Dialog Sunni Dan Wahabi Tentang Orang Yang Pertama Kali Memperingati Maulid Nabi

Shortlink:

image

image

NUGarisLurus.Com – Menjelang masuk bulan maulid kami akan tangahkan kembali tentang dialog rekayasa antara Sunni dan Wahabi tentang orang yang pertama melakukan peringatan maulid Nabi Muhammad Shollahu Alaihi Wasallama.

ﺣﻮﺍﺭ مضحك غير حقيقة ﺑﻴﻦ ﺳﻨﻲ ﻣﻦ ﺃﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﻘﺮﺀﺍﻥ ﻭﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻭﻭﻫﺎﺑﻲ ﻣﻦ ﺃﺗﺒﺎﻉ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻭﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ.

Dialog lucu tidak nyata antara Sunni pengikut Al Qur’an dan Ar Rosul dengan Wahabi pengikut Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Abdul Wahhab.

ﻗﺎﻝ السني : ﺃﻧﺘﻢ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺗُﺤﺮّﻣﻮﻥ ﺍﻻﺣﺘﻔﺎﻝ ﺑﺎﻟﻤﻮﻟﺪ ﺍﻟﻨﺒﻮﻱّ ﺍﻟﺸﺮﻳﻒ ، ﻭﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ” ﻣﻦ ﺳﻦّ ﺳﻨّﺔ ﺣﺴﻨﺔ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺃﺟﺮﻫﺎ ﻭﺃﺟﺮ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺃﻥ ﻳﻨﻘﺺ ﻣﻦ ﺃﺟﻮﺭﻫﻢ ﺷﻲﺀ ” ﻭﺻﺎﺣﺐ ﺇﺭﺑﻞ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻈﻔﺮ رحمه الله ﻛﺎﻥ ﺃﻭﻝ ﻣﻦ ﺍﺣﺘﻔﻞ ﺑﺎﻟﻤﻮﻟﺪ ﻓﻠﻢ ﻳُﻨﻜﺮ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺫﻟﻚ ، ﺑﻞ ﻣﺪﺣﻮﻩ ﻭﻣﺪﺣﻮﺍ ﻓﻌﻠﻪ ﻫﺬﺍ.

Sunni: Kalian Wahabi mengharamkan peringatan maulid Nabawi Asy Syarif sedangkan Nabi telah bersabda:

ﻣﻦ ﺳﻦّ ﺳﻨّﺔ ﺣﺴﻨﺔ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺃﺟﺮﻫﺎ ﻭﺃﺟﺮ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺃﻥ ﻳﻨﻘﺺ ﻣﻦ ﺃﺟﻮﺭﻫﻢ ﺷﻲﺀ

Dan Shohib Kota Irbil Raja Al Muzdoffar Rahimahullah adalah orang yang pertama melaksanakan peringatan maulid Nabi namun tidak ada satupun ulama dizamannya yang menentang bahkan para ulama memuji sang Raja Muzdoffar dan tindakannya.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : ﻻ ، ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻟﻢ ﻳﻤﺪﺣﻮﻩ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ، ﺑﻞ ﻫﻮ ﺭﺟﻞ ﻣﺬﻣﻮﻡ من أهل بدعة وأهوى

Wahabi: Tidak, Ulama tidak ada yang memujinya bahkan dia (Raja Muzdoffar) adalah orang jelek dan termasuk ahli bid’ah wa Ahwa.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟسني : ﺃﺗﺄﺧﺬ ﺑﻜﻼﻡ ﺍﻟﺬﻫﺒﻲ ؟

Sunni: Apakah kamu akan ambil kalam pendapat Imam Adz – Dzahabi?

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : ﻧﻌﻢ ﻧﻌﻢ ، ﺀﺍﺧﺬ  ﺑﻜﻼﻣﻪ .

Ya, Ya, Saya akan ambil pendapat kalamnya.

