Gerakan Kultural Aswaja Dalam Membendung Aliran Sesat

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Sabtu, 16/4 berlangsung Silaturahim Nasional Aktivis Aswaja di LPD Al Bahjah Cirebon. Hadir dalam acara yang bertema ‘Gerakan Kultural Ahlus Sunnah Wal Jama’ah DALAM MEMBENDUNG ALIRAN SESAT’ ini para tokoh seperti KH. Luthfi Bashori, Tuan Rumah Buya Yahya, KH. Muhammad Idrus Ramli, KH. Jakfar Shodiq, Gus Muhammad Lutfi Rochman, Ust Toha Luqoni, Habib Ali Hinduan, Ust Muhammad Syauqi, Ust Abdul Ghofur, Ust Ahmad Akbar, Habib Hisyam Al Habsy, Ust Ali Mustofa, Ust Epul Saifullah, Ust Deden Fathul Jawad, Habib Habibi Haddad, Ust Abdullah Muhammad, Gus Muhammad Kanzul Firdaus, Ust Sa’da Kirom, Ust Adam Bin Ridlwan, Ust Fathan al- Maisan, Ust Faiz Al Amri, Ust Muhammad Fikri, Ust Muhammad Jakfar R, Ust Aries Prasetya, Ust Toha Luqoni, Ust Abdul Basith, KH. Abdul Qodir, Ust Turitno, Ust Sehan RA, Ust Muhammad Saad, Ust Saiful Arifin dan berbagai aktifis dari berbagai penjuru tanah air.

image

Gus Muhammad Lutfi Rochman dalam pembukaannya mewacanakan bahwa ‘aliran sesat’ yang harus dibendung sesuai dengan kitab risalah Aswaja Hadhrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari adalah wahhabiyah pengikut Muhammad Bin Abdul Wahhab, syiah rofidhoh yang suka mencaci maki shahabat, dan liberalisme yang oleh Mbah Hasyim disebut Haruriyyah yaitu berpikir bebas dengan menerjang Nash Syariat.

KH. Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya dalam sambutannya sebagai tuan rumah mengajak untuk merapatkan barisan dan bertindak nyata dalam memperjuangkan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Sementara KH. Luthfi Bashori menjelaskan tentang istilah ‘NU Garis Lurus’ dan ‘Aswaja Garis Lurus’ merupakan ijtihad dalam metode dakwah. Selain itu beliau mengajak Aswaja untuk lebih menguatkan media sebagai penunjang perjuangan.

KH. Muhammad Idrus Ramli sebagai pembicara ketiga memberikan salah satu gagasan perjuangan yang efektif adalah mencontoh cara dakwah Imam Abu Hasan Asy’ari baik dalam segi mengarang kitab untuk membantah penyimpangan sebagai ghozwul fikr, kaderisasi dan juga munazdhoroh.

Sebagai penutup KH. Jakfar Shodiq dari Madura yang sudah aktif lama sebagai pengurus struktural terutama GP Ansor mengungkapkan bahwa kebanyakan pengurus di struktural lebih tertarik dalam urusan jabatan dan tidak ada ghiroh dalam menjaga aqidah seperti kristenisasi.

image

image

image

image

image

Wallahu Alam


Artikel Terkait