Syaikh Izzuddin Al Qassam, Panutan Pejuang Palestina Mursyid Thoriqoh Qodiriyah

Shortlink:

imageNUGarisLurus.Com – Beliau adalah Muhammad Izzuddin Bin Abdul Qodir Al Qassam, Ulama, mujahid dan pejuang legendaris yang menjadi panutan, di segani dan sangat legendaris di belahan negeri Syam khususnya Palestina.

Syaikh Izzuddin Al-Qassam dilahirkan di baldah daerah Jablah, selatan Lataqiah, Beirut yang merupakan wilayah kekuasaan Khilafah Turki Ottoman pada tahun 1882 dan terdidik dalam keluarga agamis yang dikenal memiliki kepedulian dengan ilmu syariah kuat serta pemuka Mursyid Thoriqoh Qodiriyah.

Berikut teks arab biografi Syaikh Izzuddin Al Qassam.

ﺃﻣﺎ ﺍﻷﺏ: ﻓﻬﻮ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻘﺎﺩﺭ ﺑﻦ ﻣﺼﻄﻔﻰ ﺑﻦ ﻳﻮﺳﻒ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﻘﺴﺎﻡ . ﻭﻛﺎﻥ ﺍﻟﺠﺪ ﻣﺼﻄﻔﻰ ﻭﺷﻘﻴﻘﻪ ﻗﺪ ﻗﺪﻣﺎ ﺇﻟﻰ ﺟﺒﻠﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺮﺍﻕ ، ﻭﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤُﻘﺪَّﻣﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﺍﻟﻘﺎﺩﺭﻳﺔ ﺍﻟﻤﻨﺴﻮﺑﺔ ﺇﻟﻰ سلطان اﻷولياء ﺍﻹﻣﺎﻡ  الشيخ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻘﺎﺩﺭ ﺍﻟﺠﻴﻼﻧﻲ.

Ayah Izzuddin bernama Abdul Qodir bin Musthofa bin Yusuf bin Muhammad Al Qassam. Kakek Izzuddin yang bernama Musthofa beserta saudara kandungnya datang ke wilayah Jablah dari wilayah Irak kala itu dan keduanya merupakan pemuka Thoriqoh Qodiriyah. Sebuah Thoriqoh yang dinisbatkan kepada Sulthonul Auliya’ Imam As Syaikh Abdul Qodir Al Jailani.

image

ﻛﺎﻧﺖ ﺃﺳﺮﺓ ﻋﺰ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﻘﺴﺎﻡ ﺗﻌﻴﺶ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﻔﺎﻑ ﻭﺍﻟﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻔﻘﺮ، ﻭﻟﻜﻦّ ﺭﺻﻴﺪﻫﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﻛﺒﻴﺮ، ﻓﻬﻲ ﺃﺳﺮﺓ ﻣﺘﺪﻳّﻨﺔ، ﻭﻟﻬﺎ ﺣﻆ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺸﺮﻋﻲ، ﻳﺤﺒﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻟﻤﺎ ﻟﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻜﺎﻧﺔ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔ، ﻓﻤﻨﻬﺎ ﺃﻗﻄﺎﺏ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﺍﻟﻘﺎﺩﺭﻳﺔ ، ﻭﻛﺎﻥ ﻟﻠﻄﺮﻕ ﺍﻟﺼﻮﻓﻴﺔ ﺃﻧﺼﺎﺭ ﻛﺜﻴﺮﻭﻥ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ، ﻭﻛﺎﻥ ﺁﻝ ﺍﻟﻘﺴﺎﻡ ﻣﺸﻬﻮﺭﻳﻦ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﺼﻼﺡ، ﻳﻌﻄﻮﻥ ﻭﻻ ﻳﺄﺧﺬﻭﻥ، ﻭﻳﻜﺴﺒﻮﻥ ﻗﻮﺗﻬﻢ ﻣﻦ ﻋﻤﻠﻬﻢ. ﻭﻟﻜﻦّ ﺍﻟﻤﺆﺭﺧﻴﻦ ﺍﺧﺘﻠﻔﻮﺍ ﻓﻲ ﻭﺻﻒ ﺣﺎﻝ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻘﺎﺩﺭ ﺍﻟﻘﺴﺎﻡ، ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ: ﺇﻥ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻘﺎﺩﺭ ﺍﻟﻘﺴﺎﻡ ﻛﺎﻥ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﺍﻟﻘﺎﺩﺭﻳﺔ ، ﻭﻗﺎﻟﻮﺍ: ﺇﻧﻪ ﺭﺃﺱ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ، ﻭﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﺃﻧﻪ ﻭﺭﺙ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﻋﻦ ﺃﺑﻴﻪ، ﻭﻗﺪ ﻧﻘﻞ ﺃﺑﻮﻩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺮﺍﻕ ﺣﻴﺚ ﻣﻮﻃﻨﻪ ﺍﻷﺻﻠﻲ.

Keluarga Izzuddin  hidup dalam kekurangan dan sabar dalam fakir, Tetapi berbekal memperbanyak zikir. Sebuah keluarga yang agamis dan sangat perhatian terhadap ilmu syariah. Keluarga yang mendapatkan hati di Masyarakatnya juga termasuk keluarga para pemuka Thoriqoh Qodiriyyah. Pada Zaman Itu Thoriqoh Shufi Qodiriyah mempunyai banyak penolong dan pengikut.

Keluarga Izzuddin masyhur dengan ilmu dan kesalehan. Keluarga yang banyak memberi tidak mengambil atau meminta dari orang lain dan mendapatkan nafaqoh keluarga dari hasil jerih payah sendiri.

