Imam Besar: Bahaya Ruwaibidlah Dan Fitnah Akhir Zaman

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Nabi menyebutnya -Ruwaiblidlah-. Apa itu? Berikut kajian Imam Besar NU Garis Lurus KH. Luthfi Bashori tentang fitnah akhir zaman yang kami kutip dari website resmi PejuangIslam.Com

FITNAH AKHIR ZAMAN DI ABAD – 21 M.

Oleh KH. Luthfi Bashori

Dari Shahabat Tsauban RA mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh yang paling aku takuti dari umatku adalah para pemimpin yang sesat. Jika meletakkan pedang pada umatku, ia tidak akan mengangkatnya sampai hari kiamat.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Dunia ini sudah semakin tua, hari Qiamat sudah semakin dekat, banyak hal yang pernah diprediksikan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai seseorang nabi yang tidak pernah berdusta, sudah banyak yang menjadi kenyataan, terlebih khabar dan informasi yang terkait dengan peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman.

Termasuk tentang para pemimpin sesat-pun sebagaimana dalam sabda beliau SAW di atas, kini sudah banyak yang bermunculan, bahkan ibarat mati satu tumbuh seribu. Jika diperhatikan dengan seksama, maka akan didapati banyak sekali bermunculan para pemimpin yang berpaham sesat dan berperangai jahat dewasa ini.

Entah itu para pemimpin di suatu negara berbasis Islam, atau para pemimpin partai-partai Islam, maupun para pemimpin ormas-ormas Islam, atau mereka yang mengatasnamakan pemimpin daulah Islamiyah pada wilayahnya masing-masing, namun aqidah dan amaliyahnya sudah jauh menyimpang dari ajaran Aqidah maupun Syariat Islam yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW serta para Shahabat dan para ulama Salaf Ahlus Sunnah wal Jamaah.   

Shahabat Abu Hurairah RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia. Kedustaan dipercaya, sedangkan orang yang jujur didustakan. Amanat diberikan kepada pengkhianat, sedangkan orang yang jujur dikhianati, dan ruwaibidlah-pun turut berbicara.” 

Lalu Rasulullah SAW ditanya, “Apakah ruwaibidlah itu?” 

Beliau SAW menjawab: “Yaitu orang-orang bodoh yang ikut mengurusi urusan perkara (masyarakat) umum .” (HR. Sunan Ibnu Majah).

Saat sekarang ini betapa banyaknya para ruwaibidlah yang bermunculan, yaitu orang-orang yang tidak pernah mendalami pendidikan agama, namun sudah berani ikut mengomentari urusan keagamaan di hadapan umat Islam, tanpa merujuk kepada ijma para ulama salaf.

Betapa banyak orang-orang semacam para pakar pertanian misalnya, yang tiba-tiba ikut berijtihad secara pribadi lantas mengajarkan fiqih ibadah atau muamalat kepada masyarakat awwam sesuai dengan hasil ijtihad pribadinya itu, atau seorang dokter ahli bedah yang tiba-tiba ikut menafsiri ayat-ayat Alquran maupun Hadits Nabawi bertema tentang urusan ketauhidan, namun hanya berdasarkan ijtihad (pandangan) pribadinya sendiri, bahkan tidak jarang apa yang disampaikan itu tidak ada sangkut-pautnya dengan disiplin ilmu yang menjadi bidangnya, hingga tak jarang yang berseberangan dengan apa yang telah menjadi ijma’ (kesepakatan) para ulama salaf. 

Atau bermunculannya para artis yang tiba-tiba mengeluarkan fatwa halal atau haram terhadap amaliah umat Islam yang telah diajarkan oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah di masa lampau secara turun temurun, hingga terjadi kegaduhan di tengah masyarakat

Begitu nyata fitnah akhir zaman yang terjadi saat ini. Di samping semakin banyaknya bermunculan para pemimpin yang sesat dan menyesatkan, juga semakin banyak pula para ruwaibidlah yang berani menampakkan diri secara terang-terangan di sekitar kehidupan umat, bak jamur di musim hujan.  

Sumber http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=1148#.dpuf


Artikel Terkait