KH. Luthfi Bashori: Atribut Natal, Ucapan Selamat, Dan Jaga Gereja Adalah Bendera Syetan

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Menjelang akhir Desember selalu ramai polemik hukum ucapan Selamat Natal. Karena Natalan sendiri mengandung ritual kesyirikan, Maka menurut pengurus syuriah MWC NU Singosari Malang, Kyai Haji Luthfi Bashori ucapan selamat natal adalah ikut bendera syetan.

image

Berikut ini pernyataan beliau yang kami kutip dari website resmi pejuangIslam.com tentang hukum ucapan selamat Natal, Atribut Natalan hingga ikut menjaga Gereja saat Natal 25 Desember.

image

UCAPAN ‘SELAMAT NATAL’ ITU IKUT BENDERA SETAN

Oleh KH. Luthfi Bashori

Telah diriwayatkan bahwa Nabi S.A.W bersabda, “Tidaklah seorang keluar dari rumahnya, melainkan di pintunya terdapat dua bendera. Satu bendera di tangan malaikat dan satu bendera di tangan setan. Jika ia keluar untuk melakukan sesuatu yang disenangi oleh Allah Azza wa Jalla, maka Allah menjadikan malaikat itu mengikutinya dengan benderanya. Jika ia keluar untuk melakukan perbuatan yang dimurkai oleh Allah, maka Allah akan menjadikan setan itu mengikutinya dengan benderanya sehingga ia tetap berada di bawah bendera setan

Telah diriwayatkan oleh Abdullah, putra Imam Ahmad, dalam kitab Az-Zuhud dari ayahnya dari Imam Malik bin Dinar, ia berkata, “Allah mewahyukan kepada seorang Nabi Bani Israel: Katakanlah kepada kaummu, janganlah mereka memasuki pintu-pintu musuh-Ku dan janganlah mereka memakai pakaian musuh-Ku sehingga mereka menjadi musuh-Ku.”

Ini pernyataan Allah bahwa orang yang memakai pakaian model musuh-musuh Allah akan menjadi musuh Allah, dan yang dimaksud dengan pakaian model musuh-musuh Allah yaitu model pakaian yang dirancang agar para wanita buka aurat, begitu juga orang laki-laki dewasa ini banyak yang memakai celana pendek terbuka Auratnya.

Termasuk juga orang yang keluar rumah dengan  menggunakan atribut milik orang-orang kafir, misalnya menggunakan ‘Topi Natal’, memasang ‘Pohon Natal’, ikut memeriahkan Natal, ikut menjaga gereja Natal, atau mengucapkan kalimat-kalimat yang identik dengan perkataan orang-orang kafir, semisal ucapan ‘Selamat Natal” sekalipun dengan alasan basa-basi pergaulan, atau ucapan yang semisalnya, maka semuanya itu hakikatnya adalah mengikuti bendera yang dikibarkan oleh setan, dan jauh dari rahmat Allah.

Allah telah menjelaskan dalam Al Qur’an bahwa Allah memiliki wali (hamba yang dicintai-Nya) dan setan juga memiliki wali (pengikut setianya). Allah membedakan antara para wali-Nya dengan wali setan, dalam surat Al Baqarah ayat 257 yang artinya:

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran)”

Allah juga berfirman mengabarkan tentang para pengikut bendera setan, yang artinya:
“Sesungguhnya Kami telah jadikan setan-setan itu wali/pelindung bagi orang-orang yang tidak beriman (27) ……. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan sebagai wali (pelindung mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk (30)”. (QS: Al A’raf: 27 & 30)

Wallahu Alam


Artikel Terkait