KH. Muhammad Idrus Ramli Luruskan Tengku Zulkarnain Dan Muslimedianews

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Website berita pro liberal dan pembela syiah muslimedianews pada tanggal 31 Desember membuat tulisan yang diatasnamakan wasekjen MUI pusat KH. Tengku Zulkarnain dengan kesimpulan bahwa Tahun Baru Masehi adalah milik Umat Islam karena tertulis dalam Al Qur’an.

image

image

image

Ketua Umum NU Garis Lurus yang juga Dewan Pakar Aswaja NU Center KH. Muhammad Idrus Ramli melalui akun facebooknya memberikan tanggapan serius mengenai hal ini.

image

HARI RAYA UMAT BERAGAMA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أضلَّ الله عن الجمعة من كان قبلنا، فكان لليهود يوم السبت، وكان للنصارى يومُ الأحد، فجاء الله بنا فهدانا ليوم الجمعة، فجعل الجمعة والسبت والأحد، وكذلك هم لنا تبعُ يوم القيامة، نحن الآخرون من أهل الدنيا، والأولون يوم القيامة المقضي بينهم قبل الخلائق

Allah telah menyesatkan orang-orang sebelum kami dari hari Jum’at. Maka orang-orang Yahudi memiliki hari Sabtu. Orang-orang Nasrani memiliki hari Ahad. Lalu Allah mendatangkan kami, menunjukkan kami pada hari Jum’at. Allah menjadikan hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Demikian pula pada hari kiamat, mereka akan mengikuti kami. Kami umat yang terakhir di dunia, tetapi umat yang pertama diputuskan pada hari kiamat sebelum makhluk yang lainnya.

رواه مسلم

Hari Jum’at, Sabtu dan Ahad sama-sama disebutkan dalam al-Qur’an, tetapi hari raya umat Islam hanya hari Jum’at. Umat Yahudi hari Sabtu, dan umat Kristiani hari Ahad. Wallahu a’lam.

Berikut pernyataan tegas sosok yang akrab disapa Gus Idrus ini.

“Tahun Baru Islam itu Tahun Hijriah. Tahun Masehi itu tahun baru umat Nasrani. Memang tahun Masehi itu mengikuti perhitungan tahun Syamsiyah. Tahun Syamsiyah dan Qomariyah sama-sama disebutkan dalam al-Qur’an. Hal ini tidak serta merta tahun Masehi kita anggap tahun Islami. Karena awal permulaannya ditentukan oleh penganut agama Nasrani. Kita mengakui perhitungan Syamsiyahnya, tetapi tidak mengakui Masehinya sebagai tahun Islami. Jadi tidak perlu, dengan alasan toleransi, atau alasan apapun, menganggap tahun masehi sebagai tahun Islami.”

Wallahu Alam


Artikel Terkait