Imam Besar: Ikuti Garis Lurus Syariat Islam!

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Dizaman akhir yang penuh dengan fitnah dan kebingungan, Jalan yang harus ditempuh agar kita selamat adalah tetap berpegang teguh dengan GARIS LURUS Syariat Islam. Berikut pemaparan Imam Besar KH. Luthfi Bashori.

IKUTILAH GARIS LURUS SYARIAT ISLAM

Oleh KH. Luthfi Bashori

(Ihdinas shiraathal mustaqiim)

Sy. Abdullah bin Amru bin Ash RA mengemukakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak beriman seseorang dari kamu sekalian sehingga keinginan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.” (HR. Hakim)

Yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW adalah ajaran syariat, mulai tata cara masuk Islam, lantas tata cara rutinan ibadah shalat, zakat, puasa, haji serta ibadah-ibadah sunnah, serta tata cara berakhlaq tashawwuf atau meningkatkan keimanan dengan cara memperbaiki hubungannya dengan Allah serta hubungannya dengan sesama manusia.

Orang yang beriman dengan sempurna adalah mereka yang tunduk secara sempurna pula terhadap aturan syariat yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, baik itu yang tertera di dalam Alquran, Hadits maupun kesepakatan para ulama ahli ijtihad (ijma’ ulama).

Sedangkan mereka yang tidak tunduk terhadap kelurusan aturan syariat, semisal enggan mengamalkan kewajiban shalat, zakat, pausa atau haji, dan lebih mengikuti jalan bengkok dengan cara meninggalkan ajaran syariat, maka hakikat keislamannya itu hanyalah sebatas kulit semata, sebagaimana yang lazim disebut sebagai Islam KTP. Keberadaan golongan semacam ini sudah pernah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW.  

Sy. Hudzaifah RA meriwayatkan, “Akan datang suatau zaman di mana ajaran Islam tidak lagi bersama manusia, kecuali hanya ucapan Laa Ilaaha Ilallahu (Tiada ada Tuhan selain Allah).” (HR. Muslim).

Jaman sekarang sudah banyak bukti-bukti terjadinya apa yang disabdakan oleh beliau SAW ini. Berapa banyak mereka yang menyandang identitas Islam karena secara dhahir membaca syahadat, namun perilakukanya justru bertentangan dengan syariat Nabi Muhammad SAW itu sendiri. 

Sudah tak terhitung banyaknya bermunculan aliran-aliran sesat, bak tumbuh jamur di musim hujan. Mereka itu sangat gemar menisbatkan diri kepada Islam, namun jika diukur dengan standar syariat, maka akan kedapatan bahwa kesesatan aliran-aliran itu sudah sangat jauh dari kebenaran ajaran Islam.

Sebut saja keberadaan para penentang syariat yang tergabung dalam komunitas kaum Liberalisme, yang mana di antara mereka tidak hanya sekedar meninggalkan ajaran Alquran, bahkan ada yang berani menuduh “Alquran adalah kitab suci paling porno sedunia”. Atau tidak hanya berani meninngalkan Hadits Nabi, bahkan ada yang berani menghina sunnah Rasul seperti berjenggot, hingga terang-terangan menuduh: “Jenggot itu mengurangi Kecerdasan. semakin panjang semakin GOBLOK”

Keberadaan aliran sesat dengan pemahaman yang super bengkok semacam ini, tiada lain adalah sebagai bukti kebenaran mu’jizat Nabi Muhammad SAW yang disampaikan 14 abad yang lalu. 

Sungguh tepat apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW bersabda, “Iman seseorang itu tidak akan lurus sebelum hatinya lurus, dan hatinya tidak akan lurus sebelum lidahnya lurus.” (HR. Ahmad bin Hanbal).

Jadi, satu-satunya jalan yang harus ditempuh oleh umat Islam, jika ingin menyelamatkan aqidahnya adalah wajib mengikuti Garis Lurus Syariat Islam, yaitu jalan orang-orang shaleh yang diberi kenikmatan oleh Allah dan bukan jalan orang-orang yang sesat. 

Sumber: http://pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=1179#.dpuf

Wallahu Alam


Artikel Terkait