Tafsir Al-Hijr 78-79: Apa Salahnya Orang Islam Pingin Negara Islam?

Shortlink:

Oleh: Dr. KHA Musta’in Syafi’ie MAg

وان كان اصحاب الايكة لظالمين
فانتقمنا منهم وانهما لبامام مبين

(Al-Hijr 78-79)

syahadat
“Wa in kana ashabul aykati la zalimin. Fantakamna minhum, wa innahuma la bi imamin mubin.”

Ayat studi ini bertutur tentang ash-hab al-aikah, kaum nabi Syu’aib A.S. Sesungguhnya Nabi Syu’aib A.S. yang hidup di negeri Madyan ini sezaman dengan raja Fir’aun yang berkuasa di negeri Mesir. Musa A.S. dibesarkan di lingkungan kerajaan sebagai anak angkat raja Fir’aun. Karena jiwa kenabiannya, dia lari ke negeri Madyan dan dipungut menantu oleh nabi Syu’aib. Setelah dewasa, Musa kembali ke negeri sendiri demi membangun keimanan dan pemerintahan.

Tidak semudah membalik telapak tangan, Musa dihabisi, tapi Tuhan menyelamatkan. Justru Fir’an dan kroninya ditenggelamkan di dasar laut. Itulah semangat Musa dalam mengibarkan bendera keimanan di negeri sendiri meski sangat mahal cost-nya. Sejarah menunjuk semua para nabi berjuang demi agama dan membentuk pemerintahan sesuai yang diperintahkan.

Dari sisi konsep, negara islam adalah negara yang paling menjamin kedamaian, keadilan dan kesejahteraan dibanding negara yang berdasar apapun atau agama apapun. Sebab Islam punya konsep lengkap, menggagas kebahagiaan dunia dan akhirat. Sudah terbukti dan tidak ada sejarawan menyangkal ini. Perhatikan negara Madinah pimpinan Rasulullah SAW, apa cacatnya?

Itulah yang dijadikan dasar oleh kawan-kawan muslimin militan dengan menggagas ISIS, ingin punya negara islam sendiri diawali dari Irak dan Siria. Negara islam yang berdaulat dan lepas dari cengkeraman Amerika dan non muslim jahat lainnya.

Mereka ingin mengatur kekayaan negeri sendiri, pemerintahan sendiri berdasar agama sendiri. Agama kedamaian, agama keadilan dan agama kesejahteraan. Lihat, Tidak seperti mereka yang curang dan tega. Mereka membantu Israel menghabisi rakyat Palestina tanpa kasihan. Terhadap ini, apa komentar anda?

Dari sisi semangat keislamannya, apa salahnya orang islam pingin punya negara islam sendiri?. Soal radikal, itu persepsi. Dalam situasi damai, sama sekali tidak terbukti mereka sadis.

Sering kali pemberitaan tidak jujur dan menipu. Kepada kawan yang mengecam ISIS, penulis pernah bertanya: ”jika negara anda kaya raya, ulamanya banyak, islamnya kuat, penduduknya santun, tapi presiden anda zalim dan menjadi bonekanya Amerika. Apa anda rela dengan itu?. Sebagai orang beriman, apa anda tidak ingin punya negeri yang sesuai dengan agama anda sendiri?”. Teman itu diam.

“Nah, Siria itu kayak gitu”.

(Bangsaonline)


Artikel Terkait