Halalkan Daging Tokek Kadal, Pantaskah Sukino MTA Disebut Ulama?

Shortlink:

imageNUGarisLurus.Com – Pimpinan sekte wahabi MTA Solo Sukino berfatwa ngawur menghalalkan daging Tokek, Cicak dan Kadal meskipun tanpa disembelih karena termasuk hewan yang tidak punya leher

Membantah Fatwa Ngawur MTA Sukino Halalkan Tokek Cicak Kadal Tanpa SembelihOleh Muhammad Lutfi Rochman*Dalam sebuah video Sukino pemimpin sebuah perkumpulan yang menamakan dirinya Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA) membuat fatwa ngawur membolehkan dan menghalalkan daging Tokek, Cicak dan Kadal tanpa disembelih lebih dahulu.MTA yang berpusat di Solo dan mulai menyebar di berbagai daerah ini sudah cukup lama meresahkan masyarakat terutama kalangan Nahdliyin namun terus berkembang besar dengan dukungan ‘pemerintah’ tanpa dilakukan pencegahan.Menamakan diri mereka Tafsir Al Qur’an tetapi ngawur mentafsirkan hukum halal haram sesuai Al Qur’an, Sukino tidak mau merujuk pendapat para ulama tapi sering kali menggunakan logikanya sendiri untuk menafsirkan sebuah hukum.Nabi Bersabda:ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻘُﺮﺁﻥِ ﺑِﺮﺃﻳِﻪِ ، ﻓَﻠْﻴَﺘَﺒﻮﺃْ ﻣَﻘْﻌَﺪَﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ.(ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ ﻓﻲ ﻓﻀﺎﺋﻞ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ 109/110 )، ﻭﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ (2951 )، ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻓﻲ( ﺍﻟﻤﺴﻨﺪ 2069 ، 2429 ، 2976 ، 3025 )، ﻭﺍﻟﻄﺒﺮﻱ ﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮﻩ 77 /76 /75 /74 /73) ، ﻭﺍﻟﻄﺤﺎﻭﻱ ﻓﻲﺍﻟﻤﺸﻜﻞ (116 -167) ، ﻭﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻜﺒﻴﺮ ﺝ /11 ﺭﻗﻢ 12392) ﻭﺍﺑﻦ ﺍﻷﻧﺒﺎﺭﻱ ﻓﻲﺍﻟﻤﺼﺎﺣﻒ ) ، ﻭﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻰ ﻓﻲﺍﻟﺸﻌﺐ ) ، ﻭﺍﻟﺨﻄﻴﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻭﺍﻟﻤﺘﻔﻘﻪ /1 57 ) ، ﻭﺍﻟﺒﻐﻮﻱ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﺴﻨﺔ 1/257 ، 25 ﻭﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮﻩ )Barangsiapa berkata tentang Al Quran dengan pemikirannya sendiri, Maka ambillah tempat duduk baginya di Neraka (Hadits diriwayatkan Oleh An Nasa’i, At Tirmidzi, Ahmad Bin Hanbal, Al Baihaqi, At Thobari, Ibnu Al Anbari, Al Khothib, At Thohawi, juga Para Mufasiir At Thobari, Al Baghowi seperti sumber diatas)Hukum Tokek Cicak Kadal Menurut Para Ulama Fiqh 4 Mazhab dan Jumhur UlamaImam Abu Zakaria Muhyiddin An Nawawi Asy Syafi’ie berkata dalam Majmu’ Syarakh Muhazddab 9/15 disebutkan:(ﻭﻣﻨﻬﺎ ) ﺍﻟﻮﺯﻍ ﻭﺃﻧﻮﺍﻋﻪ ﻛﺤﺮﺑﺎﺀ ﺍﻟﻈﻬﻴﺮﺓ ﻭﺍﻟﻌﻄﺎ ﻭﻫﻲ ﻣﻠﺴﺎﺀ ﺗﺸﺒﻪ ﺳﺎﻡ ﺃﺑﺮﺹ ﻭﻫﻰ ﺃﺧﺲ ﻣﻨﻪ ﻭﺍﺣﺪﺗﻬﺎ ﻋﻄﺎﺀ ﻭﻋﻄﺎﻧﻪ ﻓﻜﻞ ﻫﺬﺍ ﺣﺮﺍﻡ.Cicak, Tokek dan sejenisnya semua haram.ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻤﻐﻨﻲ ﻻﺑﻦ ﻗﺪﺍﻣﺔ: ﻭﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﻣﺎ ﻧﺺ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻭﻣﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﺗﺴﻤﻴﻪ ﻃﻴﺒﺎً ﻓﻬﻮ ﺣﻼﻝ ﻭﻣﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺗﺴﻤﻴﻪ ﺧﺒﻴﺜﺎً ﻓﻬﻮ ﻣﺤﺮﻡ، ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻭَﻳُﺤِﻞُّ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕِ ﻭَﻳُﺤَﺮِّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﺨَﺒَﺂﺋِﺚَ ـ ﻓﻤﺎ ﺍﺳﺘﻄﺎﺑﺘﻪ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﻓﻬﻮ ﺣﻼﻝ، ﻭﻣﺎ ﺍﺳﺘﺨﺒﺜﺘﻪ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﻓﻬﻮ ﻣﺤﺮﻡ، ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻭَﻳُﺤَﺮِّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﺨَﺒَﺂﺋِﺚَ ـ ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﺗﻌﺘﺒﺮ ﺍﺳﺘﻄﺎﺑﺘﻬﻢ ﻭﺍﺳﺘﺨﺒﺎﺛﻬﻢ ﻫﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﺠﺎﺯ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻷﻣﺼﺎﺭ، ﻷﻧﻬﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻧﺰﻝ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺧﻮﻃﺒﻮﺍ ﺑﻪ ﻭﺑﺎﻟﺴﻨﺔ ﻓﺮﺟﻊ ﻓﻲ ﻣﻄﻠﻖ ﺃﻟﻔﺎﻇﻬﻤﺎ ﺇﻟﻰ ﻋﺮﻓﻬﻢ ﺩﻭﻥ ﻏﻴﺮﻫﻢ، ﻭﻟﻢ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻮﺍﺩﻱ، ﻷﻧﻬﻢ ﻟﻠﻀﺮﻭﺭﺓ ﻭﺍﻟﻤﺠﺎﻋﺔ ﻳﺄﻛﻠﻮﻥ ﻣﺎ ﻭﺟﺪﻭﺍ، ﻭﻟﻬﺬﺍ ﺳﺌﻞ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻋﻤﺎ ﻳﺄﻛﻠﻮﻥ، ﻓﻘﺎﻝ ﻣﺎ ﺩﺏ ﻭﺩﺭﺝ ﺇﻻ ﺃﻡ ﺣﺒﻴﻦ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﺘﻬﻦ ﺃﻡ ﺣﺒﻴﻦ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ ﻭﻣﺎ ﻭﺟﺪ ﻓﻲ ﺃﻣﺼﺎﺭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﺮﻓﻪ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﺠﺎﺯ ﺭﺩ ﺇﻟﻰ ﺃﻗﺮﺏ ﻣﺎ ﻳﺸﺒﻬﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺠﺎﺯ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﺸﺒﻪ ﺷﻴﺌﺎً ﻣﻨﻬﺎ فهو ﻣﺒﺎﺡ ﻟﺪﺧﻮﻟﻪ ﻓﻲ ﻋﻤﻮﻡ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻗُﻞ ﻻَّ ﺃَﺟِﺪُ ﻓِﻲ ﻣَﺎ ﺃُﻭْﺣِﻲَ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣُﺤَﺮَّﻣًﺎ ـ ﻭﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻭﻣﺎ ﺳﻜﺖ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻓﻬﻮ ﻋﻔﺎ ﻋﻨﻪ. ﻭﺇﺫﺍ ﺛﺒﺖ ﻫﺬﺍ، ﻓﻤﻦ ﺍﻟﻤﺴﺘﺨﺒﺜﺎﺕ ﺍﻟﺤﺸﺮﺍﺕ ـ ﻛﺎﻟﺪﻳﺪﺍﻥ ﻭﺍﻟﺠﻌﻼﻥ ﻭﺑﻨﺎﺕ ﻭﺭﺩﺍﻥ ﻭﺍﻟﺨﻨﺎﻓﺲ ﻭﺍﻟﻔﺄﺭ ﻭﺍﻷﻭﺯﺍﻍ ﻭﺍﻟﺤﺮﺑﺎﺀ ﻭﺍﻟﻌﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﺠﺮﺍﺫﻳﻦ ﻭﺍﻟﻌﻘﺎﺭﺏ ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺕ ـ ﻭﺑﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ، ﻭﺭﺧﺺ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻟﻴﻠﻰ ﻭﺍﻷﻭﺯﺍﻋﻲ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﻛﻠﻪ، ﺇﻻ ﺍﻷﻭﺯﺍﻍ ﻓﺈﻥ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺒﺮ ﻗﺎﻝ ﻫﻮ ﻣﺠﻤﻊ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ، ﻭﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ ﺍﻟﺤﻴﺔ ﺣﻼﻝ ﺇﺫﺍ ﺫﻛﻴﺖ ﻭﺍﺣﺘﺠﻮﺍ ﺑﻌﻤﻮﻡ ﺍﻵﻳﺔ ﺍﻟﻤﺒﻴﺤﺔ، ﻭﻟﻨﺎ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻭﻳﺤﺮﻡ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺨﺒﺎﺋﺚ ـ ﻭﻗﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﺧﻤﺲ ﻓﻮﺍﺳﻖ ﻳﻘﺘﻠﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻞ ﻭﺍﻟﺤﺮﻡ: ﺍﻟﻌﻘﺮﺏ ﻭﺍﻟﻔﺄﺭﺓ ﻭﺍﻟﻐﺮﺍﺏ ﻭﺍﻟﺤﺪﺃﺓ ﻭﺍﻟﻜﻠﺐ ﺍﻟﻌﻘﻮﺭ ـ ﻭﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺤﻴﺔ ﻣﻜﺎﻥ ﺍﻟﻔﺄﺭﺓ، ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻴﺪ ﺍﻟﻤﺒﺎﺡ ﻟﻢ ﻳﺒﺢ ﻗﺖﻟﻬﺎ، ﻭﻷﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﻝ: ﻻَ ﺗَﻘْﺘُﻠُﻮﺍْ ﺍﻟﺼَّﻴْﺪَ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﺣُﺮُﻡٌ ـ ﻭﻗﺎﻝ: ﻭَﺣُﺮِّﻡَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻَﻴْﺪُ ﺍﻟْﺒَﺮِّ ﻣَﺎ ﺩُﻣْﺘُﻢْ ﺣُﺮُﻣًﺎ ـ ﻭﻷﻧﻬﺎ ﻣﺴﺘﺨﺒﺜﺔ ﻓﺤﺮﻣﺖ ﻛﺎﻟﻮﺯﻍ، ﺃﻭ ﻣﺄﻣﻮﺭ ﺑﻘﺘﻠﻬﺎ ﻓﺄﺷﺒﻬﺖ ﺍﻟﻮﺯﻍ. ﺍﻧﺘﻬﻰIbnu Qudamah Al Hambali mengatakan bahwa Keharaman Cicak Tokek dan sejenisnya sesuai dengan firman Allah: ﻭَﻳُﺤِﻞُّ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕِ ﻭَﻳُﺤَﺮِّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﺨَﺒَﺂﺋِﺚ [ﺍﻷﻋﺮﺍﻑ: 157]Khusus Untuk Cicak Tokek dan Sejenisnya Ibnu Abdil Barr mengatakan Ijma’ kesepakatan Ulama atas keharamannya.Mazhab Maliki Tetap Mengharamkan Jika Tanpa Sembelih terhadap semua jenis hewan yang sebagian dari mazhabnya terkadang berbeda dengan pendapat jumhur ulama.ﻭﺃﺑﺎﺡ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻟﺤﻢ ﺍﻟﻮﺯﻍ ﻭﺍﻟﺴﺤﻠﻴﺔ ﺇﻥ ﺃﻣﻦ ﺿﺮﺭ ﺳﻤﻬﻤﺎ ﻭﺫﻛﻴﺎ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺪﺭﺩﻳﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﺡ ﺍﻟﺼﻐﻴﺮ: ﻭﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﻣﻴﺘﺔ ﺍﻟﺜﻌﺒﺎﻥ ﻭﺍﻟﺴﺤﻠﻴﺔ ﻭﺑﻨﺖ ﻋﺮﺱ ﻭﺍﻟﻮﺯﻍ ﻧﺠﺴﺔ، ﺇﺫ ﻛﻠﻬﺎ ﺫﻭ ﻧﻔﺲ ﺳﺎﺋﻠﺔ ﻭﻳﺠﻮﺯ ﺃﻛﻞ ﺍﻟﺠﻤﻴﻊ ﺑﺎﻟﺘﺬﻛﻴﺔ ﺇﻻ ﻟﻀﺮﺭ، ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻳﺤﻤﻞ ﻗﻮﻝ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺑﺤﺮﻣﺔ ﺃﻛﻞ ﺑﻨﺖ ﻋﺮﺱ. ﺍﻧﺘﻬﻰ. ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﺶ ﻓﻲ ﻣﻨﺢ ﺍﻟﺠﻠﻴﻞ : ﻭﺍﻟﻤﺒﺎﺡ ﺧﺸﺎﺵ ﺃﺭﺽ ـ ﻛﻌﻘﺮﺏ ﻭﺧﻨﻔﺴﺎﺀ ﻭﺑﻨﺎﺕ ﻭﺭﺩﺍﻥ ﻭﺟﻨﺪﺏ ﻭﻧﻤﻞ ﻭﺩﻭﺩ ﻭﺳﻮﺱ ﻭﺣﻠﻢ ـ ﻭﺃﺿﻴﻒ ﻟﻸﺭﺽ، ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻬﺎ ﺇﻻ ﺑﻤﺨﺮﺝ ﻭﻳﺒﺎﺩﺭ ﺑﺮﺟﻮﻋﻪ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻭﺩﺧﻞ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻮﺯﻍ ﻭﺍﻟﺴﺤﻠﻴﺔ ﻭﺷﺤﻤﻪ ﺍﻷﺭﺽ، ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺒﺎﺡ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﻴﺘﺘﻬﺎ ﻧﺠﺴﺔ ﻻ ﺗﻄﻬﺮ ﺇﻻ ﺑﺬﻛﺎﺗﻬﺎ ﻓﻘﻮﻟﻬﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﻟﻴﺴﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﺸﺎﺵ، ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻮ ﺑﺎﻋﺘﺒﺎﺭ ﻧﺠﺎﺳﺔ ﻣﻴﺘﺘﻬﺎ ﻭﺇﻥ ﺩﺧﻠﺖ ﻓﻴﻪ ﺑﺎﻋﺘﺒﺎﺭ ﺇﺑﺎﺣﺘﻬﺎ ﺑﺬﻛﺎﺓ، ﻟﻜﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺤﻄﺎﺏ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺮﻓﺔ ﺃﻥ ﺍﻟﻮﺯﻍ ﻻ ﻳﺆﻛﻞ ﻭﻟﻌﻠﻪ ﻟﺴﻤﻪ. ﺍﻧﺘﻬﻰ.ﻭﻧﻘﻞ ﺍﻟﺤﻄﺎﺏ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻌﺮﺑﻲ ﺗﺮﺟﻴﺢ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﺍﻟﺤﺸﺮﺍﺕ ﻛﻠﻬﺎ، ﻓﻘﺎﻝ ﻓﻲ ﻣﻮﺍﻫﺐ ﺍﻟﺠﻠﻴﻞ ﻟﺸﺮﺡ ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺧﻠﻴﻞ: ﻭﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻌﺮﺑﻲ ﻓﻲ ﻋﺎﺭﺿﺘﻪ ﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ: ﺣﺸﺮﺍﺕ ﺍﻷﺭﺽ ﻣﻜﺮﻭﻫﺔ. ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ: ﻣﺤﺮﻣﺔ. ﻭﻟﻴﺲ ﻟﻌﻠﻤﺎﺋﻨﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺘﻌﻠﻖ ﻭﻻ ﻟﻠﺘﻮﻗﻒ ﻋﻦ ﺗﺤﺮﻳﻤﻬﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻭﻻ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺷﺄﻥ ﻭﻻ ﻷﺣﺪ ﻋﻦ ﺍﻟﻘﻄﻊ ﺑﺘﺤﺮﻳﻤﻬﺎ ﻋﺬﺭ. ﺍﻧﺘﻬﻰ Al Khattob menceritakan dari Ibnu Arofah dalam mazhab Maliki Cicak Tokek dan sejenisnya tetap haram karena racun yang dikandungnya.Namun aneh seorang Sukino yang menganggap tokek dan sejenisnya menjijikkan tapi dia berani menghalalkan? pantaskah disebut Ulama? Sungguh menyesatkan umat.Ibnu Hazem Al Andalusi menyatakan dalam kitab Al Muhalla 7/405: “Cicak adalah salah satu binatang yang paling menjijikkan.”Nabi Perintahkan Bunuh Cicakﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻤُﺴَﻴَّﺐِ ﻋَﻦْ ﺃُﻡِّ ﺷَﺮِﻳﻚٍ – ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺃَﻣَﺮَ ﺑِﻘَﺘْﻞِ ﺍﻟْﻮَﺯَﻍِ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻨْﻔُﺦُ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ.Dari Said bin al Musayyib, sesungguhnya Ummu Syarik bercerita kepadanya bahwa Nabi memerintahkan untuk membunuh tokek dan beliau bersabda, “Tokek itu dulu ikut meniupi api yang digunakan untuk membakar Ibrahim” [HR Bukhari no 3180 dan Muslim no 2237].ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – « ﻣَﻦْ ﻗَﺘَﻞَ ﻭَﺯَﻏَﺔً ﻓِﻰ ﺃَﻭَّﻝِ ﺿَﺮْﺑَﺔٍ ﻓَﻠَﻪُ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻣَﻦْ ﻗَﺘَﻠَﻬَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﻀَّﺮْﺑَﺔِ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔِ ﻓَﻠَﻪُ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻟِﺪُﻭﻥِ ﺍﻷُﻭﻟَﻰ ﻭَﺇِﻥْ ﻗَﺘَﻠَﻬَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﻀَّﺮْﺑَﺔِ ﺍﻟﺜَّﺎﻟِﺜَﺔِ ﻓَﻠَﻪُ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻟِﺪُﻭﻥِ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔِ ».Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bisa membunuh tokek dengan sekali pukulan maka untuknya sekian pahala. Siapa yang membunuh tokek dengan dua kali pukulan untuknya sekian pahala yang lebih sedikit jika dibandingkan orang yang membunuh dengan sekali pukulan. Siapa yang membunuh tokek dengan tiga kali pukulan maka untuknya sekian pahala yang lebih sedikit jika dibandingkan pahala orang yang bisa membunuh dengan dua kali pukulan” [HR Muslim no 5983].Hadits-hadits di atas menunjukkan perintah membunuh tokek cicak dan tidak membiarkannya hidup padahal kita mampu membunuhnya.Dalam hadits di atas juga terdapat penjelasan mengenai alasan yang mendorong Nabi untuk memerintahkan kita agar membunuh tokek. Yaitu dahulu kala tokek turut membantu orang kafir untuk menyalakan api yang hendak digunakan untuk membakar Nabi Ibrahim.Tokek cicak diperintahkan untuk dibunuh karena dia adalah binatang pengganggu sehingga binatang yang mengganggu kaum muslimin selayaknya dibunuh.Setiap hewan yang diperintahkan untuk dibunuh adalah hewan yang haram dimakan dan semua hewan yang haram dimakan adalah hewan yang haram diperjualbelikan.ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺇِﺫَﺍ ﺣَﺮَّﻡَ ﺃَﻛْﻞَ ﺷَﻰْﺀٍ ﺣَﺮَّﻡَ ﺛَﻤَﻨَﻪُ.“Sesungguhnya Allah itu jika mengharamkan untuk mengkomsumsi sesuatu maka Allah juga mengharamkan perdagangannya” [HR Ahmad no 2678 dari Ibnu Abbas]ﻭﺃﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺒﻴﻊ: ﻓﻬﻮ ﺗﺎﺑﻊ ﻟﺤﻜﻢ ﺍﻻﻧﺘﻔﺎﻉ ﺍﻟﻤﺒﺎﺡ، ﻓﻔﻲ ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﻔﻘﻬﻴﺔ ﺍﻟﻜﻮﻳﺘﻴﺔ : ﺍﺗﻔﻖ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﻋﺪﻡ ﺟﻮﺍﺯ ﺑﻴﻊ ﺍﻟﺤﺸﺮﺍﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻧﻔﻊ ﻓﻴﻬﺎ، ﺇﺫ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺒﻴﻊ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻨﺘﻔﻌﺎً ﺑﻪ، ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﺑﻴﻊ ﺍﻟﻔﺌﺮﺍﻥ، ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺕ ﻭﺍﻟﻌﻘﺎﺭﺏ، ﻭﺍﻟﺨﻨﺎﻓﺲ، ﻭﺍﻟﻨﻤﻞ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ، ﺇﺫ ﻻ ﻧﻔﻊ ﻓﻴﻬﺎ ﻳﻘﺎﺑﻞ ﺑﺎﻟﻤﺎﻝ، ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺸﺮﺍﺕ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻨﻔﻌﺔ، ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﺑﻴﻌﻪ ـ ﻛﺪﻭﺩ ﺍﻟﻘﺰ ـ ﺣﻴﺚ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﺤﺮﻳﺮ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺃﻓﺨﺮ ﺍﻟﻤﻼﺑﺲ، ﻭﻗﺪ ﻭﺿﻊ ﺍﻟﺤﺼﻜﻔﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﺿﺎﺑﻄﺎً ﻟﺒﻴﻊ ﺍﻟﺤﺸﺮﺍﺕ، ﻓﻘﺎﻝ: ﺇﻥ ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻟﺒﻴﻊ ﻳﺪﻭﺭ ﻣﻊ ﺣﻞ ﺍﻻﻧﺘﻔﺎﻉ. ﺍﻧﺘﻬﻰ. ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ .Fatwa Dari MalaysiaMuzakarah Jawatan kuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-95 yang bersidang pada 16-18 Jun 2011 telahmembincangkan mengenai Hukum Memakan Dan Berubat Dengan Cicak Gekko Geckko (Tokay).Muzakarah telah membuat keputusan seperti berikut:1. Setelah meneliti keterangan, hujah- hujah dan pandangan yang dikemukakan, Muzakarah berpandangan bahawa para fuqaha’ telah mengklasifikasikan Cicak Gekko Geckko (Tokay) sebagai binatang yang haram dimakan kerana tergolong dalam kategori haiwan yang menjijikkan (khabis) dan mempunyai racun. Begitu juga dengan uruf masyarakat Islam di Malaysia yang tidak menjadikan binatang ini sebagai makanan yang biasa dimakan. Selain itu, sehingga kini tidak ada bukti saintifik dan ujian klinikal yang membuktikan bahawa Cicak Gekko Geckko (Tokay) mampu menjadi penawar atau mengubati penyakit penyakit tertentu.2. Sehubungan itu, Muzakarah bersetuju memutuskan bahawa hukum memakan Cicak Gekko Geckko (Tokay) adalah diharamkan oleh Islam. Manakala untuk tujuan perubatan, penggunaan Cicak Gekko Geckko (Tokay) diharuskan dengan syarat keberkesanannya dapat dibuktikan dari segi saintifik dan tiada alternatif ubat lain yang boleh digunakan bagi merawat penyakit berkaitan.Hati -Hati dengan MTA*Penanggung Jawab: Pengasuh Pondok Pesantren Al Anshory Tulusrejo Grabag Purworejo Jateng. Tahta Isyrofi KH. Masrur Afandi.

