Kuburannya Banyak Peziarah, Tapi Pemiliknya Ahli Neraka

Shortlink:

image

Kuburan Abu Lu’lu’ Al Majusi Pembunuh Amirul Mukminin Sayidina Umar Ra Yang Banyak Peziarahnya orang syiah

NUGarisLurus.Com – Banyak kaum muslimin dewasa ini mengalami krisis timbangan kebenaran. Mereka melihat kebenaran bukan dengan timbangan syariat namun dengan timbangan angan -angan yang tidak mempunyai standar yang jelas.

Sebagian kalangan menganggap bahwa orang benar dan baik semasa hidup adalah mereka yang ketika mati kuburnya banyak peziarahnya. Meskipun semasa hidup liberal dan menyimpang. Meski semasa hidup beragama majusi seperti Abu Lu’lu’ pembunuh Amirul Mukminin Sayidina Umar Ra.

Ketahuilah bahwa timbangan kebenaran bahkan kewalian seseorang bukanlah dilihat dengan banyak peziarah kuburnya namun dilihat dari timbangan syariat Sayyidina Muhammad Sholllallahu ‘alaihi Wasallama. Itulah wasiat yang sering disampaikan para auliya’ dan sholihin didalam kitab -kitab tasawuf mereka.

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﻌﺮﺍﻧﻲ ﻗﺪﺱ ﺳﺮﻩ : “ ﻭﻛﺎﻥ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺳﻴﺪﻱ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﺨﻮﺍﺹ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻘﻮﻝ : ﺇﻥ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻣﺤﺮﺭﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ، ﺗﺤﺮﻳﺮ ﺍﻟﺬﻫﺐ ﻭﺍﻟﺠﻮﻫﺮ، ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻥ ﻟﻬﻢ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺣﺮﻛﺔ ﻭﺳﻜﻮﻥ ﻧﻴﺔ ﺻﺎﻟﺤﺔ ﺑﻤﻴﺰﺍﻥ ﺷﺮﻋﻲ ﻭﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﺫﻟﻚ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺗﺒﺤﺮ ﻓﻲ ﻋﻠﻮﻡ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ. ﺍﻫـ ، ﻗﻠﺖ: ﻓﻜﺬﺏ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻓﺘﺮﻯ ﻣﻦ ﻳﻘﻮﻝ ﺇﻥ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻟﺼﻮﻓﻴﺔ ﻟﻢ ﻳﺄﺕ ﺑﻬﺎ ﻛﺘﺎﺏ ﻭﻻ ﺳﻨﺔ، ﻭﻗﻮﻟﻪ ﻣﻦ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻌﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﺪﺍﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﻛﺜﺮﺓ ﺟﻬﻠﻪ،
ﻓﺈﻥ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﺍﻟﺼﻮﻓﻲ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﻫﻮ ﻋﺎﻟﻢ ﻋﻤﻞ ﺑﻌﻠﻤﻪ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻪ ﺍﻹﺧﻼﺹ ﻻ ﻏﻴﺮ ”. ‏( 1‏)
ـــــــــــــــــــــــ
‏( 1‏) ﺗﻨﺒﻴﻪ ﺍﻟﻤﻐﺘﺮﻳﻦ ﺃﻭﺍﺧﺮ ﺍﻟﻘﺮﻥ ﺍﻟﻌﺎﺷﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺧﺎﻟﻔﻮﺍ ﻓﻴﻪ ﺳﻠﻔﻬﻢ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮ

”Berkata Imam Abdul Wahhab Asy
Sya’roni Rahimahullah: Berkata Syaikhina Sayyidi Ali Al Khawwash Rahimahullah: Sesungguhnya jalan para kaum yang sudah diberikan ridho oleh Allah dimerdekakan atas kitab dan sunnah. Kemerdekaan cemerlang seperti emas dan permata. Itu karena bagi mereka setiap gerakan dan diam ada niat sholih dengan timbangan syariat. Tidak mungkin semua itu diketahui kecuali oleh seseorang yang sudah menyelami/ nyegoro dalam berbagai ilmu syariat.

