Respon Imam Besar NU GL Atas Seminar Sidogiri

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Ramai berita tentang seminar di pesantren Sidogiri, Pasuruan yang menghadirkan ulama Yaman Habib Abu Bakar Al Adny, KH. Yahya Zainal Ma’arif (Buya Yahya), dan Said Agil Siraj, Ahad 24 Januari 2015.

image

Hadir para jajaran elit tokoh NU seperti Habib Taufiq Assegaf, KH. Nawawi Abdul Djalil, KH. Muhammad Idrus Ramli, KH. Mas Subadar, KH. Miftakhul Akhyar, KH. Muhibbul Aman Aly dan berbagai tokoh lainnya.

image

Dalam nasehat yang disampaikan para habaib dan tokoh dalam seminar pertemuan kali ini adalah supaya setelah ini TIDAK ADA LAGI FATWA KONTROVERSI terutama dari pengurus NU dan disaksikan langsung oleh Said Agil Siraj sebagai ketum PBNU hasil muktamar Jombang.

Imam Besar NU Garis Lurus KH. Luthfi Bashori yang kebetulan masih melakukan safari dakwah di negeri jiran Malaysia dan tidak bisa menghadiri undangan Sidogiri memberikan respon serius atas hasil seminar kali ini.

“Saya senang dengan adanya pertemuan ulama di Sidogiri, hanya saja saya tetap ingkar terhadap kemungkaran SAS dalam bukunya “Tasawuf Sebagai Kritik Sosial”, tegasnya.

Mengenai kabar bahwa Said Agil mengaku salah dalam bukunya “Tasawuf Sebagai Kritik Sosial” yang telah dibantah habis oleh KH. Muhammad Idrus Ramli karena sangat menyimpang dari aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Kyai Luthfi memberikan syarat harus ada permintaan maaf secara terbuka.

“Tobatnya pelaku maksiat dari seorang publik figur itu harus dilakukan di depan publik. Tobatnya penulis buku sesat, harus mencabut dan mengcounter tulisannya sendiri. Tobatnya penceramah di media itu, harus mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam secara terbuka. Tobatnya ‘PENCURI JABATAN’ itu, harus rela MELETAKKAN JABATANNYA yang diambil secara TIDAK SAH. Demikian dan seterusnya, tutupnya.

Wallahu a’lam.


Artikel Terkait