Sudah 2 Bulan Larang Syiah, Said Agil Ungkit Kembali Wali Kota Bogor

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Bawa nama NU, Said Agil Siraj atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam Surat Edaran nomor 300/1321 – Kesbangpol, yang dikeluarkan pemerintah Bogor pada 22 Oktober lalu, soal larangan merayakan hari raya Asyuro versi Syiah.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj, dalam pemaparannya tentang pesan moral berkebangsaan dan catatan akhir tahun, di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (23/12), menuding bahwa Wali Kota Bogor , Arya Bima, sudah terjangkit virus radikalisme.

“Kita bisa temukan di Bogor, seorang Wali Kota sudah terjangkit virus radikalisme,” ujarnya sebagaimana ditulis kompas.com.

Padahal hari raya Asyura, adalah peringatan dari dibunuhnya secara keji, cucu nabi Muhammad SAW, Husain, dan pasukannya secara keji. Ia menyebut hal itu sebagai tragedi kemanusiaan.

“Radikalisme yang lahir dari sikap eksklusif dan fundamentalis, sudah masuk birokrasi. Mohon maaf kalau ada familinya Wali Kota Bogor di sini,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, Wali Kota Bogor Arya Bima hanya melarang syiah dan asyuro versi mereka bukan dalam rangka melarang peringatan asyuro menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Setelah sibuk membela klenik Bupati Purwakarta atas nama budaya. Said Agil pun tunjukkan aksi kembali membela syiah.

Sementara itu berbeda dengan sikap Said Agil yang suka membela syiah, Rais ‘Amm NU yang juga Ketua Umum MUI KH. Makruf Amin mendukung penuh fatwa MUI Jatim tentang kesesatan syiah beberapa hari lalu saat musda MUI Jatim di Surabaya.

Wallahu Alam


Artikel Terkait