Imam Abdul Wahhab Asy Sya’roni
berkata: “Maka demi Allah berdusta dan berbohong seseorang yang berkata bahwa jalan tasawuf itu tidak menggunakan kitab dan sunnah. Dan perkataannya menunjukkan atas kebodohannya yang banyak. Maka sesungguhnya hakikat seorang sufi menurut pengertian yang lurus dan benar adalah: “Seseorang yang alim dan beramal dengan ilmunya atas jalan ikhlas”, bukan dengan jalan lain. (Tanbih Al Mughtarrin Awakhir Al Qurn Al ‘Asyir ‘Ala Maa Kholafu fihi salafuhum At Thohir).

Berkata Panutan Pemimpin Tasawuf Sepanjang Massa Al Imam Junaid Al – Baghdadi Rahimahullah:

ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺠﻨﻴﺪ : ﻣﻦ ﻟَﻢْ ﻳﺤﻔﻆ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥ ﻭَﻟَﻢْ ﻳﻜﺘﺐ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚ ﻻ ﻳﻘﺘﺪﻯ ﺑِﻪِ ﻓِﻲ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻷﻣﺮ ، ﻷﻥ ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻫَﺬَﺍ ﻣﻘﻴﺪ ﺑﺎﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ. ﺳﻤﻌﺖ ﻣُﺤَﻤَّﺪ ﺑْﻦ ﺍﻟْﺤُﺴَﻴْﻦ ﻳَﻘُﻮﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﺃﺑﺎ ﻧﺼﺮ ﺍﻷَﺻْﺒَﻬَﺎﻧِﻲ ﻳَﻘُﻮﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﺃﺑﺎ ﻋَﻠِﻲّ ﺍﻟﺮﻭﺫﺑﺎﺭﻱ ﻳَﻘُﻮﻝ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺠﻨﻴﺪ : ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ ﻫَﺬَﺍ ﻣﻘﻴﺪ ﺑﺄﺻﻮﻝ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺠﻨﻴﺪ : ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻫَﺬَﺍ ﻣﺸﻴﺪ ﺑﺤَﺪِﻳﺚ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ.

“Barangsiapa Yang Tidak Menghafal Al Quran Dan Tidak Menulis Hadits, Maka Dia Tidak Boleh Di jadikan Panutan. Mazhab kami terikat dengan usul al- Quran al- Karim dan as-Sunnah Shollahu ‘Alaihi Wasallam”. (Kitab: al Tabaqat as- Sufiyyah).

Al-Imam Junaid al- Baghdadi Imam para sufi berkata: “Semua jalan telah tertutup bagi makhluk kecuali mereka yang mengikuti jejak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam, Sunnahnya, dan setia pada jalan yang ditempuh beliau. Karena semua jalan kebaikan terbuka untuk beliau dan mereka yang mengikutinya.” (Al-Hafidz Abi Ahmad bin Abdillah al-Ishhafani, Hilyahal-Auliya’wa Thaqat al-Ashfiya’)

Timbangan Syariah Nabi Muhammad Bukan Timbangan Kuburan Banyak Peziarah

Berkata Wali Besar Al Imam Abdul Wahhab Asy Sya’roni dari guru beliau Al Imam Ali Al Khowwas.

وكان سيدي عليا الخواص رحمه الله يقول : كم من ضريح يزار وصاحبه في النار. (لواقح الانوار القدسیة فی بیان العهود المحمدیة 896).

اﻷمام عبد الوهاب الشعراني قال ” كم من قبر يزار وصاحبه في النار. (نور الإنصاف ” ص 11،20)

“Berapa Banyak Kuburan Yang Diziarahi Para Peziarah Padahal Pemiliknya Ahli Neraka.” (Nur Al Inshof 11,20, Lawaqih Al Anwar 896)

Itulah jalan tasawuf para Wali Allah bukan jalan para Wali syaitan yang menyesatkan Ummat Akhir Zaman.

Wallahul Musta’an Wallahu Alam


Artikel Terkait