Bangunan Liar Milik LDII Meresahkan Dilindungi Pemkot Bekasi

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Sebuah bangunan meresahkan milik LDII, Sekte menyimpang yang dulu bernama Lemkari/Islam Jama’ah dan sudah di fatwa sesat dari MUI meresahkan warga masyarakat Bekasi, Jawa Barat.

Terkait hal ini seorang warga yang tidak mau disebut namanya memberikan rilisnya kepada redaksi NUGarisLurus.com

image

BANGUNAN LIAR YANG MERESAHKAN WARGA DAN DI LINDUNGI PEMKOT BEKASI

Keterangan Murid dari Habib Muhammad Vad’aq Tentang Yayasan BKM:

1. Yayasan BKM didirikan oleh orang LDII yang menurut kalangan Umat Islam  merupakan aliran SESAT .

2.  Namun warga sekitar tidak mempermasalahkan LDII nya karena masih kontroversi mengenai aliran tersebut, yang dipermasalahkan adalah bangunan Yayasan BKM yang melanggar Undang-Undang.

3. Diantara pelanggaran undang-undang yang dilakukan pihak BKM yaitu: 

– Hak guna bangunan,  seharusnya bangunan yang tinggi harus diberi jarak dari pemukiman warga,  bertambah satu lantai maka bangunan harus bergeser dari pemukiman warga sejauh 1 M.

– Yayasan sekolah BKM berdekatan bahkan berdempetan dengan rumah sekaligus Majelis milik Habib Muhammad Vad’aq.

– Bangunan Sekolah Yayasan BKM rencananya akan dibangun setinggi 6-7 lantai dari sekarang sudah mencapai 4 lantai, namun tetap tidak mengindahkan perda bangunan yang berlaku.

– Dampak pembangunan Yayasan BKM paling dirasakan pihak Keluarga Habib Muhammad Vad’aq yang rumah dan Majelisnya berdempetan dengan yayasan itu,  dari mulai balok kayu, lampu dan bahan bangunan BKM sudah terhitung 3 kali menimpa rumah beliau, walaupun tidak ada korban yang tertimpa material namun bahaya senantiasa mengancam seisi rumah apabila bangunan BKM dipaksakan pembangunannya.

4. Selain bangunannya yang melanggar Perda, proses perizinan pendirian Yayasan tersebut terdapat pemalsuan tanda tangan warga. 

5. Warga sekitar sudah sangat resah dengan keberadaan Yayasan BKM dan berkali-kali menempuh jalur hukum sejak Yayasan BKM berdiri sekitar 2 tahun lalu, tapi upaya warga selalu dimentahkan oleh pihak pemerintah karena pemilik Yayasan BKM ini merupakan salah seorang politisi GOLKAR  yang “kuat” dan cukup disegani di pemerintahan, bahkan Rahmt Effendi, Walikota Bekasi tunduk pada pemilik yayasan tersebut.

6. Warga Pengasinan dari mulai RT, RW dan beberapa tokoh telah melakukan penyegelan dan memasang rantai di pintu gerbang Yayasan tapi segel dicopot dan rantai yang telah dikunci dengan gembok itu dihancurkan oleh pihak Yayasan. Upaya dialog yang dilakukan oleh warga dan para tokoh juga tidak pernah diindahkan oleh pihak yayasan.

7. Sampai saat ini DPW FPI Bekasi Raya bersama Majelis Pimpinan Habib Muhammad Vad’aq terus berupaya membantu warga dengan membangun Posko di sebelah bangunan yayasan BKM. Pintu gerbang dan pintu keluar masuk selolah ditutup.

8. Disamping bangunan yayasan juga terpampang sebuah spanduk bertuliskan:

“Kami Warga RT 03/03 mendukung adanya pendidikan di lingkungan kami, akan tetapi menolak adanya bangunan tambahan ilegal BKM yang tidak sesuai dengan Perda Kota Bekasi ”

Wallahu Alam


Artikel Terkait