Posted by Pondok Pesantren Al – Anshory Tulusrejo Grabag Purworejo on Thursday, 21 January 2016

Berikut ini bantahan ilmiah yang kami kutip dari halaman facebook Pondok Pesantren Al – Anshory.

Membantah Fatwa Ngawur MTA Sukino Halalkan Tokek Cicak Kadal Tanpa Sembelih

Oleh Muhammad Lutfi Rochman*

image

Dalam sebuah video Sukino pemimpin sebuah perkumpulan yang menamakan dirinya Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA) membuat fatwa ngawur membolehkan dan menghalalkan daging Tokek, Cicak dan Kadal tanpa disembelih lebih dahulu.

MTA yang berpusat di Solo dan mulai menyebar di berbagai daerah ini sudah cukup lama meresahkan masyarakat terutama kalangan Nahdliyin namun terus berkembang besar dengan dukungan ‘pemerintah’ tanpa dilakukan pencegahan.

Menamakan diri mereka Tafsir Al Qur’an tetapi ngawur mentafsirkan hukum halal haram sesuai Al Qur’an, Sukino tidak mau merujuk pendapat para ulama tapi sering kali menggunakan logikanya sendiri untuk menafsirkan sebuah hukum.

Nabi Bersabda:

ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻘُﺮﺁﻥِ ﺑِﺮﺃﻳِﻪِ ، ﻓَﻠْﻴَﺘَﺒﻮﺃْ ﻣَﻘْﻌَﺪَﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ.(ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ ﻓﻲ ﻓﻀﺎﺋﻞ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ 109/110 )، ﻭﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ (2951 )، ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻓﻲ( ﺍﻟﻤﺴﻨﺪ 2069 ، 2429 ، 2976 ، 3025 )، ﻭﺍﻟﻄﺒﺮﻱ ﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮﻩ 77 /76 /75 /74 /73) ، ﻭﺍﻟﻄﺤﺎﻭﻱ ﻓﻲﺍﻟﻤﺸﻜﻞ (116 -167) ، ﻭﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻜﺒﻴﺮ ﺝ /11 ﺭﻗﻢ 12392) ﻭﺍﺑﻦ ﺍﻷﻧﺒﺎﺭﻱ ﻓﻲﺍﻟﻤﺼﺎﺣﻒ ) ، ﻭﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻰ ﻓﻲﺍﻟﺸﻌﺐ ) ، ﻭﺍﻟﺨﻄﻴﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻭﺍﻟﻤﺘﻔﻘﻪ /1 57 ) ، ﻭﺍﻟﺒﻐﻮﻱ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﺴﻨﺔ 1/257 ، 25 ﻭﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮﻩ )

Barangsiapa berkata tentang Al Quran dengan pemikirannya sendiri, Maka ambillah tempat duduk baginya di Neraka (Hadits diriwayatkan Oleh An Nasa’i, At Tirmidzi, Ahmad Bin Hanbal, Al Baihaqi, At Thobari, Ibnu Al Anbari, Al Khothib, At Thohawi, juga Para Mufasiir At Thobari, Al Baghowi seperti sumber diatas)

Hukum Tokek Cicak Kadal Menurut Para Ulama Fiqh 4 Mazhab dan Jumhur Ulama

Imam Abu Zakaria Muhyiddin An Nawawi Asy Syafi’ie berkata dalam Majmu’ Syarakh Muhazddab 9/15 disebutkan:

(ﻭﻣﻨﻬﺎ ) ﺍﻟﻮﺯﻍ ﻭﺃﻧﻮﺍﻋﻪ ﻛﺤﺮﺑﺎﺀ ﺍﻟﻈﻬﻴﺮﺓ ﻭﺍﻟﻌﻄﺎ ﻭﻫﻲ ﻣﻠﺴﺎﺀ ﺗﺸﺒﻪ ﺳﺎﻡ ﺃﺑﺮﺹ ﻭﻫﻰ ﺃﺧﺲ ﻣﻨﻪ ﻭﺍﺣﺪﺗﻬﺎ ﻋﻄﺎﺀ ﻭﻋﻄﺎﻧﻪ ﻓﻜﻞ ﻫﺬﺍ ﺣﺮﺍﻡ.

Cicak, Tokek dan sejenisnya semua haram.

ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻤﻐﻨﻲ ﻻﺑﻦ ﻗﺪﺍﻣﺔ: ﻭﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﻣﺎ ﻧﺺ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻭﻣﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﺗﺴﻤﻴﻪ ﻃﻴﺒﺎً ﻓﻬﻮ ﺣﻼﻝ ﻭﻣﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺗﺴﻤﻴﻪ ﺧﺒﻴﺜﺎً ﻓﻬﻮ ﻣﺤﺮﻡ، ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻭَﻳُﺤِﻞُّ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕِ ﻭَﻳُﺤَﺮِّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﺨَﺒَﺂﺋِﺚَ ـ ﻓﻤﺎ ﺍﺳﺘﻄﺎﺑﺘﻪ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﻓﻬﻮ ﺣﻼﻝ، ﻭﻣﺎ ﺍﺳﺘﺨﺒﺜﺘﻪ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﻓﻬﻮ ﻣﺤﺮﻡ، ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻭَﻳُﺤَﺮِّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﺨَﺒَﺂﺋِﺚَ ـ ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﺗﻌﺘﺒﺮ ﺍﺳﺘﻄﺎﺑﺘﻬﻢ ﻭﺍﺳﺘﺨﺒﺎﺛﻬﻢ ﻫﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﺠﺎﺯ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻷﻣﺼﺎﺭ، ﻷﻧﻬﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻧﺰﻝ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺧﻮﻃﺒﻮﺍ ﺑﻪ ﻭﺑﺎﻟﺴﻨﺔ ﻓﺮﺟﻊ ﻓﻲ ﻣﻄﻠﻖ ﺃﻟﻔﺎﻇﻬﻤﺎ ﺇﻟﻰ ﻋﺮﻓﻬﻢ ﺩﻭﻥ ﻏﻴﺮﻫﻢ، ﻭﻟﻢ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻮﺍﺩﻱ، ﻷﻧﻬﻢ ﻟﻠﻀﺮﻭﺭﺓ ﻭﺍﻟﻤﺠﺎﻋﺔ ﻳﺄﻛﻠﻮﻥ ﻣﺎ ﻭﺟﺪﻭﺍ، ﻭﻟﻬﺬﺍ ﺳﺌﻞ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻋﻤﺎ ﻳﺄﻛﻠﻮﻥ، ﻓﻘﺎﻝ ﻣﺎ ﺩﺏ ﻭﺩﺭﺝ ﺇﻻ ﺃﻡ ﺣﺒﻴﻦ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﺘﻬﻦ ﺃﻡ ﺣﺒﻴﻦ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ ﻭﻣﺎ ﻭﺟﺪ ﻓﻲ ﺃﻣﺼﺎﺭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﺮﻓﻪ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﺠﺎﺯ ﺭﺩ ﺇﻟﻰ ﺃﻗﺮﺏ ﻣﺎ ﻳﺸﺒﻬﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺠﺎﺯ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﺸﺒﻪ ﺷﻴﺌﺎً ﻣﻨﻬﺎ فهو ﻣﺒﺎﺡ ﻟﺪﺧﻮﻟﻪ ﻓﻲ ﻋﻤﻮﻡ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻗُﻞ ﻻَّ ﺃَﺟِﺪُ ﻓِﻲ ﻣَﺎ ﺃُﻭْﺣِﻲَ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣُﺤَﺮَّﻣًﺎ ـ ﻭﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻭﻣﺎ ﺳﻜﺖ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻓﻬﻮ ﻋﻔﺎ ﻋﻨﻪ. ﻭﺇﺫﺍ ﺛﺒﺖ ﻫﺬﺍ، ﻓﻤﻦ ﺍﻟﻤﺴﺘﺨﺒﺜﺎﺕ ﺍﻟﺤﺸﺮﺍﺕ ـ ﻛﺎﻟﺪﻳﺪﺍﻥ ﻭﺍﻟﺠﻌﻼﻥ ﻭﺑﻨﺎﺕ ﻭﺭﺩﺍﻥ ﻭﺍﻟﺨﻨﺎﻓﺲ ﻭﺍﻟﻔﺄﺭ ﻭﺍﻷﻭﺯﺍﻍ ﻭﺍﻟﺤﺮﺑﺎﺀ ﻭﺍﻟﻌﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﺠﺮﺍﺫﻳﻦ ﻭﺍﻟﻌﻘﺎﺭﺏ ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺕ ـ ﻭﺑﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ، ﻭﺭﺧﺺ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻟﻴﻠﻰ ﻭﺍﻷﻭﺯﺍﻋﻲ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﻛﻠﻪ، ﺇﻻ ﺍﻷﻭﺯﺍﻍ ﻓﺈﻥ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺒﺮ ﻗﺎﻝ ﻫﻮ ﻣﺠﻤﻊ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ، ﻭﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ ﺍﻟﺤﻴﺔ ﺣﻼﻝ ﺇﺫﺍ ﺫﻛﻴﺖ ﻭﺍﺣﺘﺠﻮﺍ ﺑﻌﻤﻮﻡ ﺍﻵﻳﺔ ﺍﻟﻤﺒﻴﺤﺔ، ﻭﻟﻨﺎ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻭﻳﺤﺮﻡ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺨﺒﺎﺋﺚ ـ ﻭﻗﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﺧﻤﺲ ﻓﻮﺍﺳﻖ ﻳﻘﺘﻠﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻞ ﻭﺍﻟﺤﺮﻡ: ﺍﻟﻌﻘﺮﺏ ﻭﺍﻟﻔﺄﺭﺓ ﻭﺍﻟﻐﺮﺍﺏ ﻭﺍﻟﺤﺪﺃﺓ ﻭﺍﻟﻜﻠﺐ ﺍﻟﻌﻘﻮﺭ ـ ﻭﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺤﻴﺔ ﻣﻜﺎﻥ ﺍﻟﻔﺄﺭﺓ، ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻴﺪ ﺍﻟﻤﺒﺎﺡ ﻟﻢ ﻳﺒﺢ ﻗﺖﻟﻬﺎ، ﻭﻷﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﻝ: ﻻَ ﺗَﻘْﺘُﻠُﻮﺍْ ﺍﻟﺼَّﻴْﺪَ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﺣُﺮُﻡٌ ـ ﻭﻗﺎﻝ: ﻭَﺣُﺮِّﻡَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻَﻴْﺪُ ﺍﻟْﺒَﺮِّ ﻣَﺎ ﺩُﻣْﺘُﻢْ ﺣُﺮُﻣًﺎ ـ ﻭﻷﻧﻬﺎ ﻣﺴﺘﺨﺒﺜﺔ ﻓﺤﺮﻣﺖ ﻛﺎﻟﻮﺯﻍ، ﺃﻭ ﻣﺄﻣﻮﺭ ﺑﻘﺘﻠﻬﺎ ﻓﺄﺷﺒﻬﺖ ﺍﻟﻮﺯﻍ. ﺍﻧﺘﻬﻰ

Ibnu Qudamah Al Hambali mengatakan bahwa Keharaman Cicak Tokek dan sejenisnya sesuai dengan firman Allah:

ﻭَﻳُﺤِﻞُّ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕِ ﻭَﻳُﺤَﺮِّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﺨَﺒَﺂﺋِﺚ [ﺍﻷﻋﺮﺍﻑ: 157]

Khusus Untuk Cicak Tokek dan Sejenisnya Ibnu Abdil Barr mengatakan Ijma’ kesepakatan Ulama atas keharamannya.

Mazhab Maliki Tetap Mengharamkan Jika Tanpa Sembelih terhadap semua jenis hewan yang sebagian dari mazhabnya terkadang berbeda dengan pendapat jumhur ulama.