ﻗﺎﻝ ﺍلسني : ﺍﻟﺬﻫﺒﻲ ﻣﺪﺡ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻈﻔﺮ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ” ﺳﻴﺮ ﺃﻋﻼﻡ ﺍﻟﻨﺒﻼﺀ ” ﻓﻘﺎﻝ ﻋﻨﻪ : ” ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺒًّﺎ ﻟﻠﺼﺪﻗﺔ … ﻭﺑﻨﻰ ﺃﺭﺑﻊ ﺧﻮﺍﻧﻚ ﻟﻠﺰَّﻣﻨﻰ ﻭﺍﻷﺿﺮﺍﺀ … ﻭﺑﻨﻰ ﺩﺍﺭًﺍ ﻟﻠﻨﺴﺎﺀ ، ﻭﺩﺍﺭًﺍ ﻟﻸﻳﺘﺎﻡ ، ﻭﺩﺍﺭًﺍ ﻟﻠّﻘﻄﺎﺀ ، ﻭﺭﺗّﺐ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻤﺮﺍﺿﻊ ، ﻭﻛﺎﻥ ﻳﺪﻭﺭ ﻋﻠﻰ ﻣﺮﺿﻰ ﺍﻟﺒﻴﻤﺎﺭﺳﺘﺎﻥ … ﻭﺑﻨﻰ ﻣﺪﺭﺳﺔ ﻟﻠﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ … ﻭﻛﺎﻥ ﻳﻤﻨﻊ ﻣﻦ ﺩﺧﻮﻝ ﻣﻨﻜﺮ ﺑﻠﺪﻩ … ﻭﺃﻣﺎ ﺍﺣﺘﻔﺎﻟﻪ ﺑﺎﻟﻤﻮﻟﺪ ﺍﻟﻨﺒﻮﻱ ﺍﻟﺸﺮﻳﻒ ﻓﻴﻘﺼﺮ ﺍﻟﺘﻌﺒﻴﺮ ﻋﻨﻪ ، ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻳﻘﺼﺪﻭﻧﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺮﺍﻕ ﻭﺍﻟﺠﺰﻳﺮﺓ ﻭﺗُﻨﺼﺐ ﻗﺒﺎﺏ ﺧﺸﺐ ﻟﻪ ﻭﻟﻸﻣﺮﺍﺀ ﻭﺗﺰﻳَّﻦ … ﻭﻳﻌﻤﻞ ﺫﻟﻚ ﺃﻳﺎﻣًﺎ ، ﻭﻳُﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻘﺮ ﻭﺍﻹﺑﻞ ﻭﺍﻟﻐﻨﻢ ﺷﻴﺌًﺎ ﻛﺜﻴﺮًﺍ ﻓﺘُﻨﺤﺮ … ﻭﻳﺘﻜﻠّﻢ ﺍﻟﻮُﻋّﺎﻅ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻴﺪﺍﻥ ، ﻓﻴﻨﻔﻖ ﺃﻣﻮﺍﻻً ﺟﺰﻳﻠﺔ . ﻭﻗﺪ ﺟﻤﻊ ﻟﻪ ﺍﺑﻦ ﺩﺣﻴﺔ ” ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻤﻮﻟﺪ ” ﻓﺄﻋﻄﺎﻩ ﺃﻟﻒ ﺩﻳﻨﺎﺭ . ﻭﻛﺎﻥ ﻣﺘﻮﺍﺿﻌًﺎ ، ﺧﻴِّﺮًﺍ ﺳﻨّﻴًﺎ ، ﻳﺤﺐّ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﺤﺪّﺛﻴﻦ ، ﻭﺭﺑﻤﺎ ﺃﻋﻄﻰ ﺍﻟﺸﻌﺮﺍﺀ ، ﻭﻣﺎ ﻧُﻘﻞ ﺃﻧﻪ ﺍﻧﻬﺰﻡ ﻓﻲ ﺣﺮﺏ ، ﻭﻗﺪ ﺫﻛﺮ ﻫﺬﺍ ﻭﺃﻣﺜﺎﻟﻪ ﺍﺑﻦ ﺧﻠﻜﺎﻥ ﻭﺍﻋﺘﺬﺭ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻘﺼﻴﺮ “.

Sunni: Adz Dzahabi memuji Raja Muzdoffar dalam kitabnya Sayru A’lam An Nubalak. Adz Dzahabi berkata tentang Raja Mudzoffar: Dia adalah orang suka bersedekah, membangun 4 bangunan panti untuk orang -orang lumpuh dan membutuhkan, membangun rumah untuk para wanita, panti untuk anak -anak yatim, rumah untuk anak -anak terlantar, mengatur para ibu menyusui, mengunjungi orang -orang sakit dinegara, membangun madrasah Hanafiyah dan Syafi’iyyah, mencegah para pelaku munkar masuk negaranya.

