KH. Ibnu Hajar Al Makky: Bersyukur Dengan Adanya NU Garis Lurus

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Fenomena tentang sepak terjang NU Garis Lurus kembali mendapat tanggapan dari KH. Ibnu Hajar Al Makky. Melalui akun facebooknya, Murid Sayid Muhammad Alawi Al Maliki ini memberikan tanggapannya secara panjang dan bersyukur dengan adanya NU Garis Lurus.

Saya bersyukur dengan adanya NU GL.  Dengan adanya beliau beliau, para oknum penyeleweng syareah paling tidak akan merasa bahwa yang mereka lakukan ada yang mengawasi, diawasi oleh orang yang kerreng, galak.

Obat orang yang ngawor adalah di tasyhir kesalahan nya.

Cuma sebagian opini orang timur, pemilik totokromo, para santri, menganggap, gerakan NU GL salah. Kenapa.. Karena galak.

Kalau begitu,, kenapa tidak mengatakan “salah” pada penyebabnya, dengan sebab ngawor akan ada galak, kalau tidak ada ngawor, tidak akan ada galak.

Bila pemerintah sudah lemah. Agama islam sudah diolok olok, dilecehkan berkali-kali, yang seakan akan, kaum non muslim ingin ngettes, gimana sih letak kejantanan orang islam. Bila dilecehkan tidak ada respon, maka ditumpas saja, bila masih galak, maka mereka akan mikir lagi.

قال ﺃﺑﻮ اﻟﺤﺴﻦ: ﻗﺎﻟﺖ اﻣﺮﺃﺓ ﻻﺑﻨﺘﻬﺎ ﻋﻨﺪ ﻫﺪاﺋﻬﺎ: اﻗﻠﻌﻲ ﺯﺝ ﺭﻣﺤﻪ، ﻓﺈﻥ ﺃﻗﺮ ﻓﺎﻗﻠﻌﻲ ﺳﻨﺎﻧﻪ، ﻓﺈﻥ ﺃﻗﺮ ﻓﺎﻛﺴﺮﻱ اﻟﻌﻈﺎﻡ ﺑﺴﻴﻔﻪ، ﻓﺈﻥ ﺃﻗﺮ ﻓﺎﻗﻄﻌﻲ اﻟﻠﺤﻢ ﻋﻠﻰ ﺗﺮﺳﻪ، ﻓﺈﻥ ﺃﻗﺮ ﻓﻀﻌﻲ اﻹﻛﺎﻑ ﻋﻠﻰ ﻇﻬﺮﻩ ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻫﻮ ﺣﻤﺎﺭ.

Seorang ibu memberi pesan pada putrinya yang akan dihantarkan pada suaminya :'(:'(.

Wahai putriku ; ujilah kejantanan suamimu. Cabut lah penutup tombak nya,,, kalau dia diam, patahkan ujung Tombak nya. Kalau dia diam pakai lah pedang nya untuk memotong tulang, kalau dia diam, pakailah tamengnya untuk ngiris daging. Kalau dia diam, carilah tali tampar ikatlah ke leher suami mu, karena dia adalah “keledai” tidak punya rasa ghoiroh.

Jika masih ada sekelompok berpotensi ghoiroh, maka selayaknya kita dukung, lalu kita himbau untuk mencari kata yang halus, dengan penjelasan yang mantiqi, bukan kita malah mengingkari nya.

Bila pemerintah sudah tidak mampu membela agama, sedangkan kaum kafir selalu menistakan agama, lalu ada sekelompok orang yang mbela keyakinan kita semua, disaat kita sendiri tidak sanggup tampil. Maka sungguh kita kurang bijak bila kita menyalahkan mereka.

Perkara yang maskut anhu, tidak ada dalil halal atau haram, maka boleh bagi kita untuk ber ijtihad.

Bila penyandang ilmu sendiri sudah menjadi ngawor dan ngaco, maka hukumnya adalah

الفاسق يهتك

Dalam fikih ada masalah addhofar, bila orang yang sudah mampu untuk membayar, dia tidak mau juga membayar, maka boleh bagi yang punya uang untuk mempermalukannya, atau mengambil barang nya tanpa izinpun.

Sedang orang yang ngawor dalam agama.. Apakah permasalahannya lebih murah dr urusan hutang atau lebih berbahaya.

قال الشيخ اسعد الصاغرجي : والرأي الراجح لدى الفقهاء انه لا يشترط الأمر والناهي أن يكون كامل الحال….. وإن كان مخلا بما يأمر به، وعليه النهي وإن كان ملتبسا بما ينهى عنه، فإنه يجب عليه شيئان،، أن يأمر نفسه ويأمر غيره. فلا يشترط أن يكون معصوما عن المعاصي كلها.

قال سعيد بن جيير : إن لم يأمر بالمعروف ولم ينه عن المنكر إلا من لا يكون فيه شيء،،، لم يأمر أحد بشيء.
انتهاء بالتصرف.

وقال الشيخ أيضا :أنه لا يمنع أحد من القيام به،، لأن النصوص عامة، توجب على كل فرد..

Tentang kata pedas, dan kasar..

… تختلف الوسائل باختلاف نوع المنكر واختلاف حال فاعل المنكر،،، لأن ما يندفع به شخص قد لا يندفع به الآخر.. وما يصلح لدفع منكر قد لا يصلح لدفع منكر آخر.

وقد حصر بعض الفقهاء وسائل دفع المنكر في التعريف والتعنيف والتهديد وايقاع الضرب.

Beliau beliau ini, sebenarnya tahu hukum, tahu sebab dan akibat yang akan terjadi. Tapi mereka berangkat dari “ketidak adaan orang lain yang berani”.

Tanpa pamer, tanpa harapan pujian sbb mereka sudah memiliki semua nya.

Tulisan ini hanya opini. Bukan Fatwa. Bukan menghalalkan cara. Tapi menyayangkan bila ada diantara poro masyayikh yang masih menganggap extrim mereka

Wallahu Alam

Sumber: FB BinHajar AlMakky


Artikel Terkait