Ajib! Banser & Ansor Tulungagung Tolak Habib Sholeh Al Jufri Isi Acara Isra’ Mi’raj?

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Sejak ada intruksi penangkapan dan sweeping spanduk yang bernada makar dari kelompok jama’ah Khilafah Islamiyah terhadap NKRI dari Ketua Umum PP GP Ansor dan Kepala Satkornas Banser Pusat, seluruh anggota Banser mulai dari Ranting hingga wilayah dalam kondisi siaga. Termasuk PC GP Ansor beserta Satkorcab Banser Tulungagung.

Karena mensinyalir adanya keterlibatan oknum anggota Polres Tulungagung menjadi bagian (Panitia) dari misi ajaran Khilafah Islamiyah, puluhan perwakilan pengurus dan anggota Banser Kabupaten Tulungagung mendatangi Mapolres, Kodim, MUI dan PCNU setempat. Mereka keberatan terhadap adanya dua oknum anggota Polres yang menjadi panitia pengajian umum di Masjid Agung Al-Munawar Tulungagung, sementara pengajian umum dalam rangka peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad
SAW tersebut juga mendatangkan pembicara Habib Sholeh Al-Jufri dari Ponpes Darul Mustofa, Solo.

“Kami sudah tahu, siapa Habib Sholeh Al- Jufri itu. Dia termasuk salah satu penyebar ajaran Khilafah Islamiyah. Dan kita ini sudah tahu sama tahu, mereka inginkan Indonesia ini jadi negara Islam,” terang Haryono yang menjadi Kasetma (Kepala Sekretariat Markas) Satkorcab Banser Tulungagung melalui Handponenya kepada LICOM, Jumat (22/04/2016).

Dilain pihak, Ansor, Polres dan Kodim 0807 setempat juga sudah pernah menandatangani MOU tentang Deradikalisme Agama dan deklarasi anti radikalisme pada 15 Februari 2015 di Pendopo kabupaten Tulungagung.

“Karena itu, kami (Ansor) juga minta aparat (Polres dan Kodim 0807) untuk bersikap tegas terhadap organisasi atau oknum yang tidak sehaluan dengan 4 pilar kebangsaan kita, yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Kami juga siap untuk bekerja sama,” tegas dia.

Protes tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditujukan kepada Kapolres Tulungagung dengan tembusan Ketum PBNU, Ketum PP GP Ansor, Kasatkornas, Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, PWNU Jatim, PW GP Ansor Jatim, Bupati Tulungagung, Ketua DPRD Tulungagung, MUI Tulungagung dan PCNU Tulungagung, Kodim 0807 Tulungagung dan Bakesbangpol kabupaten Tulungagung.

“Khusus yang di Kodim 0807, sebelum surat pernyataan kami serahkan, ada perwakilan anggota yang membacakannya di depan Markas Kodim 0807 pada Kamis kemarin.”papar Haryono.

Diketahui, takmir masjid Arrohman Polres Tulungagung berencana mengadakan pengajian umum pada Jumat (22/04/2016) hari ini dan telah menyebarkan undangan ke warga masyarakat untuk datang di Masjid Agung Al-Munawar Tulungagung sebagai lokasi acara untuk mengikuti pengajian umum dalam rangka peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW.

Sumber: Lensa Indonesia http://www.lensaindonesia.com/2016/04/22/diduga-sebarkan-khilafah-islamiyah-kapolres-tulungagung-diminta-disiplinkan-anggotanya.html

Tanggapan Ketua Ansor Garis Lurus KH. Jakfar Shadiq

“GP Ansor Tulungagung salah sasaran. Habib Sholeh Al Jufri dari Solo adalah Ketua Majelis Rasulullah. Beliau secara rutin tiap bulan mengisi pengajian dimasjid kemajoran Surabaya yang mana masjid tersebut dibawah naungan PCNU Surabaya. Beliau juga secara rutin mengisi pengajian dipondok -pondok dan masjid -masjid NU di Madura. Kami Ansor NU GL atau Ansor Aswaja GL sangat kecewa dengan sikap Ansor Tulungagung. Ana pengurus PW GP Absor Jatim sejak 1999 – 2014.”


Artikel Terkait