Adapun perayaan/peringatan maulid Nabawi yang dilakukannya maka sedikit keterangannya, Beliau menjadi kunjungan orang -orang Irak dan Jazirah Arab hingga dibangunkan baginya kubah -kubah dari bambu dan bagi para amir -amir hingga Raja melayani mereka berhari -hari. Dikeluarkan sapi, unta, kambing dan disembelih. Lalu berbicaralah para ahli maidhoh pemberi nasehat dan Raja membagi -bagikan harta dalam jumlah besar.

Ibnu dihyah mengumpulkan kitab tentang Maulid ‘كتاب الولد’ untuk sang raja. Dan Raja memberinya uang 1000 Dinar emas.

Raja Mudzoffar orang yang rendah hati/ tawadlu, Sunni dan sangat baik. Mencintai Fuqoha’ dan Muhadditsin, terkadan memberi para ahli Syi’ir. Juga tentang peperangan yang dilakukannya. Ibnu Khulkan telah menceritakan riwayat ini dan udzur karena menyampaikan cerita tentang Raja hanya sedikit.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : ﻛﻴﻒ ﺗﻔﺘﺮﻱ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻫﺒﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻻﻓﺘﺮﺍﺀ ، ﺍﻟﺬﻫﺒﻲ ﻟﻢ ﻳﻘﻞ ﺫﻟﻚ !!!

Wahabi: Bagaimana kamu berdusta atas nama Adz Dzahabi !? Adz Dzahabi tidak pernah mengatakan hal itu.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟسني : ﺑﻠﻰ ، ﺍﻟﺬﻫﺒﻲ ﻗﺎﻝ ﺫﻟﻚ ، ﻭﻫﺎﻙ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻃﺒﻌﺘﻪ ﻣﺆﺳﺴﺔ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ، ﻓﻬﻮ ﻳﺬﻛﺮ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺤﻴﻔﺘﻴﻦ 335 ﻭ 336 ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﻭﺍﻟﻌﺸﺮﻳﻦ ، ﺍﻧﻈﺮ ﻭﺍﻗﺮﺃ…!!!

Ya, Adz Dzahabi benar -benar mengatakan hal itu. Itu kitab Adz Dzahabi yang dicetak oleh Muassasah Ar Risalah. Adz Dzahabi menyebutkannya dalam dua halaman 335 dan 336 dalam Juz 22. Lihat dan bacalah…!!!

ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : … ‏( ﻳﻨﻈﺮ ﻭﻳﻘﺮﺃ ﻭﻳﻨﺼﺪﻡ ).

Wahabi: (Melihat, Membaca dan Shock terguncang).

ﻗﺎﻝ ﺍلسني : ﻭﻣﺎﺫﺍ ﺗﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ ، ﻭﻫﻞ ﺗﺄﺧﺬ ﺑﻜﻼﻣﻪ ؟

Bagaimana pendapatmu tentang Ibnu Katsir, Apakah kamu mengambil pendapatnya?

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ …؟ ﻧﻌﻢ ﺑﺎﻟﺘﺄﻛﻴﺪ ﺀﺍﺧﺬ ﺑﻜﻼﻣﻪ.

Wahabi: Ibnu Katsir…? Ya, Tentu saya ambil pendapatnya.

