Catatan Mengejutkan Syaikhina KH. Sa’id Abdurrohim Untuk Said Agil

Shortlink:

kyai-said-sarang

NUGarisLurus.Com – Berikut ini catatan lengkap Syaikhina KH. Sa’id Abdurrahim pengasuh pondok pesantren Ma’hadul Ulum Asy Syar’ie (MUS) atas ketua PBNU Prof. Dr. Said Agil Siraj (SAS) yang dulu merupakan teman belajar saat Said Agil Siraj (SAS) kuliah di Saudi Arabia.

Catatan mengejutkan seperti vonis kafir dari SAS kepada para ulama tasawuf panutan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) seperti Al Imam Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad Bin Muhammad Al Ghazali. Berikut catatan selengkapnya, Eksklusif NUGarisLurus.com

Catatan Untuk Prof. Dr. Said Aqil*

Oleh: Syaikhina KH. Sa’id Abdurrahim, Pengasuh PP. MUS Sarang Rembang Jateng

image

Kami mengenal Said Aqil sewaktu tahun pertama kami mukim di Mekkah Al Mukaromah pada tahun 1990. waktu kami di sana Beliau kuliah di Universitas Ummil Quro, saat itu beliau sedang menempuh program doktoral di Universitas Ummul Qura.

Kami lebih akrab dengan sebagian mahasiswa Indonesia di Mekkah, termasuk said aqil, dikarenakan kami -tholabah mukimin Mekkah- punya kegiatan daurah yang diadakan setiap hari Kamis yang diikuti juga oleh sebagian mahasiswa.
Beliau pernah diundang kegiatan daurah sebagai pembicara dalam diskusi yang berjudul tasawuf falsafi. mahasiswa yang S3 ini biasa dikatakan sebagai senior mereka sering diundang untuk mengisi acara acara diskusi dan yang lain.

Kami sering juga berkunjung di rumah beliau di aziziah. Beliau menjadi imam di sebuah masjid di sana, mengimami shalat maktubah. Saya sering berkunjung ke sana, ngobrol-ngobrol dan diskusi bersama teman-teman, walaupun kami hanya banyak mendengar beliau yang banyak bicara. Termasuk yang menjadikan saya pribadi sering berkunjung ke sana adalah karena beliau ini diberi fasilitas oleh pemerintah- kita katakan DEPAG lah kalau di sini- bisa mendatangkan kitab-kitab yang semestinya dilarang oleh pemerintah Saudi, yaitu Kitab Tasawuf karena beliau saat itu sedang menempuh program Doktor jurusan Ushuluddin yang disertasinya membahas “tasawuf falsafi”. Dia diberi ruhsoh untuk mendatangkan kitab-kitab yang mestinya dilarang dari beberapa negara tetangga. Beliau menjadikan kesempatan ini untuk membantu para tholabah Di makkah yang berminat memiliki kitab-kitab yang berkaitan dengan tasawuf.

Kami sering ke sana melihat dan membeli beberapa kitab yang berkaitan dengan tasawuf, yang dilarang beredar di toko-toko kitab. Setelah kami dan teman teman ngobrol ngobrol dengan beliau, dan banyak mendengar beliau berbicara, kesan saya beliau ini adalah seorang yang cerdas, kritis, dan suka mengkritik kesana-kemari seperti mengkritik para ulama. Bahkan Beliau juga sering mengkritik perilaku Kyai yang ada di pondok pesantren di Jawa. Saya rasa ini bukan kebiasaan yang dilakukan oleh Profesor Said Aqil sendiri, melainkan juga kebiasaan orang-orang sarjana, terutama yang sudah Doktor dan Profesor. mereka merasa tidak afdol kalau belum mampu mengkritik kesana kemari. Menurut mereka, hal itu adalah kelebihan-kelebihan yang semestinya dilakukan oleh seorang mahasiswa tingkat Doktor dan Profesor.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12


Artikel Terkait