Usai Kongres GP Ansor Terancam Pecah, Gus Rahmat: Nusron Wahid Represif Dan Curang!

Shortlink:

image

Nusron Wahid dan tokoh kristen Edward Sirait CEO Lion Air memasang logo GP Ansor sebagai simbol kerjasama dalam kongres.

NUGarisLurus.Com – Mirip kasus muktamar NU Jombang, Kongres GP Ansor juga menyisahkan masalah. Sejumlah kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor menolak Yaqut Cholil Choumas atau disapa Gus Tutut sebagai Ketua Umum Periode 2015-2020. Kepengurusan tandingan pun dibentuk.

Rahmat Hidayat, kader NUmengatakan, terpilihnya Yaqut sebagai Ketua Umum GP Ansor telah mencederai prinsip- prinsip demokrasi. Menurut dia, seharusnya sesuai amanah Muktamar GP Ansor 2011 di Surabaya, Muktamar XV GP Ansor digelar Januari 2016. Namun, demi kepentingan pencalonan Yaqut sebagai ketum GP Ansor, pelaksanaannya dimajukan.

“Kalau muktamar tetap digelar Januari 2016, usia Yaqut sudah melebihi batas ketentuan sebagai Ketua Umum GP Ansor. Supaya dia bisa dicalonkan, maka muktamar dimajukan bulan November ini,” kata Gus Rahmat, panggilan akrab pria ini, Jumat (27/11).

Sesuai Pasal 23 PD dan PRT GP Ansor, calon Ketua Umum harus pernah menjadi pengurus Banom NU atau lembaga NU minimal empat tahun. Selain itu, usia calon Ketua Umum GP Ansor tidak boleh lebih dari 40 tahun.

Tak hanya itu, menurut dia, agar Yaqut terpilih, Ketum demisioner, Nusron Wahid bertindak represif, yaitu dengan menonaktifkan kepengurusan di daerah yang tidak pro Yaqut.

“Ini cara-cara yang represif dengan menihilkan suara-suara cabang,” tegas Gus Rahmat.

Kecurangan lainnya yang dibuat agar Yaqut terpilih, yakni panitia membuat tiga Region, yakni Region Barat yang diwakili Lampung, Region Tengah yang diwakili Jawa Timur, dan Region Timur yang diwakili Maluku. Jelasnya, ketiga Region tersebut kemudian dengan sewenang-wenang menyetujui Yaqut Cholil Choumas sebagai Ketua Umum GP Ansor Periode 2015-2020.

“Mereka menerapkan cara-cara yang sangat kotor. Region itu menihilkan hak suara pengurus daerah,” ujarnya.

Sebagai bentuk protes terhadap hasil Muktamar GP Ansor di Yogyakarta ini, sejumlah peserta berkumpul di Wisma Sakinah, Kaliurang. Di tempat itu mereka menyepakati dan menunjuk salah satu calon Ketua Umum GP Ansor, Cupli Risman, sebagai Ketua Umum GP Ansor transisi.

Kata Gus Rahmat lagi, Cupli Risman diberi tugas untuk menggelar Muktamar GP Ansor di bulan Januari 2016 sesuai amanah Muktamar 2011 Surabaya.

“Kami akan menggelar muktamar yang sebenarnya. Bukan muktamar abal-abal seperti ini,” ujarnya.

Mengenai, di mana lokasinya Muktamar GP Ansor nanti digelar, menurutnya akan dibicarakan dan disepakati.

Sementara, Cupli Risman menyatakan mengemban amanah yang dipercayakan kepada dirinya. Mantan pengurus GP Ansor Periode 2000-2005 ini berjanji akan mengaktifkan kembali cabang- cabang yang dibekukan oleh Nusron Wahid, dan mengembalikan organisasi GP Ansor pada relnya yang benar. [Rmol/NUgl]


Artikel Terkait