ﻗﺎﻝ ﺍلسني : ﻫﻮ ﺃﻳﻀًﺎ ﻣﺪﺡ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻈﻔﺮ ﻭﻋﻤﻠﻪ ﻟﻠﻤﻮﻟﺪ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ” ﺍﻟﺒﺪﺍﻳﺔ ﻭﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ ” ﻓﻘﺎﻝ : ” ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻈﻔﺮ ﺃﺑﻮ ﺳﻌﻴﺪ ﻛﻮﻛﺒﺮﻱ ﺃﺣﺪ ﺍﻷﺟﻮﺍﺩ ﻭﺍﻟﺴﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﻜﺒﺮﺍﺀ ﻭﺍﻟﻤﻠﻮﻙ ﻭﺍﻷﻣﺠﺎﺩ ، ﻟﻪ ﺀﺍﺛﺎﺭ ﺣﺴﻨﺔ … ﻭﻛﺎﻥ ﻳﻌﻤﻞ ﺍﻟﻤﻮﻟﺪ ﺍﻟﺸﺮﻳﻒ ﻓﻲ ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﻭﻝ ﻭﻳﺤﺘﻔﻞ ﺑﻪ ﺍﺣﺘﻔﺎﻻً ﻫﺎﺋﻼً ، ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻊ ﺫﻟﻚ ﺷﻬﻤًﺎ ﺷﺠﺎﻋًﺎ ﻓﺎﺗﻜًﺎ ﺑﻄﻼً ﻋﺎﻗﻼً ﻋﺎﻟﻤًﺎ ﻋﺎﺩﻻً ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﻛﺮﻡ ﻣﺜﻮﺍﻩ . ﻭﻗﺪ ﺻﻨّﻒ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺑﻮ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺍﺑﻦ ﺩﺣﻴﺔ ﻟﻪ ﻣﺠﻠﺪًﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﻟﺪ ﺍﻟﻨﺒﻮﻱ ﺳﻤﺎﻩ ” ﺍﻟﺘﻨﻮﻳﺮ ﻓﻲ ﻣﻮﻟﺪ ﺍﻟﺒﺸﻴﺮ ﺍﻟﻨﺬﻳﺮ ” ﻓﺄﺟﺎﺯﻩ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺑﺄﻟﻒ ﺩﻳﻨﺎﺭ … ﻣﺤﻤﻮﺩ ﺍﻟﺴﻴﺮﺓ ﻭﺍﻟﺴﺮﻳﺮﺓ … ﻭﻛﺎﻥ ﻳﺤﻀﺮ ﻋﻨﺪﻩ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﻟﺪ ﺃﻋﻴﺎﻥ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ.

Sunni: Dia, Ibnu Katsir juga memuji Raja Mudzoffar dan pelaksanaan sang Raja terhadap peringatan perayaan maulid Nabi dalam kitab Ibnu Katsir Bidayah Wa An Nihayah: Raja bernama Muzdoffar Abu Said Kukabry beliau salah satu orang yang sangat dermawan dan para pembesar dan mempunyai nama besar dan pemurah. Beliau mempunyai Atsar peninggalan yang baik…. Dulu Beliau merayakan maulid nabi Muhammad SAW di bulan Maulid Robi’ul Awwal dengan perayaan sangat besar. Disamping itu beliau adalah sosok yang cerdas gagah perkasa, pemberani, mahir, pahlawan, pintar, Alim dan Adil Semoga Allah menyayanginya.

Dan Syekh Abu Al Khitob Ibnu Dihyah telah membuat karangan untuk Raja Mudzoffar kitab yang berjudul ‘ﺍﻟﺘﻨﻮﻳﺮ ﻓﻲ ﻣﻮﻟﺪ ﺍﻟﺒﺸﻴﺮ ﺍﻟﻨﺬﻳﺮ’ Cahaya untuk maulid Nabi Al Basyir An Nadzir. Akhirnya Raja memberinya hadiah 1000 dinar emas…. Cerita tentang perjalanan hidup Raja Mudzoffar dipenuhi dengan pujian dan kebaikan. Dan hadir dalam perayaan maulid sang Raja para pembesar ulama.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ ﻻ ﻳﻘﻮﻝ ﺫﻟﻚ ، ﻫﺬﺍ ﺍﻓﺘﺮﺍﺀ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ.

Wahabi: Ibnu Katsir tidak mengatakan itu, Ini kedustaan atas nama Imam Ibnu Katsir.

ﻗﺎﻝ ﺍلسني : ﺧﺬ ﻭﺍﻧﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ ﻋﺸﺮ ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻃﺒﻊ ﺳﻨﺔ 1966 ﻋﻠﻰ ﻧﻔﻘﺔ ﻣﻜﺘﺒﺔ ﺍﻟﻤﻌﺎﺭﻑ ﺑﺒﻴﺮﻭﺕ ﻭﻣﻜﺘﺒﺔ ﺍﻟﻨﺼﺮ ﺑﺎﻟﺮﻳﺎﺽ ، ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺤﻴﻔﺘﻴﻦ 136 ﻭ 137.

