Tafsir Al-Hijr 78-79: Andai Nabi Syu’aib A.S Menjadi Presiden RI

Shortlink:

Oleh: Dr. KHA Musta’in Syafi’ie MAg

وان كان اصحاب الايكة لظالمين
فانتقمنا منهم وانهما لبامام مبين

(Al-Hijr 78-79)

foto: liputan6.com

foto: liputan6.com


“Wa in kana ashabul aykati la zalimin. Fantakamna minhum, wa innahuma la bi imamin mubin.”

Setelah bicara kaum Luth, kini Tuhan mengangkat ash-hab al-aikah, kaum nabi Syu’aib A.S. Aikah adalah nama daerah yang sangat subur, sumber air berlimpah dan pepohonan menghijau di mana-mana. Ayat lain menyebut daerah Syu’aib ini dengan Madyan, ” wa ila Madyan akhahum syu’aiba” (Hud: 84).

Pertumbuhan ekonominya sangat pesat dan hampir semua sektor ramai, utamanya perdagangan. Syu’aib harus kerja keras memberi nasehat agar mereka berlaku jujur, tidak mengurangi timbangan, tidak mengurangi takaran, mensyukuri rejeki, segera beriman dan beribadah kepada Allah SWT.

Walhasil, nabi Syu’aib itu sangat pandai berkomunikasi dengan rakyat, jagoan di bidang public relation, sangat santun dan penyabar. Syu’aib mengemban dua amanat kenabian, yakni berdakwah dan bernegara. Dalam mengatur pemerintahan, Syu’aib tercatat sebagai sukses dan bersama umat memajukan ekonomi negara. Bisa dikata, hampir tidak ada keluhan soal ekonomi.

Tapi sayang, Syu’aib kurang sukses di bidang dakwah. Tidak semua umat beriman, bahkan beberapa elite menentang dan memusuhi, tapi tidak mampu. Hal itu karena Syu’aib punya pengikut yang lebih kuat dibanding mereka. Kehidupan negeri Aikah atau Madyan ini berjalan indah dan harmonis. Hal itu karena Syu’aib pandai menghormati mereka, santun dan tidak pernah mengintervensi kelompok mereka.

Tidak sama dengan Jokowi yang hari ini dicacimaki karena dianggap tidak mampu mengatur ekonomi. Ditambah gayanya sok lugu, tapi kebijakannya sangat sadis mengintervensi rumah tangga partai lain. PPP terbelah dan Golkar berantakan. Apa ini ulah Megawati yang terkenal pendendam itu?. Itu-itung melampiaskan dendam kepada partai bikinan pak Soeharto yang dulu menjatuhkan bapaknya.

Penulis yakin tidak, sebab manusia normal, biasanya makin tua makin salih dan pemaaf. Dari paparan di atas, tipe nabi Syu’aib A.S. sangat cocok memimpin negeri ini. Di samping penyabar, santun, akomodatif, pandai berkomunikasi, pandai pula memajukan ekonomi.

(bangsaonline.com)


Artikel Terkait