Para ahli bersejerah berselisih pendapat tentang dari mana Izzuddin Al Qassam berbaiat Thoriqoh Qodiriyah. Sebagian mengatakan beliau adalah pemimpin atau Mursyid Thoriqoh ini. Yang jelas beliau mewarisi Thoriqoh ini dari Ayahnya dan keluarga kakeknya yang mengambil langsung dari Irak tempat asal leluhur keluarganya yang asli.

Pada tahun 1896, Izzuddin Al Qassam belajar di Universitas Al Azhar Kairo dan lulus tahun 1906 dan kembali ke kampung halamannya. Ia menjadi guru dan khatib di Masjid Ibrahim bin Adham.

Ketika Perancis menjajah Suriah di akhir perang dunia I tahun 1918, Syaikh Izzuddin Al Qassam bersama santri -santrinya melawan penjajah Perancis ini. Akhirnya Al-Qassam menjadi buron penjajah Perancis.

Setelah kembali ke Jablah, ia memegang peran pengganti ayahnya dalam mendidik hafalan Al-Quran dan menjadi imam masjid Manshuri. Ia dikenal piawai dalam khutbah. Ia juga memimpin unjuk rasa pertama mendukung bangsa Libia melawan penjajah Italia. Ia sendiri menghimpun dana solidaritas untuk bangsa Libia.

Al-Qassam sendiri divonis eksekusi mati karena membantu komandan Umar Baithari dalam revolusi Jabal Zion 1919-1920 namun tidak tertangkap.

Perjalanan ke Palestina

Setelah Suriah dijajah Perancis tahun 1920, Al-Qassam pergi ke Palestina dan tinggal di kota Haifa. Ia memegang jabatan imam Masjid Al-Istiqlal dan khatib di sana serta memimpin lembaga pemuda Islam. Ia kemudian membentuk sebuah organisasi bawah tanah yang dikenal “Kelompok Al-Qassam”.

Syeikh Izzuddin Al-Qassam berusaha memerangi buta huruf yang dialami oleh petani di sana. Sehingga popularitasnya di kalangan petani dan masyarakat biasa sangat baik.

Tahun 1926, Al-Qassam memimpin Lembaga Pemuda Muslim dan berjihad melawan penjajah Inggris. Ia juga melawan gejala meluasnya pengaruh gerakan zionis di Palestina. Ia menempuh jalan perang senjata dan itu sebagai salah satu solusi mengakhiri penjajah Inggris yang menjadi pondasi berdirinya entitas zionis di Palestina.

Tahun 1935, penjajah Inggris memperketat gerak Al-Qassam di Haifa. Beliau pun pindah ke perkampungan yang dikenal oleh warga sebagai penghulu syariat dan khatib yang berkeliling desa dan menghasung warga melawan Inggris. Di Jenin, Izzuddin Al-Qassam mulai melakukan aksi perlawanan bersenjata di sana.

image

Perjuangan Bersenjata

Syaikh Izzuddin Al-Qassam bersama rekan-rekannya membentuk sel rahasia secara struktur dan rapi. Ada satuan khusus dakwah untuk jihad, satuan komunikasi politik, satuan intelijen, satuan pelatihan militer, dan pada saat yang sama ia menghimpun dana untuk membeli senjata. Ia sangat bersemangat dalam mengerjakan segala dengan rapi.

Beliau baru mendeklarasikan revolusi setelah kasus penguasaan tembok Al-Barraq Al- Aqsha tahun 1929. Sejak itu, ia mengirim kadernya ke perkampungan dan wilayah pedalaman untuk memobilisasi jihad dan revolusi melawan penjajah.

image

Rakyat Palestina menyambut seruan ini. Syaikh Izzuddin Al-Qassam sendiri gugur Syahid setelah Penjajah Inggris mengetahui persembunyian Syaikh Izzudin Al-Qassam di desa Barud 15 November 1935. Namun ia berhasil melarikan diri bersama 15 santrinya ke desa Syekh Zayed namun tetap diburu oleh Inggris selama 4 hari.

Pada 18 Oktober 1935, Syaikh Izzuddin Al-Qassam bersama pengikutnya meninggalkan bukit Kafr Qoud dan berjalan ke arah kampung Syeikh Zaid dekat desa Yabod.

19 November 1935, Syaikh Izzuddin Al-Qassam mengalami kesulitan gerak. Datanglah ke Jenin mata-mata dan orang intelijen dalam jumlah besar datang ke Jenin dan membaur di kalangan warga dengan menggunakan pakaian petani dan buruh.
al-qossam-aswaja

Pasukan Inggris mengepung Syeikh Izzuddin Al- Qassam dan memutus hubungan dengan desa-desa sekitarnya. Mereka memintanya menyerah. Namun Al- Qassam menolak. Ia pun terlibat baku tembak dengan pasukan Inggris dan menewaskan 15 di antara pengikut Al- Qassam karena tidak imbang.

Dalam waktu enam jam bentrokan, Syekh Izzuddin Al-Qassam gugur bersama sebagian pengikutnya pada 20 November. Sebagian pengikut lainnya terluka.

Syahid dan gugurnya Syaikh Izzuddin Al-Qassam memberikan pengaruh besar dalam revolusi akbar Palestina di tahun 1936 dan menjadi titik tolak dalam perjalanan gerakan nasional Palestina.

Pengalaman Syaikh Izzuddin Al-Qassam sangat besar dan memberikan inspirasi kepada pejuang perlawanan dan revolusi Palestina di era selanjutnya. Sampai gerakan Hamas memutuskan untuk menamai sayap militernya di tahun 1991 dengan nama Brigade Izzuddin Al- Qassam sebagai ungkapan kesetian pada prinsip perjuangan Syaikh Mursyid Thoriqoh Qodiriyyah ini dalam melawan zionis penjajah Israel. Wallahu Alam


Artikel Terkait