Sunni: Ambil kitabnya dan lihatlah juz 13 dari kitab Ibnu Katsir yang cetakan tahun 1966 atas percetakan Al Maarif Beirut Lebanon, Maktabah An Nashr Riyadh, pada dua halaman 136 dan 137.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : ﺃﺭﻧﻲ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ … ‏( ﻭﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺩﻭﻥ ﺃﻥ ﻳﺘﻔﻮﻩ ﺑﻜﻠﻤﺔ ).

Wahabi: Perlihatkan kepadaku kitabnya…!!! (Lalu dia melihat kitabnya tanpa bisa berkata -kata sepatah katapun).

ﻗﺎﻝ ﺍلسني : ﻣﺎﺫﺍ ﺣﺼﻞ ؟

Sunni: Bagaimana ? Dapat ?

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : ﻻ ﻻ ، ﺃﻧﺎ ﻻ ﺀﺍﺧﺬ ﺑﺎﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ.
Tidak, Tidak, Saya tidak ambil pendapatnya Ibnu Katsir.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟسني: ﻛﻴﻒ ﻫﺬﺍ ؟ ﻗﺒﻞ ﻗﻠﻴﻞ ﻗﻠﺖ ﺃﻧﻚ ﺗﺄﺧﺬ ﺑﻜﻼﻣﻪ. ﻣﺎ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺘﺬﺑﺬﺏ ؟

Sunni: Bagaimana ini? Tadi kamu bilang ambil pendapat Ibnu Katsir? Apa ini kok tidak konsisten?

ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : ‏( ﺳﻜﻮﺕ ﻣﻄﺒﻖ .. ﻭﺍﺣﻤﺮﺍﺭ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻴﻨﻴﻦ ).

Wahabi: (Diam dan meresapi menunduk. Ada sedikit merah di kedua matanya)

ﺍلسني : ﺇﻥ ﻛﻨﺖ ﺗﺼﺮّ ﻋﻠﻰ ﺣﻜﻤﻚ ﻭﻣﺬﻫﺒﻚ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﻣﻦ ﻓﺴﺎﺩ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ، ﻓﻬﻞ ﺗﻌﻠﻢ ﻣﺎﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻓﻲ ﺍﻻﺣﺘﻔﺎﻝ ﺑﺎﻟﻤﻮﻟﺪ ﺍﻟﻨﺒﻮﻱ ﺍﻟﺸﺮﻳﻒ ؟

Sunni: Jika kamu masih tetap berpendapat sesuai hukum dan pemikiranmu, Itulah kerusakan Muhammad bin Abdul Wahhab. Apakah kamu tahu bagaimana pendapat Ibnu Taimiyyah tentang maulid Nabi?

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : ﻭﺻﻠﻨﺎ ، ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻫﻮ ﺇﻣﺎﻣﻨﺎ وشيخ اﻹسلام. ﻭﻛﻼﻣﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﻟﺪ ﺻﺎﺋﺐ ، ﻭﺀﺍﺧﺬ ﺑﻜﻼﻣﻪ.

Wahabi: Nah ini dia… Ibnu Taimiyyah adalah Imam panutanku dan  Syaikhul Islam. Pendapatnya tentang maulid Nabi benar dan saya mengambil pendapatnya.

ﻗﺎﻝ ﺍلسني: ﻫﻜﺬﺍ ؟!!! ﺍﺳﻤﻊ ﻣﺎﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ، ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ : ” ﻓﺘﻌﻈﻴﻢ ﺍﻟﻤﻮﻟﺪ ﻭﺍﺗﺨﺎﺫﻩ ﻣﻮﺳﻤًﺎ ﻗﺪ ﻳﻔﻌﻠﻪ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﻭﻳﻜﻮﻥ ﻟﻪ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﺮ ﻋﻈﻴﻢ ﻟﺤﺴﻦ ﻗﺼﺪﻩ ، ﻭﺗﻌﻈﻴﻤﻪ ﻟﺮﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺀﺍﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ.