ﻭﺃﺑﺎﺡ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻟﺤﻢ ﺍﻟﻮﺯﻍ ﻭﺍﻟﺴﺤﻠﻴﺔ ﺇﻥ ﺃﻣﻦ ﺿﺮﺭ ﺳﻤﻬﻤﺎ ﻭﺫﻛﻴﺎ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺪﺭﺩﻳﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﺡ ﺍﻟﺼﻐﻴﺮ: ﻭﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﻣﻴﺘﺔ ﺍﻟﺜﻌﺒﺎﻥ ﻭﺍﻟﺴﺤﻠﻴﺔ ﻭﺑﻨﺖ ﻋﺮﺱ ﻭﺍﻟﻮﺯﻍ ﻧﺠﺴﺔ، ﺇﺫ ﻛﻠﻬﺎ ﺫﻭ ﻧﻔﺲ ﺳﺎﺋﻠﺔ ﻭﻳﺠﻮﺯ ﺃﻛﻞ ﺍﻟﺠﻤﻴﻊ ﺑﺎﻟﺘﺬﻛﻴﺔ ﺇﻻ ﻟﻀﺮﺭ، ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻳﺤﻤﻞ ﻗﻮﻝ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺑﺤﺮﻣﺔ ﺃﻛﻞ ﺑﻨﺖ ﻋﺮﺱ. ﺍﻧﺘﻬﻰ. ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﺶ ﻓﻲ ﻣﻨﺢ ﺍﻟﺠﻠﻴﻞ : ﻭﺍﻟﻤﺒﺎﺡ ﺧﺸﺎﺵ ﺃﺭﺽ ـ ﻛﻌﻘﺮﺏ ﻭﺧﻨﻔﺴﺎﺀ ﻭﺑﻨﺎﺕ ﻭﺭﺩﺍﻥ ﻭﺟﻨﺪﺏ ﻭﻧﻤﻞ ﻭﺩﻭﺩ ﻭﺳﻮﺱ ﻭﺣﻠﻢ ـ ﻭﺃﺿﻴﻒ ﻟﻸﺭﺽ، ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻬﺎ ﺇﻻ ﺑﻤﺨﺮﺝ ﻭﻳﺒﺎﺩﺭ ﺑﺮﺟﻮﻋﻪ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻭﺩﺧﻞ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻮﺯﻍ ﻭﺍﻟﺴﺤﻠﻴﺔ ﻭﺷﺤﻤﻪ ﺍﻷﺭﺽ، ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺒﺎﺡ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﻴﺘﺘﻬﺎ ﻧﺠﺴﺔ ﻻ ﺗﻄﻬﺮ ﺇﻻ ﺑﺬﻛﺎﺗﻬﺎ ﻓﻘﻮﻟﻬﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﻟﻴﺴﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﺸﺎﺵ، ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻮ ﺑﺎﻋﺘﺒﺎﺭ ﻧﺠﺎﺳﺔ ﻣﻴﺘﺘﻬﺎ ﻭﺇﻥ ﺩﺧﻠﺖ ﻓﻴﻪ ﺑﺎﻋﺘﺒﺎﺭ ﺇﺑﺎﺣﺘﻬﺎ ﺑﺬﻛﺎﺓ، ﻟﻜﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺤﻄﺎﺏ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺮﻓﺔ ﺃﻥ ﺍﻟﻮﺯﻍ ﻻ ﻳﺆﻛﻞ ﻭﻟﻌﻠﻪ ﻟﺴﻤﻪ. ﺍﻧﺘﻬﻰ.

ﻭﻧﻘﻞ ﺍﻟﺤﻄﺎﺏ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻌﺮﺑﻲ ﺗﺮﺟﻴﺢ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﺍﻟﺤﺸﺮﺍﺕ ﻛﻠﻬﺎ، ﻓﻘﺎﻝ ﻓﻲ ﻣﻮﺍﻫﺐ ﺍﻟﺠﻠﻴﻞ ﻟﺸﺮﺡ ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺧﻠﻴﻞ: ﻭﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻌﺮﺑﻲ ﻓﻲ ﻋﺎﺭﺿﺘﻪ ﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ: ﺣﺸﺮﺍﺕ ﺍﻷﺭﺽ ﻣﻜﺮﻭﻫﺔ. ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ: ﻣﺤﺮﻣﺔ. ﻭﻟﻴﺲ ﻟﻌﻠﻤﺎﺋﻨﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺘﻌﻠﻖ ﻭﻻ ﻟﻠﺘﻮﻗﻒ ﻋﻦ ﺗﺤﺮﻳﻤﻬﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻭﻻ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺷﺄﻥ ﻭﻻ ﻷﺣﺪ ﻋﻦ ﺍﻟﻘﻄﻊ ﺑﺘﺤﺮﻳﻤﻬﺎ ﻋﺬﺭ. ﺍﻧﺘﻬﻰ

Al Khattob menceritakan dari Ibnu Arofah dalam mazhab Maliki Cicak Tokek dan sejenisnya tetap haram karena racun yang dikandungnya.

Namun aneh seorang Sukino yang menganggap tokek dan sejenisnya menjijikkan tapi dia berani menghalalkan? pantaskah disebut Ulama? Sungguh menyesatkan umat.

Ibnu Hazem Al Andalusi menyatakan dalam kitab Al Muhalla 7/405: “Cicak adalah salah satu binatang yang paling menjijikkan.”

Nabi Perintahkan Bunuh Cicak

ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻤُﺴَﻴَّﺐِ ﻋَﻦْ ﺃُﻡِّ ﺷَﺮِﻳﻚٍ – ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺃَﻣَﺮَ ﺑِﻘَﺘْﻞِ ﺍﻟْﻮَﺯَﻍِ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻨْﻔُﺦُ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ.

Dari Said bin al Musayyib, sesungguhnya Ummu Syarik bercerita kepadanya bahwa Nabi memerintahkan untuk membunuh tokek dan beliau bersabda, “Tokek itu dulu ikut meniupi api yang digunakan untuk membakar Ibrahim” [HR Bukhari no 3180 dan Muslim no 2237].

