[Eksklusif] Reportase NU Garis Lurus Dari Paris Prancis Pasca Serangan II

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Setelah serangan mematikan di pusat ibu kota Paris Prancis, Wartawan NU Garis Lurus berkesempatan berkunjung ke Negeri Napoleon Bonaparte itu untuk meliput kehidupan kaum Muslimin di sana.

Wartawan kami berusaha menyelidiku mengenai isu diskriminasi seperti pelarangan masjid, jilbab dan lainnya terhadap minoritas muslim yang sudah mencapai lebih dari 2 Juta pada tahun 2004 dan sekarang belum bisa terdata ini, Alhamdulillah Reporter kami belum menemukan jejak diskriminasi terhadap minoritas Muslimin.

Berikut laporan sesi kedua wartawan NU Garis Lurus tentang suasana Paris dan denyut nadi kehidupan kaum Muslimin di Negara Menara Eiffel ini.

1. Setelah kami ambil waktu untuk beristirahat, pada pukul 8 pagi hari jumat (5 Desember) kami berjalan kaki  menelusuri Ibu kota Paris, menuju ke Eiffel tower Paris, [Tower kebanggan kota Paris]

2. Ditengah-tengah perjalanan  ada seorang pemuda melintas sambil mengucap salam kepada kami. Kami pun menjawab salamnya dengan sumringah dan bahagia, Karena ternyata masih ada orang yang mentradisikan salam ditengah keramaian kota yang konon kata Media anti dan phobia terhadap Islam. Mungkin di sebabkan oleh Rombongan kami yang mana para wanitanya mengenakan kerudung secara syar’i sesuai dengan tuntunan ajaran dan syariat Islam, Sehingga ia tahu bahwa kami adalah ummat muslim.

3. Sampai eiffel tower, Ada seorang pedagang souvenir  menawarkan dagangannya kepada kami. lagi-lagi kami merasa takjub bahagia, Sebab pedagang berkulit hitam ini menyapa kami dengan mengawali ucapan “Assalamualaikum”. Hal ini menunjukkan bahwa dia seorang muslim. Dan juga merupakan Bukti, bahwa sepanjang kami berjalan tidak susah menjumpai orang Islam meskipun tidak banyak.

4. Dari pedagang berkulit hitam dipinggir jalan ini dengan didorong rasa penasaran kami bertanya, anda seorang muslim? Dia menjawab, 100% saya seorang muslim.

5. Dan yang lebih mencengangkan saya, adalah  si pedagang kulit hitam mengaku, ia fasih tiga bahasa;

1. Bahasa Arab,
2. Bahasa Inggris, dan
3. Bahasa Prancis.

6. Karena ia mengaku fasih berbahasa Arab, maka Saya tertarik untuk berdiskusi dengannya dengan bahasa Arab. Dan ternyata sungguh luar biasadan di luar dugaan saya, Pedagang jalanan berkulit hitam di Paris ini sangat fasih berbahasa Arab. Bahkan mungkin lebih fasih bahasanya daripada sahabat saya yang sudah bertahun-tahin belajar bahasa arab di pesantren :D. Padahal si pedagang jalanan tersebut bukan berasal dari Arab dan bukan berbangsa Arab. Subhanallah.

7.  Sayapun semakin penasaran sehingga  bertanya.  dimana anda belajar bahasa Arab? Padahal anda bukan orang Arab dan hanya pedagang souvenir di pinggir jalan?

Dia menjawab, “tidak sulit belajar bahasa arab, karena disinipun kami bisa belajar bahasa Arab”.

Hal ini bisa membuktikan bahwa, ummat Islam di Paris adalah aktif dan bahkan bisa belajar bahasa Arab. Hal yang mungkin banyak tidak pernah terpikirkan untuk dilakukan oleh jutaan kaum muslimin di Negeri terbesar dunia Indonesia. Wallahu Alam.

8. Kami sempat mengambil gambar wanita muslimah asli Paris  yang kebetulan makan di depan restoran tempat kami makan.

image

Catatan kami tentang efek serangan yang mengguncang dunia beberapa waktu lalu ternyata tidak terlalu dihiraukan kaum muslimin disini dan anehnya sebagian warga muslim asing seperti Malaysia yang tinggal disini dan kebetulan kami temui justru mengaku tidak tahu berita heboh tersebut. Sungguh sangat aneh, Wallahu Alam. Berikut ini beberapa foto tentang kondisi kota Paris Ibu Kota Prancis yang sempat kami abadikan.

image

image

image

image

NUGarisLurus.com melaporkan langsung dari Kota Paris.

Wallahu Alam


Artikel Terkait