Aktivis Homo Pembela LGBT Tuding NU Dapat Dana, NU Yang Mana?

Shortlink:

image

Iklan Homo Ini Bawa Lambang NU

NUGarisLurus.Com – Beberapa hari yang lalu ramai pengakuan aktivis homo pendukung LBGT bernama Hartoyo menuding NU mendapat dana asing untuk pemberdayaan LGBT.

image

image

“Point saya, Nu tangan kanan nolak LGBT, tapi tangan kiri terima uang. Itu pointnya,” kicau di akun Twitter-nya @HartoyoMdn.

Hartoyo mengatakan, dana asing NU yang digunakan pemberdayaan LGBT berasal dari global fund. “Tapi kenapa ada siaran pers menolak keberadaan dan gerakannya? Padahal NU bagian dari gerakan itu. Aneh toh?” ungkap Hartoyo.

Data sebagian  bantuan kesehatan untuk NU http://spiritia.or.id/pengumuman/bacapengumuman.php?nwno=6

image

Foto yang ramai berkembang tentang bantuan dana untuk NU.

NU Lurus Menentang LGBT

Kicauan  Hartoyo yang dimaksud tangan kanan NU menentang LGBT dan tangan kiri menerima uang adalah pernyataan Wakil Ketua Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar yang menggelar jumpa pers menolak paham dan gerakan komunitas LGBT.

PBNU menilai LGBT sebagai bentuk penyimpangan dan mengingkari fitrah manusia.

“PBNU menolak dengan tegas paham dan gerakan yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT. LGBT mengingkari fitrah manusia. PBNU menegaskan bahwa perilaku LGBT adalah perilaku yang tidak sesuai dengan fitrah manusia,” ujar KH Miftahul Akhyar saat jumpa pers di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2016).

Dengan demikian, lanjut Kyai Akhyar, para pengidap LGBT harus direhabilitasi. Semua sumber daya, termasuk pemerintah harus dikerahkan untuk merehabilitasi para pengidap LGBT.

“Kecenderungan untuk menjadi LGBT adalah menyimpang sehingga orang yang mengidapnya harus direhab. Pola rehabilitasi dilakukan sesuai faktor yang menyebabkannya. Perlu ada pengerahan sumber daya untuk rahabilitasi terhadap setiap orang yang punya kecenderungan LGBT,” kata Kyai Akhyar.

Inilah yang dipersoalkan Hartoyo. Sebagai jurkam LGBT, ia menilai PBNU berstandar ganda. Ia pun langsung melancarkan protes di media sosial. Karuan saja banyak yang terperangah. Banyak yang kaget ketika Hartoyo mengungkap kasus ini di media sosial.

Sebagian mencerca dan meragukan validitas ocehan Hartoyo. Banyak juga yang mengecam Hartoyo. Namun akhirnya banyak yang menganggap protes Hartoyo itu sebagai suatu sikap penting dan perlu direspon secara obyektif agar PBNU bisa melakukan koreksi diri. Sebagian malah ada yang menganggap kasus standar ganda itu tak lepas dari sikap dan moralitas Said Aqil Siraj.

Tidak hanya melalui twitter, Hartoyo juga curhat di facebook dan memakai akun Har Toyo menulis begini:
”Jujur saya seperti gak sanggup berkata apa2, kenapa lembaga sebesar PBNU dan kita tahu mereka di dalamnya ada banyak org baik. Kok tega melakukan ini hal ini.

PBNU baru saja mengeluarkan surat resmi menolak keberadaan/organisasi LGBT tapi SAAT BERSAMAAN saat bersamaan LKKNU (bagian kemasyalatan umat di PBNU) menerima dana dari Global Fund untuk program HIV dan AIDS. Program ini mengharuskan NU bekerjasama dengan kelompok gay dan waria di beberapa wilayah Indonesia.

Meyedihkan, mau dibawah kemana bangsa ini? Kalau organisasi masyarakat sipilnya dari kalangan umat sebesar NU sanggup melakukan hal seperti ini. Dan ini bukan kali pertama, sudah berlangsung 5 tahun lebih, NU mendapatkan dana untuk program gay dan waria.”

Seperti itulah cuitan Hartoyo di facebook. Banyak netizen yang minta agar PBNU segera memberi klarifikasi terkait dana dari Global Fund itu.

Namun terlepas dari kontroversi dana program LGBT itu, di lingkungan NU memang muncul aneka sikap, terutama tokoh-tokoh muda NU yang dikenal luas sebagai pendukung utama Kiai Said Aqil Siraj. Ulil Abshar Abdalla misalnya, secara terang-terangan mendukung LGBT. Tak tanggung-tanggung, pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) itu melalui akun Twitter-nya, mengatakan bahwa negara yang mendukung LGBT justru lebih makmur.

“Lihat saja apakah ada azab untuk negeri2 yg menolerir LGBT? Mereka malah pada makmur semua. :),” salah satu kicau Ulil dalam akun twitter pribadinya, @ulil, Senin (8/2/2016) malam.

Ia juga tak percaya kaum Nabi Luth disiksa Allah SWT karena sodomi. Menurut dia, bencana Sodom di zaman Nabi Luth sebagai azab Tuhan atas LGBT adalah warisan dari mitos Yahudi.

“Quran mengambil mitos sbg sarana saja u/ penyampaian ajaran moral. Ada ajaran lain yg lebih penting di Quran: pentingnya sains,” pungkasnya.

Menantu KHA Mustofa Bisri (Gus Mus) itu bahkan dalam akun resminya tersebut berkicau, “Kalian yangg benci LGBT, setidaknya mesti ingat: komputer yangg kalian pakai adalah hasil temuan Alan Turing, seorang gay dari Inggris.”

Namun, beberapa pemilik akun lainnya ada yang pro-kontra terhadap pernyataan Ulil itu. Beberapa orang membantah dengan berkicau melalui akun ekose85:

“Penemu komputer PERTAMA KALI adalah Charles Babbage (lahir 26 Desember 1791 – meninggal 18 Oktober 1871).” Kemudian, ada yang berkicau tentang LGBT-nya. Salah satunya pemilik akun raynurhaq63: “Saya benci lgbt bukan karena takdirnya untuk menjadi lgbt, tetapi karena orientasi seksualnya yang ngajak orang normal, remaja dan anak- anak.”

Sebelumnya, di hari yang sama Ulil melalui akun resminya berkicau: “Berkali2 acara LGBT diserang oleh FPI. Apakah ini bukan tanda2 pemberangusan?”. Namun itu pun dibalas oleh pemilik akun @muhamWahdiAulia, “Kalau yang bubarin Gp ansor gimana ya.. pengen tau aja reaksinya.. hehe”.

Di hari yang sama, sebelumnya, Ulil berkicau, “Ndak setuju LGBT boleh saja. Tapi, memberangus hak mereka untuk hidup jelas bukan ajaran agama manapun. “elaknya.

Sosok pria yang menurut Gus Mus lebih alim darinya itu juga sempat di pertanyakan secara ramai saat dirinya bingung ketika mendapatkan pertanyakan, “Jika saja anak Ulil yang menjadi Gay, Bagaimana sikapnya?”. Wallahul Musta’an


Artikel Terkait