewi Susilo Budiharjo, selaku Wakil Ketua Panitia Paskah 2016 menambahkan target awal karnaval itu diikuti sekitar 8.000 peserta, tetapi ternyata animo peserta membeludak hingga mencapai 10.800 orang.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga mengapresiasi pergelaran karnaval Paskah yang sebenarnya bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung makna luar biasa untuk merekatkan antarmasyarakat.

“Semarang ini memiliki banyak suku bangsa, agama, etnis, dan sebagainya. Alhamdulillah, semuanya kompak dan guyub dalam membangun kota. Rasa saling menyayangi dan kebersamaan iniharus dijaga,” katanya.

Pada tahun lalu, kata dia, karnaval Paskah juga digelar dengan rute dari depan balai kota menuju Lapangan Garnisun, kemudian tahun ini diperpanjang mulai balai kota sampai GOR Tri Lomba Juang.

“Kalau tahun ini dari balai kota menuju GOR Tri Lomba Juang, karnaval Paskah tahun depan mudah-mudahan bisa dilakukan dari Balai Kota Semarang hingga Lapangan Simpang Lima Semarang,” katanya. [Antara]


Artikel Terkait