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – « ﻣَﻦْ ﻗَﺘَﻞَ ﻭَﺯَﻏَﺔً ﻓِﻰ ﺃَﻭَّﻝِ ﺿَﺮْﺑَﺔٍ ﻓَﻠَﻪُ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻣَﻦْ ﻗَﺘَﻠَﻬَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﻀَّﺮْﺑَﺔِ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔِ ﻓَﻠَﻪُ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻟِﺪُﻭﻥِ ﺍﻷُﻭﻟَﻰ ﻭَﺇِﻥْ ﻗَﺘَﻠَﻬَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﻀَّﺮْﺑَﺔِ ﺍﻟﺜَّﺎﻟِﺜَﺔِ ﻓَﻠَﻪُ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻟِﺪُﻭﻥِ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔِ ».

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bisa membunuh tokek dengan sekali pukulan maka untuknya sekian pahala. Siapa yang membunuh tokek dengan dua kali pukulan untuknya sekian pahala yang lebih sedikit jika dibandingkan orang yang membunuh dengan sekali pukulan. Siapa yang membunuh tokek dengan tiga kali pukulan maka untuknya sekian pahala yang lebih sedikit jika dibandingkan pahala orang yang bisa membunuh dengan dua kali pukulan” [HR Muslim no 5983].

Hadits-hadits di atas menunjukkan perintah membunuh tokek cicak dan tidak membiarkannya hidup padahal kita mampu membunuhnya.

Dalam hadits di atas juga terdapat penjelasan mengenai alasan yang mendorong Nabi untuk memerintahkan kita agar membunuh tokek. Yaitu dahulu kala tokek turut membantu orang kafir untuk menyalakan api yang hendak digunakan untuk membakar Nabi Ibrahim.

Tokek cicak diperintahkan untuk dibunuh karena dia adalah binatang pengganggu sehingga binatang yang mengganggu kaum muslimin selayaknya dibunuh.

Setiap hewan yang diperintahkan untuk dibunuh adalah hewan yang haram dimakan dan semua hewan yang haram dimakan adalah hewan yang haram diperjualbelikan.

ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺇِﺫَﺍ ﺣَﺮَّﻡَ ﺃَﻛْﻞَ ﺷَﻰْﺀٍ ﺣَﺮَّﻡَ ﺛَﻤَﻨَﻪُ.

“Sesungguhnya Allah itu jika mengharamkan untuk mengkomsumsi sesuatu maka Allah juga mengharamkan perdagangannya” [HR Ahmad no 2678 dari Ibnu Abbas]

ﻭﺃﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺒﻴﻊ: ﻓﻬﻮ ﺗﺎﺑﻊ ﻟﺤﻜﻢ ﺍﻻﻧﺘﻔﺎﻉ ﺍﻟﻤﺒﺎﺡ، ﻓﻔﻲ ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﻔﻘﻬﻴﺔ ﺍﻟﻜﻮﻳﺘﻴﺔ : ﺍﺗﻔﻖ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﻋﺪﻡ ﺟﻮﺍﺯ ﺑﻴﻊ ﺍﻟﺤﺸﺮﺍﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻧﻔﻊ ﻓﻴﻬﺎ، ﺇﺫ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺒﻴﻊ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻨﺘﻔﻌﺎً ﺑﻪ، ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﺑﻴﻊ ﺍﻟﻔﺌﺮﺍﻥ، ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺕ ﻭﺍﻟﻌﻘﺎﺭﺏ، ﻭﺍﻟﺨﻨﺎﻓﺲ، ﻭﺍﻟﻨﻤﻞ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ، ﺇﺫ ﻻ ﻧﻔﻊ ﻓﻴﻬﺎ ﻳﻘﺎﺑﻞ ﺑﺎﻟﻤﺎﻝ، ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺸﺮﺍﺕ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻨﻔﻌﺔ، ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﺑﻴﻌﻪ ـ ﻛﺪﻭﺩ ﺍﻟﻘﺰ ـ ﺣﻴﺚ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﺤﺮﻳﺮ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺃﻓﺨﺮ ﺍﻟﻤﻼﺑﺲ، ﻭﻗﺪ ﻭﺿﻊ ﺍﻟﺤﺼﻜﻔﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﺿﺎﺑﻄﺎً ﻟﺒﻴﻊ ﺍﻟﺤﺸﺮﺍﺕ، ﻓﻘﺎﻝ: ﺇﻥ ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻟﺒﻴﻊ ﻳﺪﻭﺭ ﻣﻊ ﺣﻞ ﺍﻻﻧﺘﻔﺎﻉ. ﺍﻧﺘﻬﻰ. ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ .

Fatwa Dari Malaysia

Muzakarah Jawatan kuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-95 yang bersidang pada 16-18 Jun 2011 telah
membincangkan mengenai Hukum Memakan Dan Berubat Dengan Cicak Gekko Geckko (Tokay).

Muzakarah telah membuat keputusan seperti berikut:

1. Setelah meneliti keterangan, hujah- hujah dan pandangan yang dikemukakan, Muzakarah berpandangan bahawa para fuqaha’ telah mengklasifikasikan Cicak Gekko Geckko (Tokay) sebagai binatang yang haram dimakan kerana tergolong dalam kategori haiwan yang menjijikkan (khabis) dan mempunyai racun. Begitu juga dengan uruf masyarakat Islam di Malaysia yang tidak menjadikan binatang ini sebagai makanan yang biasa dimakan. Selain itu, sehingga kini tidak ada bukti saintifik dan ujian klinikal yang membuktikan bahawa Cicak Gekko Geckko (Tokay) mampu menjadi penawar atau mengubati penyakit penyakit tertentu.

2. Sehubungan itu, Muzakarah bersetuju memutuskan bahawa hukum memakan Cicak Gekko Geckko (Tokay) adalah diharamkan oleh Islam. Manakala untuk tujuan perubatan, penggunaan Cicak Gekko Geckko (Tokay) diharuskan dengan syarat keberkesanannya dapat dibuktikan dari segi saintifik dan tiada alternatif ubat lain yang boleh digunakan bagi merawat penyakit berkaitan.

Hati -Hati dengan MTA

*Penanggung Jawab: Pengasuh Pondok Pesantren Al Anshory Tulusrejo Grabag Purworejo Jateng. Tahta Isyrofi KH. Masrur Afandi.

Wallahu Alam

Sumber: Halaman FB Pesantren Al – Anshory


Artikel Terkait