Peraturan Brunei Larang Perayaan Natal Secara Terbuka

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Sudah hampir setahun Brunei Darussalam secara resmi melarang perayaan Natal dan perayaan hari raya agama apapun selain Islam diselenggarakan di ruang publik. Aturan diberlakukan sebagai konsekuensi dari penetapan Syariat Islam sebagai hukum nasional di negara kerajaan itu pada bulan April 2014 silam.

Menurut penelusuran NUGarisLurus.com, Hanya ada satu gereja kecil di seluruh wilayah kekuasaan Brunei Darussalam. Menurut Pasal 207 (1) hukum pidana Brunei, Perayaan Natal secara terbuka dan menyebarkan simbol-simbol agama lain selain Islam akan mendapatkan sangsi dan denda 20.000 dolar Brunei (sekitar Rp190,5 juta) atau penjara selama lima tahun atau keduanya.

Pemerintah Brunei tetap memberikan toleransi terhadap agama selain Islam untuk menjalankan ajaran agama dan perayaan hari raya sesuai keyakinannya dengan syarat harus dilakukan secara tersembunyi dengan sesama pemeluk agamanya dan tidak boleh dipamerkan didepan umat Islam.

“Penganut agama lain, yang hidup di dalam negara Islam – menurut Islam – boleh menjalankan agamanya atau merayakan hari besar agama mereka, tetapi dengan syarat bahwa perayaan itu tidak terbuka atau dipamerkan kepada umat muslim,” bunyi pernyataan resmi pemerintahan Brunei.

Brunei adalah negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan syariat Islam di level nasional dan rakyatnya mendapatkan keadilan dan ketentraman yang menyeluruh sesuai aturan Islam. Wallahu Alam


Artikel Terkait