KH. Salahuddin Wahid: Akun NU Garis Lurus, Kita Harus Hormati Keberadaannya

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Cucu Rais Akbar NU Hadhrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang juga Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid atau Gus Solah menulis di koran harian Republika sebuah tulisan hangat dengan judul ‘Konflik Pemikiran Di Dalam NU’.

Gus Solah secara khusus menyinggung sejarah bahwa pada tahun 1995 tentang Penghinaan Said Agil Siadj terhadap rumusan Aswaja Hadhrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Menurut Gus Solah pada tahun 1995, Dr Said Aqiel  Siradj (SAS)  menyatakan di depan Musyawah Pimpinan PMII (1995), “Batasan tentang aswaja yang dikemukakan KH. Hasyim Asy’ari itu membuat kita agak risih, katakan saja cukup memalukan karena kesederhanaanya”. Pendapat SAS itu mendapat tanggapan keras dari para ulama NU. Seingat saya (Gus Solah) sekitar 1995 pernah dibentuk tim untuk mengkaji dan mengklarifikasi pernyataan SAS itu, tetapi Gus Solah tidak tahu akhirnya.

Diakhir tulisannya, Gus Solah secara khusus juga menyinggung tentang akun ‘NU Garis Lurus’. Menurut beliau, Meski terkadang NU Garis Lurus mengkritik dengan cara kurang baik tapi tidak mungkin untuk dilarang dan harus dihormati keberadaannya. Wallahu Alam


Artikel Terkait