Jilat Penguasa, Said Agil Mulai Jelas Membangkang Peringatan Rais ‘Amm NU

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Sebagai ketua tanfidiyyah PBNU Said Agil Siradj mulai melakukan pembangkangan dan manuver yang berseberangan dengan Rais ‘Amm NU KH. Makruf Amin.

Bela Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

Said Agil menganggap konsep Islam kebudayaan yang dibawa Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi merupakan konsep Islam seutuhnya. Menurutnya, konsep yang saat ini belum selesai antara lain budaya.

image

Padahal menurut Kyai Makruf Amin yang juga Rais ‘Aam PBNU menyebutkan bahwa tim yang dikirim oleh MUI Pusat sudah mendapatkan hasil, antara lain menemukan benda- benda yang dinilai sebagai perilaku kemusyrikan dan menyimpang.

“Tim menemukan patung-patung yang tersebar di sepanjang jalanan Purwakarta dan Bupati mengembangkan paham Sunda Wiwitan,” jelasnya.

Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa budaya itu tidak boleh bertentangan dengan paham agama yang ada.

“Budaya itu boleh selama tidak ada benturan-benturan dengan ajaran agama. Misalkan budaya itu bertentangan, maka harus ditinggalkan,” tandasnya.

Sejak Lama Minta FPI Dibubarkan

Demi membela penguasa Bupati Purwakarta, Said Aqil menegaskan bila dirinya sudah lama menginginkan Front Pembela Islam (FPI ) dibubarkan.

“Jangan dihiraukan tudingan tak berdasar seperti itu agar tidak memicu konflik. Tetapi, kalau meresahkan dan memprovokasi, lebih baik ormas seperti itu (FPI) dibubarkan saja,” ungkap Said Aqil saat berceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Pendopo Bupati Purwakarta, Senin (14/12/2015), seperti dikutip Tempo.co.

Bukan hanya saat ceramah, penegasan Said kembali disampaikan usai ceramah.

“Sejak lama PBNU mendorong supaya FPI itu dibubarkan,” ujar Said seperti dikutip Republika.co.id.

Sementara itu KH. Makruf Amin dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa FPI cukup dibina dan tidak perlu di bubarkan.

“Itu (pembubaran) belum tentu efektif. Bisa saja nanti setelah dibubarkan kemudian bikin organisasi baru. Barangkali yang dikedepankan itu pembinaan,” kata Kiai Ma’ruf di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi 51, Jakarta
Pusat.

Menurut Kiai Ma’ruf, pembubaran suatu ormas itu ada aturannya dan tidak sembarangan untuk dilakukan.

“Ada proses-prosesnya. Tidak mudah,” tegas Kiai Ma’ruf.

Wallahu Alam


Artikel Terkait