Sunni: Apakah betul begitu?! Dengarkan apa yang dikatakan Ibnu Taimiyyah. Ibnu Taimiyyah berkata: Adapun mengagungkan Maulid Nabi dan sebagian manusia menjadikannya kebiasaan musiman. Dan ini menjadikan bagi mereka pahala yang besar karena tujuannya yang bagus dan mengagungkan kepada Rasulullah Shollahu Alaihi Wasallama.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : ﻻ … ﻻ …لا… ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻻ ﻳﻘﻮﻝ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻜﻼﻡ .. ﺃﻧﺖ ﺗﻔﺘﺮﻱ ﻋﻠﻴﻪ .. ﻟﻮ ﻗﺎﻝ ﻫﺬﺍ ﻟﺘﻌﺎﺭﺽ ﻣﻊ ﻛﻼﻡ الشيخ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﻭلقال بخطائه !!!

Wahabi: Tidak… tidak… tidak… Ibnu Taimiyyah tidak akan mengucapkan pernyataan ini. Kamu berdusta atas nama dia. Jika dia mengucapkan ini pasti bertentangan dengan pendapat Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab dan Pasti Syekh akan menyalahkan Ibnu Taimiyyah.

ﻗﺎﻝ ﺍلسني: ﺧﺬ ﻭﺍﻧﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﺍﻟﻤﺴﻤﻰ : ” ﺍﻗﺘﻀﺎﺀ ﺍﻟﺼﺮﺍﻁ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﻴﻢ ﻣﺨﺎﻟﻔﺔ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﺠﺤﻴﻢ ” ﺑﺘﺤﻘﻴﻖ ﻣﺤﻤﺪ ﺣﺎﻣﺪ ﺍﻟﻔﻘﻰ ﺍﻟﻤﺴﻤﻰ ﺭﺋﻴﺲ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﺃﻧﺼﺎﺭ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻤﺤﻤﺪﻳﺔ ، ﺍﻟﻨﺎﺷﺮ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻤﻌﺮﻓﺔ ﻟﻠﻄﺒﺎﻋﺔ ﻭﺍﻟﻨﺸﺮ – ﺑﻴﺮﻭﺕ – ﻟﺒﻨﺎﻥ ، ﺻﺤﻴﻔﺔ 297.

Sunni: Ambil dan lihatlah kitab Ibnu Taimiyyah yang diberi nama ‘ ﺍﻗﺘﻀﺎﺀ ﺍﻟﺼﺮﺍﻁ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﻴﻢ ﻣﺨﺎﻟﻔﺔ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﺠﺤﻴﻢ ‘ dengan tahqiq dari Muhammad Faqih Al Faqo yang dikenal Rois Jama’ah Anshor As Sunnah Al Muhammadiyah yang disebarkan oleh percetakan Ad Dar Al Ma’rifah Beirut Lebanon halaman 297.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ : ﻣﺎﺫﺍ ؟؟؟؟؟ !!!!!! ، ﺃﺭﻧﻲ !!!!!! ﺃﺭﻧﻲ !!!!!! ‏( ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﻳﺘﻤﺘﻢ ﺑﻜﻼﻡ ﻓﻴﻪ ﺳﺐّ ﻣﻊ ﺍﺣﻤﺮﺍﺭ ﺷﺪﻳﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﺍﻟﻌﻴﻨﻴﻦ).

Wahabi: Mana?! Perlihatkan kepadaku? Perlihatkan kepadaku? Perlihatkan kepadaku? ( melihat kitab dan menahan kalimat yang mengandung umpatan dengan wajah dan mata merah).

ﻗﺎﻝ ﺍلسني : ﺇﻳﺎﻙ ﻭﺍﻟﻜﻼﻡ ﺍﻟﺒﺬﻱﺀ.

Sunni: Takutlah…!!!Jangan ngomong kotor…!!!

ﻳﻤﻀﻲ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ ﻣﻨﻬﺰﻣًﺎ ﻭﻫﻮ ﻳﻘﻮﻝ : ﺃﻧﺎ ﻻ ﺃﺳﺒّﻚ و ذهب بدون تبسم.

Pergilah wahabi sambil kalah dan berkata: “Saya tidak akan mencacimu!. Dan pergi tanpa ada senyuman.

Wallahu Alam.

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=917205308368443&id=157940200961628&refid=17


Artikel Terkait